PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS GUNA MENGATASI PERMASALAHAN KOTORAN SAPI DI DESA EMBUNG RAJA
DOI:
https://doi.org/10.29303/jppm.v7i2.6520Keywords:
Embung Raja, pupuk kompos, kotoran sapiAbstract
Masyarakat Desa Embung Raja sebagian besar bekerja dalam bidang pertanian dan peternakan. Sebagian besar para petani dalam mendukung produktivitas hasil panen, masih menggunakan pupuk kimia. Kotoran ternak dan sampah organik juga masih menjadi masalah, yang sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan untuk mengolah kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Tujuan dari kegaiatan pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan kepada dan kelompok tani serta warga di desa Embung Raja mengenai cara pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi. Kegiatan ini dimulai dari tahap perencanaan, survey lokasi, pengantaran surat permohonan pemater, serta tahap pelaksanaan kegiatan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah berupa sosialisasi dan praktik langsung pembuatan pupuk kompos, dan pupuk kompos yang siap digunakan oleh masyarakat dalam menanam tanaman. Diharapkan pelatihan ini dapat memecahkan permasalahan pupuk dan juga mengurangi limbah kotoran hewan ternak.
References
Anonim. (2024). Profil Desa Embung Raja http://pemdesembungraja.web.id/index.php/
Ilham, F., Prasetyo, T. B., & Prima, S. (2019). Pengaruh Pemberian Dolomit Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah Gambut dan Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Jurnal Solum, 16(1), 29.
Murbandono, L. (2007). Membuat Kompos. Penebar Niaga Swadaya. Jakarta.
Prihandini, P. W., & Purwanto, T. (2007). Petunjuk Teknis Pembuatan Pupuk Kompos Berbahan Kotoran Sapi. Balai Penelitian dan Pengembangan Peternakan.
Ratriyanto, A., Widyawati, S. D., Suprayogi, W. P., Prastowo, S., & Widyas, N. (2019). Pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak untuk meningkatkan produksi pertanian. SEMAR Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat, 8(1), 9-13.
Syafria, H. (2022). Karakteristik Kompos dengan Penambahan Effective Microorganism4 (EM4) untuk Pupuk Tanaman Pakan. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 24(3), 281.
Thesiwati, A. S. (2018). Peranan Kompos Sebagai Bahan Organik yang Ramah Lingkungan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Dewantara, 1(1).
Widyastuti, S., & Arfa, R. S. (2021). Pembuatan Pupuk Organik dari Eceng Gondok, Kotoran Sapi, dan Dedak Padi dengan Effective Microorganisme 4 (Em4). Jurnal Teknik Lingkungan, 7(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ni Nyoman Radiartini, Ananda Maulida Putri, Attaya Salsabila, I Gede Bayu Pratama, Marwan Hakim, Mida Agustina, Mursyidhan Ariefbillah A.M., Nurhidayatullael Nurhidayatullael, Puwi Mashum Asyz, Vanny Ramdhiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

