Potensi dan Pemanfaatan Satwa liar di kampung Pasir Putih kabupaten Fakfak Papua Barat

Deny Anjelus Iyai, Yusak Sada, Johan F. Koibur, Aisyah Bauw, Meliza Worabay, Muhammad J. Wajo, Stepanus Pakage, Hengky Wambrauw

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara megabiodiversiti terutama jenis mamalia, reptilian dan avifauna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas pemanfaatan satwa liar di kampung Pasir Putih, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak.  Dalam penelitian ini objek pengamatan adalah potensi dan pemanfaatan satwa liar di kampung Pasir Putih Kabupaten Fakfak. Variabel pengamatan yang digunakan meliputi informasi dasar tentang jenis satwa liar, status satwa liar berdasarkan IUCN, tujuan pemanfaatan, cara berburu, frekuensi berburu, tingkat keberhasilan berburu, dan jumlah anggota berburu. Data yang diperoleh dianalisis secara tabulasi dan deskriptif untuk memperoleh gambaran objektif kondisi satwa liar yang ada di kampung Pasir putih Kabupaten Fakfak, provinsi Papua Barat. Hasil penelitian diketahui bahwa penduduk di kampung Pasir putih, masih melakukan aktivitas berburu walaupun tidak intens. Beberapa hewan yang dimanfaatkan meliputi hewan avifauna, mamalia dan reptil (herpet). Beberapa hewan masuk dalam kategori terancam punah (VU) oleh Redlist IUCN. Perburuan relatif sulit menggunakan jerat dan anjing berburu, frekuensinya relatif masih rendah dan dengan itu tidak dilakukan secara kolegial karena tingkat kesulitan.

Kata kunci: perburuan; satwa liar; pemanfaatan satwa liar; redlist IUCN; Fakfak.

Abstract: Indonesia is a mega biodiversity country especially mammals, reptils and avifauna. This study aims to determine the intensity of wildlife utilization in the village of Pasir Putih, Central Fakfak District, Fakfak Regency. In this study the object of observation is the potential and utilization of wildlife in the Pasir Putih village of Fakfak Regency. Observation variables used included basic information about wildlife species, wildlife status based on IUCN, purpose of use, hunting methods, hunting frequency, hunting success rate, and number of hunting members. The data obtained were tabulated and descriptive analyzed to obtain an objective picture of the condition of wild animals in the Pasir Putih village of Fakfak Regency, West Papua province. The results of the study revealed that residents in the white sand village, still doing hunting activities although not intense. Some of the animals used include Avifauna, mammals and reptiles (herpet). Some animals are in the endangered category (VU) by the IUCN Redlist. Hunting is relatively difficult using snares and hunting dogs, its frequency is still relatively low and hence it is not done collegially because of the difficulty level.  

Keywords: hunting; wild animal; utilization of wild animals; IUCN redlist; Fakfak.

Keywords

Kata kunci: perburuan, satwa liar, pemanfaatan satwa liar, redlist IUCN, Fakfak.

Full Text:

PDF

References

Arini, D.I.D. (2011). “Avifauna Penghuni Hutan Kobe Kawasan Taman Nasional Aketajawe.” Info BPK Manado, 2011.

BBKSDA, PB. (2020). “Cagar Alam Pegunungan Fakfak.” 2020. https://bbksda-papuabarat.com/ca-pegunungan-fakfak/.

BPS Fakfak, Kabupaten (2019). Distrik Fakfak Tengah Dalam Angka 2019. https://fakfakkab.bps.go.id/publication/2020/01/01/9ea843ca408bf592a28f925e/statistik-daerah-kabupaten-fakfak-2019.html.

———. (2020). Kabupaten Fakfak Dalam Angka 2020: Penyediaan Data Untuk Perencanaan Pembangunan. https://fakfakkab.bps.go.id/publication/2020/02/28/0ebc0a26d96ea8715418e44f/kabupaten-fakfak-dalam-angka-2020--penyediaan-data-untuk-perencanaan-pembangunan.html.

Chrystanto, C, S Asiyatun & R Margareta (2014). “Keanekaragaman Jenis Avifauna Di Cagar Alam Keling II/III Kabupaten Jepara Jawa Tengah.” Indonesia Journal of Conservation 3 (1): 1–6.

Gunarso, P., T. Setyawati, T. Sunderland & C. Shackleton (2009). Pengelolaan Sumberdaya Hutan Di Era Desentralisasi. Vol. 3. Bogor. http://www.cifor.cgiar.org.

Hartono, BT. (2016). Dilema Pemilihan Kenekaragman Hayati Dan Orkestrasi Konservasi Tumbuhan Hutan. Edited by Nina Mindawati, M Bismark, and Lutfy Abdullah. 1st ed. Bogor: FORDA Press.

