STRUKTUR POPULASI IKAN EKONOMIS PENTING PADANG LAMUN DI TELUK EKAS LOMBOK TIMUR

Muh Fahmi Zuhdi, Karnan Karnan, Abdul Syukur

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menilai status dan struktur populasi ikan ekonomis penting padang lamun di Teluk Ekas. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan pukat pantai (Beach seine) dengan metode swept area pada bulan Mei-Juni 2016. Analisis data pada penelitian ini yaitu analisis data kelimpahan relatif individu ikan menggunakan formula KR=Ni/N x 100 selanjutnya analisis hubungan panjang dan berat menggunakan rumus W= aLb. Hasil pada penelitian ini ditemukan empat spesies ikan ekonomis penting yaitu Siganus gutatus, Siganus canaliculatus, Hemiramphus archipelagicus dan Terapon jarbua. Kelimpahan ikan ekonomis penting yaitu Siganus gutatus sebesar 33,60% dan yang paling rendah Terapon jarbua sebesar 21,24%. Sebaran panjang masing-masing spesies ikan yaitu Siganus guttatus 61-70 mm (46,6%). Siganus canaliculatus, sebaran panjang yang paling tinggi yaitu pada rentang 71-80 mm sebesar (33,1%). Hemiramphus archipelagicus, sebaran panjang yang paling tinggi yaitu pada rentang 131-150 mm sebesar (36,3%). Terapon jarbua, sebaran panjang yang paling tinggi yaitu pada rentang 91-100 mm sebesar (26,8%). Hubungan panjang dan berat ikan yang diperoleh menunjukkan bahwa pola pertumbuhan semua spesies adalah allometrik negatif. Dapat disimpulkan bahwa tingginya kelimpahan jenis ikan ekonomis penting yang berasosiasi dengan padang lamun yang berukuran juvenil sebagai indikator fungsi ekologi lamun sangat vital untuk ikan dapat survive.

Kata Kunci : Padang Lamun, Distribusi dan Keragaman Ikan Ekonomis Penting.

Abstract : This research aims to assess the stattus and population structure of economically important fish seagrass beds. The sampel was taken by using beach seine with swept area method on Mei-Juni 2016. The data analysis of this research was the analysis of abundance relativity of individual fish by using formula . Then data analysis of lenght and weight relationship using the formula W=aLb.The result of this research, it was found that four species of economically important fish they are Siganus guttatus, Siganus canaliculatus, Hemiramphus archipelagicus and Terapon jarbua. The results abundance of economically important fish was highest in Siganus gutatus with the percentage of 33.60% and the lowest in fish Terapon jarbua with the percentage of 21.24. The distribution of each species was Siganus guttatus the length of distribution highest in the range 61-70 mm with the percentage of 46,6%, Siganus canaliculatus the length of distribution highest in the range 71-80 mm with the percentage of 31,3%, Hemiramphus archipelagicus the length of distribution highest in the range 131-150 mm with the percentage of 36,6%, Terapon jarbua the length of distribution highest in the range 91-100 mm with the percentage of 26,8%. The correllation beetwen length and weight showed that the form of all species was allometrik negatif. It can be concluded that the high number of abundance of economically important juveniles fish which was associated with seagrass as the indicator of ecological function of seagrass ecology was vital in order that fish able to survive.

Keywords : Seagrass beds, Distribution and Variation of Economically Important F

Keywords

Seagrass beds, Distribution and Variation of Economically Important Fish.

Full Text:

PDF

References

Ambo Rappe, R. (2010). Sturktur Komunitas Ikan padang Lamun yang berbeda di Pulau Barrang Lompo. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 2(2):62-73.

Anand & Pita (2011). Lenght and Weight Relationship in Siganus canaliculatus at Indian Coastal. Fish base.

Ball, D.V. & K.V. Rao (1984). Marine Fisheries. New Delhi : Hill Publishinng Company.

Bachtiar, I. (2016). Statistika Dasar Pendidikan Biologi. Mataram : Universitas Mataram.

Bengen, D. G. (2004). Ekosistem Pesisir dan Laut. Sinopsis. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut IPB. Bogor.

Bortone, S.A. (2000). Seagrasses: Monitoring, Ecology, Physiology and management. CRC Press. Boca Raton, Florida, 318p.

Carpenter, K. E. (1999). The Living Marine Resources Of The Westren Central Pasific. FAO Spesies Identificatio Guide For Fishery Purpose. ISSN 1020-6868, 2149-2196.

de la Torre–Castro, M. & P. Rönnbäck (2004). Links between humans and seagrasses an example from tropical East Africa. Ocean and Coastal Management., 47: 361–387.

Duray (1998). Biologi and Cultures of Siganids. Philiphine : Aquaculture Departement.

Effendi, M. (1979). Metode Biologi Perikanan. Bogor :.Yayasan Dewi Sri.

Fahcrul, M. F. (2012). Metode Sampling Bioekologi. Jakarta : Bumi Aksara.

Hutomo, M. (1985). Telaah Ekologik Komunitas Ikan padang lamun (Seagrass,Antophyta) di perairan Teluk Banten. Disertasi Fakultas Pasca Sarjana IPB. Bogor. 299 pp.

Hutomo, M. & Teguh P. (1996). Diversity, Abudance, and Diet of Fish in The Seagrass Beds of Lombok Island, Indonesia Hlm 205-212. In Seagrass Biology : Procedings of International Workshop. Rottnes Island. Faculty of Science, University of Wester Australia.

Julius, F, W., Emil, R & Ivor, L. (2011). Kajian Perikanan Tangkap Ikan Julung-Julung, Hyporhampus affinis di Perairan Kabupaten Kepulauan Sanghie. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. VII-2.

