Pemberdayaan Pemuda melalui Pembentukan Agen Kebersihan untuk Meningkatkan Perilaku Pro-Lingkungan Masyarakat Desa Saman
DOI:
10.29303/jppm.v9i1.10886Published:
2026-01-30Downloads
Abstract
Permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia, termasuk Desa Saman, masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, ditandai dengan rendahnya perilaku peduli lingkungan dan minimnya praktik pemilahan sampah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku peduli lingkungan masyarakat Desa Saman melalui pembentukan Agen Kebersihan Lingkungan berbasis pemuda. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 menggunakan desain intervensi komunitas partisipatif, yang melibatkan pemuda dalam seluruh tahapan mulai dari asesmen kebutuhan, pelatihan psikoedukasi, kampanye kebersihan, hingga pendampingan warga. Instrumen yang digunakan meliputi modul edukasi kebersihan, lembar observasi, serta pre–posttest skala pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Secara kualitatif, program menghasilkan peningkatan kesadaran lingkungan, munculnya inisiatif kampanye kebersihan, serta terbentuknya aksi berkelanjutan seperti program “Gresekisasi” dan pemanfaatan lahan menjadi ruang terbuka hijau. Pemuda mulai memandang diri mereka sebagai agen perubahan, sementara warga menunjukkan keterlibatan lebih besar dalam menjaga kebersihan lingkungan. Intervensi ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan pemberdayaan pemuda efektif dalam meningkatkan perilaku pro-lingkungan masyarakat. Rekomendasi program meliputi pembentukan sistem monitoring kebersihan berbasis RT/RW, pelatihan lanjutan mengenai manajemen bank sampah, serta kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah desa dan dinas lingkungan hidup.
Keywords:
agen kebersihan intervensi komunitas perilaku pro lingkunganReferences
BPS. (2018). Laporan Indeks Perilaku Ketidakpedulian lingkungan hidup indonesia 2018. Jakarta: BPS-RI/BPS-Statistics Indonesia
BPS. (2018). Pilar Lingkungan Indikator Pembangunan Berkelanjutan 2018. Badan Pusat Statistik/BPS - Statistics Indonesia.
BPS. (2018). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2018: Pengelolaan Sampah di Indonesia. Badan Pusat Statistik/BPS - Statistics Indonesia
Brondi, S., Sarrica, M., & Nencini, A. (2012). Youth participation in environmental issues: A study with Italian adolescents. Human Affairs, 22(3), 390-404.
Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Harvard University Press.
Brown, T. J., Ham, S. H., & Hughes, M. (2010). Picking up litter: An application of theory-based communication to influence tourist behaviour in protected areas. Journal of Sustainable Tourism, 18(7), 879-900
Desfandi, M. (2015). Mewujudkan masyarakat berkarakter peduli lingkungan melalui program adiwiyata. SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 2(1), 31-37.
Dewi, I Gusti A.A.Y. (2018). Peran Generasi Milenial Dalam Pengelolaan Sampah Plastik Di Desa Penatih Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Public Inspiration, 3(2): 84-92.
DLHK DIY. (2021). Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Tahun 2020, Yogyakarta: DLHK DIY.
DPRD DIY. (2020). Sampah di TPST Piyungan Kian Melebihi Kapasitas. Diakses dalam laman https://www.dprd-diy.go.id/sampah-di-tpst-piyungan-kian-melebihi kapasistas/.
Gifford, R., & Nilsson, A. (2014). Personal and social factors that influence pro‐environmental concern and behaviour: A review. International journal of psychology, 49(3), 141-157.
Hildebrand, D. A., Blevins, P., Carl, L., Brown, B., Betts, N. M., & Poe, T. (2018). Use of community readiness model to develop and evaluate a pilot culinary training program for school nutrition staff. Journal of nutrition education and behavior, 50(2), 118-124.
Kaiser, F. G., Oerke, B., & Bogner, F. X. (2007). Behavior-based environmental attitude: Development of an instrument for adolescents. Journal of environmental psychology, 27(3), 242-251.
Kemenko PMK. (2020). Yogyakarta Jadi Role Model untuk Tingkatkan Indeks Pembangunan Pemuda. Dilansir dalam laman https://www.kemenkopmk.go.id/yogyakarta-jadi-role-model-untuktingkatkan-indeks-pembangunan-pemuda
Musfiroh, L. (2017). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan Hidup Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Unnes Civic Education Journal, 3(1), 53-61.
Nelson, G., & Prilleltensky, I. (2010). Community Psychology: In Pursuit of Liberation and Well-Being (2nd ed.). Palgrave Macmillan.
Schultz, P. W., Bator, R. J., Large, L. B., Bruni, C. M., & Tabanico, J. J. (2013). Littering in context: Personal and environmental predictors of littering behavior. Environment and Behavior, 45(1), 35-59
Sujana, K., Hariyadi, S., & Purwanto, E. (2018). Hubungan antara sikap dengan perilaku peduli lingkungan pada mahasiswa. Ecopsy, 5(2), 81-87.
License
Copyright (c) 2026 Athala Sinar Krisna, Angelina Dyah Arum Setyaningtyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

