PENGARUH KEPADATAN SPAT KERANG MUTIARA (PINCTADA MAXIMA) DENGAN METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP

Muhammad Junaidi, Zaenal Ahmad, Baiq Hilda Astriana

Abstract

Abstrak : Penelitian kepadatan spat kerang mutiara yang dipelihara di alam perlu terus dilakukan karena belum ada patokan tingkat kepadatan yang sesuai untuk usaha komersial. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup spat kerang mutiara (Pinctada maxima).  Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, yakni perlakuan A (60 ind/poket), B (75 ind/poket), C (90 ind/poket), D (105 ind/poket), dan perlakuan E (120 ind/poket). Ukuran spat yang digunakan rata-rata 1 cm pada poket (keranjang pemeliharaan) 45x60 cm2. Hasil penelitian selama 45 hari menunjukan bahwa pertumbuhan pada semua perlakuan tidak berbeda nyata, namun pertumbuhan terbaik dengan nilai 0,70 cm untuk pertumbuhan mutlak dan 0,69% untuk laju pertumbuhan harian dimiliki oleh kepadatan yang rendah yakni 60 ind/poket, disusul oleh perlakuan lainnya seperti perlakuan B,C,D, dan E. Hasil uji ANOVA, SR didapatkan hasil persentase yang berbeda nyata, yakni terdapat pada perlakuan A (60 ind/poket) dengan nilai SR 90,44% dan pada perlakuan E (120 ind/poket) dengan nilai SR 74,44%. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa padat penebaran yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan spat kerang mutiara, namun berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup (SR) spat kerang mutiara (Pinctada maxima) yang dipelihara selama 45 hari.

Kata kunci : Pertumbuhan, kelangsungan hidup, spat, Pinctada maxima

Abstract : The study of pearl shell spat density maintained in nature needs to be continued because there is no standard level of density suitable for commercial businesses. Therefore a study was conducted with the aim of knowing the effect of density on growth and survival rate of pearl oyster spat (Pinctada maxima). The method used is Randomized Block Design (RBD) consisting of 5 treatments and 3 replications, namely treatment A (60 ind / pocket), B (75 ind / pocket), C (90 ind / pocket), D (105 ind / pocket) ), and treatment E (120 ind / pocket). The size of the spat used was 1 cm on the pocket (maintenance basket) 45x60 cm2. The results of the 45-day study showed that growth in all treatments was not significantly different, but the best growth was 0.70 cm for absolute growth and 0.69% for the daily growth rate owned by a low density of 60 ind / pocket, followed by treatment others such as treatment B, C, D, and E. The results of the SR ANOVA test showed that the percentage results were significantly different, which were found in treatment A (60 ind / pocket) with SR values of 90.44% and in treatment E (120 ind / pocket) with an SR of 74.44%. Based on the results of the study, it was concluded that the different stocking densities had no significant effect on the growth of pearl shell spat, but significantly affected the survival rate (SR) of pearl shell spat (Pinctada maxima) which was maintained for 45 days.

Keywords: growth, survival rate, spat, Pinctada maxima.

Keywords

pertumbuhan, kelangsungan hidup, spat, Pinctada maxima

Full Text:

PDF

References

Anwar, K. et al. (2004) ‘Food Habits of Pearl Oyster Pintada maxima in the Gulf of Sekotong , Lombok’, J. Ilmu-Ilmu Periaran dan Perikanan Indonesia., 2(2), pp. 73–79.

Deng, Y. et al. (2013) ‘Growth and Survival of Pearl Oyster Pinctada maxima Spat Reared under Different Environmental Conditions’, Journal of Shellfish Research, 32(3), pp. 675–679. doi: 10.2983/035.032.0308.

Dody, S. (2017) ‘Uji coba penerapan teknologi budidaya kerang mutiara (Pinctada maxima) di Perairan Ternate Selatan, Maluku Utara’, Prosiding Seminar Nasional KSP2K II, 1(2), pp. 167–173.

Habib, A. H. Al et al. (2018) ‘Pemetaan Daerah Potensial Budidaya Tiram Mutiara (Pinctada Maxima) Menggunakan Citra Satelit Berdasarkan Parameter Hidrometeorologi Terhadap Pola Musiman Di Perairan Lombok, Nusa Tenggara’, in Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya), pp. 1–13. doi: 10.20961/prosidingsnfa.v3i0.28500.