Karnan, L. Japa & A. Raksun (2015). Analisis Struktur Komunitas Sumberdaya Ikan Padang Lamun di Teluk Ekas Lombok Timur, Jurnal Biologi Tropis, 16 (Januari-April) 2016.

Kordi M.G.H. (2009). Budidaya Perairan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Kuiter, R.H & T, Tonozuka (2001). Indonesian Reef Fishes. Part 3. Jawfishes Sunfishes. Zoonetic Melbourne. Australia. 123 pp.

Latuconsina, H, M. N. Nessa & R. A. Rappe (2011). Asosiasi Ikan Baronang Pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Tanjung Tiram –Teluk Ambon Dalam. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis.

Lavergene, H. Jazorz, U. & Sellin, L. (2013). Length-weight relationship andseasonal e_ects of the Summer Monsoon on condition factor of Terapon jarbua (Forssk_al, 1775) from the wider Gulf of Aden including Socotra Island. HAL. University Of Brest.

Leatemia, R.J. (1995). Analisa struktur populasi ikan puri putih (Stelaphorus indicus Van Hasselt, 1823) yang tertangkap bagan di perairan Teluk Tuhaha. Skripsi Fakultas Perikanan Universitas Patimura, Ambon.

Lelono TD. (2007). Dinamika populasi dan biologi ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang tertangkap dengan purse seine di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi Trenggalek, p.1-11. In: Prosiding: Seminar nasional tahunan IV hasil penelitian perikanan dan kelautan 28 Juli 2007. Jurusan Perikanan dan Kelautan. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Manoharan, J. (2013). Lenght and Weight Relationship of Crescent Perch Terapon jarbua from Parangpettai Coast, South East Coust of India. Journal of Aquaculture Research and Development. ISSN: 21155-9546.

Mawardi I. (1997). Daya Saing Indonesia Timur Indonesia dan Pengembangan Ekonomi Terpadu. Jakarta (ID): Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi & Sosial.

Mayunar (1996). Beberapa Apek Biologi Ikan Baronang, Siganus canaliculatus. Oseana, 17(4) : 177 – 193

Munira (2010). Distribusi dan potensi stok ikan baronang (Siganus canaliculatus) di padang lamun Selat Lonthor, Kepulauan Banda- Maluku. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana IPB. Bogor. 88 pp.

Nandikeswari, R., Sambasiman, M., Anandan, V. (2014) Length and Weight Relationship of Terapon jarbua from Puducherry Waters. International Journal of Biological, Biomolecular, Agricultural, Food and Biotechnological Engineering, 8 (3): 2014.

Nasution, S.H. (2004). Distribusi dan Perkembangan Gonad Ikan Endemik Rainbow Selebensis (Telmatherina celebensis Boulenger) di Danau Towuti, Sulawesi Selatan. Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor. 88 hal.

Peristiwady T. (2006). Ikan-Ikan Laut Ekonomis Penting: Petunjuk Identifikasi. Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI.

Phil & E. Heemstra (2004). Coastal Fishes Of Shouthern Africa. Africa : Pearl Print.

Price, A., Sheppard, C. & Roberts, C. (1993). The Gulf: its biological setting. Marine Pollution Bulletin, 27 : 9-15

Preen, A. (2004). Distribution, Abundance and Concervation status of Dugongs and doplhins in the southern and western Arabian gulf. Biological Concervation, 118 : 205-218.

Riduwan (2007). Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.

Setyono, Djoko, D.E., et al. (1985). Komunitas Ikan Didaerah Padang Lamun Dan Terumbu Karang Perairan Tanibar. Maluku Tenggara. Periaran Maluku Tenggara : 17-27.

Sharifuddin (2011). Ichtiologi. Makasar: Universitas Hasanudin.

Stephanie, T & Anne, M, S. (2006). Management and Conservation of Seagrass in New Zealand. Science and Tehnical Publishing: Wellington, New Zealand.

Syukur, A., Wardiatno, Y., Muchlis, I. & Mukhlis, M. (2012). Keanekaragaman Jenis Ikan Pada Padang Lamun Di Perairan Tanjung Luar Lombok Timur. J. Biologi Tropis, 13.

Syukur, A., Wardiatno, Y., Muchlis, I. & Mukhlis, M. (2014). Status Trofik Ikan yang Berasosiasi dengan Lamun (Seagrass) di Tanjung Luar Lombok Timur Di Perairan Tanjung Luar Lombok Timur. J.Biologi Tropis, 14.

Teddy, T. (2013). Diversitas Ikan Pada Komunitas Padang Lamun Di Pesisir Perairan Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara. Seminar Nasional Sains dan Teknologi, (5) : 1-12.

Tsu, C, M., Sin, C, L. & Wan, N,T. (1990). Reproductive Biology of Terapon Jarbua from the Estuary of Thamsui River. Jurnal Of Fish. Taiwan, 17 (1).

Vousden, D. (1995). Bahrain Marine Habitats and some Environmental Effect on Seagrass Bed. A Study of marine habitats of bahrain with particular reference to the effect of water temperature, depth and salinity on seagrass biomass and distribution, PhD. Univerity of Wales, Bangor.

Widya, D. P. (2014). Jenis dan Struktur Populasi Ikan Baronang (Siganus spp) di Perairan Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Skripsi S1. Universitas Padjadjaran. Jatinagor.

Yamaoka, K., H Kita & Taniguchi, N. (1994). Genetic Relationship In Siganids From Southern Japan. 294-316. In Procedings Fourth Indo- Pacific Fish Conference. Kasetsart University. Bangkok Thailand.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.