Hamzah, M. S. (2015) ‘Pressure changes in media maintenance of shell pearl (Pinctada maxima) larvae on protease enzyme activity enhancing growth and survival’, J. Ilmu dan Tek Kelautan Tropis, 7(2), pp. 655–670.

Hamzah, M. S. & Nababan, B. (2009) ‘The growth and survival study of pearl oyster seeds (Pinctada maxima) based on the difference depth levels in Kapontori Bay, Buton Island’, 1(2), pp. 22–32.

Jamilah (2015) ‘Analisis hidro-oseanografi untuk budidaya tiram mutiara di perairan Baubau’, J. Biotek, 3(2), pp. 92–105.

Kota, R. (2016) ‘Pengaruh Kedalaman Terhadap Kelangsungan Hidup (Survival Rate) Benih Tiram Mutiara (Pinctada maxima) Stadia Spat’, Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 9(1), pp. 30–38. doi: 10.29239/j.agrikan.9.1.30-38.

Kotta, R. (2017) ‘Pertumbuhan dan perkembangan spat tiram mutiara (Pinctada maxima ) di Perairan Ternate Selatan Pulau Ternate’, in Prosiding Seminar Nasional KSPK II, pp. 158–166.

Kristiningrum, E. & Bendjamin, B. (2018) ‘Standardization Support on Pearl Oyster Cultivation’, J. Standarisasi, 20(2), pp. 147–158.

Oktaviani, T., Cokrowati, N. & Astriana, B. H. (2018) ‘The survival rate of pearl shell spat with differnet densities at the Marine Aquaculure Center Lombok’, Jurnal Kelautan, 11(1), pp. 47–55. doi: 10.21107/jk.v11i1.3136.

Rosanawita, R., Dewiyanti, I. & Octavina, C. (2017) ‘Effect of Different Stocking Density on the Growth and Survival Ratess of Oyster Spats (Crassostrea sp.)’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 2(1), pp. 213–220.

Sinaga, S. G., Hartoko, A. & Wisnu, R. (2015) ‘Analysis of Seawater Suitability Pari Island Water as a Pearl Oyster (Pinctada maxima) Cultivation Using Remote Sensing and Geographic Information System Application’, Journal of Aquaculture Management and Technology, 4(2), pp. 100–108.

Sudewi et al. (2010) ‘Nursery of pearl oyster, Pinctada maxima at different depth’, J. Fish. Sci., 12(2), pp. 57–63.

Sutaman (1993) Tiram Mutiara Teknik Budidaya dan Proses Pembuatan Mutiara. Yogyakarta: Kanisius.

Taufik, N. et al. (2007) ‘Pertumbuhan Tiram Mutiara ( Pinctada maxima ) pada Kepadatan Berbeda’, Ilmu Kelautan, 12(1), pp. 31–38.

Taylor, J. J., Rose, R. A. & Southgate, P. C. (1997) ‘Effects of stocking density on the growth and survival of juvenile silver-lip pearl oysters (Pinctada maxima, Jameson) in suspended and bottom culture’, Journal of Shellfish Research, 16(2), pp. 569–572.

Tomatala, P. (2014) ‘Effectiveness of using frame net in spacing process of pearl oyster seeds, Pinctada maxima’, Budidaya Perairan, 2(1), pp. 1–6.

Wardana, I. K., Sudewi, & Muzaki, A., et al. (2014) ‘Profile of pearl oyster (Pinctada maxima) seeds resulted from controlled spawning’, J. Oseanologi Indonesia, 1(1), pp. 6–11.

Wardana, I. K., Sudewi, & Supii, A. I., et al. (2014) ‘Seleksi benih tiram mutiara (Pinctada maxima) dari hasil pemijahan induk alam dengan karakter nacre putih’, Jurnal Riset Akuakultur, 9(1), p. 1. doi: 10.15578/jra.9.1.2014.1-13.

Wardana, I. K. et al. (2015) ‘Performa benih tiram mutiara (Pinctada maxima) dari hasil persilangan induk alam’, Jurnal Riset Akuakultur, 10(3), pp. 357–369. doi: 10.15578/jra.10.3.2015.357-369.

Winanto, T. (2004) Memproduksi benih tiram mutiara. Jakarta: Penebar Swadaya.

Winanto, T., Marasabessy, M. D. & Dody, S. (2016) ‘Kepadatan Optimum dan Morfologi Spat Tiram Mutiara Pinctada maxima (Jameson) pada Pemeliharaan dengan Tingkat Kepadatan Berbeda’, OMNI Akuatika, 12(3), pp. 138–143.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.