Hidayat, Oki (2018). “Jenis-Jenis Tambahan Avifauna Hutan Penelitian Oilsonbai.” Warta Cendana, 2018. http://www.foristkupang.org.

Iyai, DA, AG Murwanto & AM Killian (2011). “Hunting and Ethnozoology Systems of Monitor Lizards ( Fam . Varanidae ) Utilized by Yaur Tribe at National Park of Cenderawasih Gulf.” Biota 16 (2): 3. https://doi.org/DOI:10.24002/biota.v16i2.110.

Iyai, Deny (2011). “Sistim Perburuan Dan Etnozoologi Biawak (Famili Varanidae) Oleh Suku Yaur Pada Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih.” Journal of Biota. https://doi.org/10.24002/biota.v16i2.110.

Kamaluddin, A, G.D Winarno & B.S Dewi (2019). “Keanekaragaman Jenis Avifauna Di Pusat Latihan Gajah ( PLG ) Taman Nasional Way Kambas Diversity of Avifauna at the Elephant Training Center.” Jurnal Sylva Lestari 7 (1): 10–21. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23960/jsl1710-21.

Kartikasari, S.N., A.J. Marshall & B.M. Beehler (2012). Seri Ekologi Indonesia, Jilid VI: Ekologi Papua. VI. Jakarta. www.obor.or.id.

KEHATI (2017). “Annual Report KEHATI 2017.” Jakarta. http://www.kehati.or.id.

Keiluhu, Henderina Josefina (2013). “The Impact of Hunting on Victoria Crowned Pigeon (Goura Victoria: COLUMBIDAE) in the Rainforests of Northern Papua, Indonesia.”

Kristiawan, IMN, NLP Sriyani & INT Ariana (2019). “Peternakan Tropika.” Peternakan Tropika 7 (2): 711–22. https://ojs.unud.ac.id/index.php/tropika/issue/view/3122.

Kusumaningrum, Elizabeth Novi & Budi Prasetyo (2014). “Ulasan Kritis Tentang Teori Biogeografi Pulau 1,2,” 14–27.

Lake, Long, Laban Nyarit & Long Jalan. n.d. (2004). Lingkungan Dan Pandangan Masyarakat Lokal Mengenai Berbagai Lanskap Hutan.

Linggarjati, B.D, N.K Dewi, U.N Khasanah & Yuliana (2014). “Diversitas Jenis Dan Kemelimpahan Avifauna Di Sub Urban Kota Madiun Bagian Barat.” Jurnal Florea 1 (2): 1–7.

MacKinnon, K. (1992). Nature’s Treasurehouse the Wildlife of Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mangunjaya, F, H.S Prabowo, I.S.L Tobing, A.S Abbas, C Saleh, Sunarto, M Huda & T.M Mulyana (2014). Pelestarian Satwa Langka Untuk Keseimbangan Ekosistem. Jakarta: Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber daya alam Majelis Ulama Indonesia.

Moleong, Lexy J. (1991). Metode Penelitian Kualitatif. 3rd ed. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.

Nurtjahya, Eddy, Dede Setiadi, E D I Guhardja, Yadi Setiadi, Arif Nurkanto, Bambang Pujiasmanto & Jody Moenandir (2007). “Populasi Collembola Di Lahan Revegetasi Tailing Timah Di Pulau Bangka.” Biodiversitas, Journal of Biological Diversity 8 (4): 309–13. https://doi.org/10.13057/biodiv/d080413.

Pattinama, M J. (2009). “Pengentasan Kemiskinan Dengan Kearifan Lokal (Studi Kasus Di Pulau Buru-Maluku Dan Surade-Jawa Barat).” Makara, Sosial Humaniora 13 (1): 1–12. https://doi.org/10.7454/mssh.v13i1.195.

Pattiselanno, F. (2003). “The Wildlife Hunting in Papua.” Biota 11 (1): 60–61. https://doi.org/https://doi.org/10.24002/biota.v11i1.2824.

Pattiselanno, F, JRM Apituley, AYS Arobaya & JF Koibur (2019). “Using Wildlife for Local Livelihood – Experiences from the Bird ’ s Head Peninsula , West Papua , Indonesia.” Biodiversitas, Journal of Biological Diversity 20 (7): 1839–45. https://doi.org/10.13057/biodiv/d200708.

Pattiselanno, F. & AYS Arobaya (2011). “SUBSISTENCE INDIGENOUS HUNTING IN PAPUA : DOES IT SUSTAINABLE ? ( Perburuan Subsistens Di Papua : Apakah Lestari ?).” Media Konservasi 16 (2): 95–100.

———. (2013). “Managing Tropical Forest for Indonesian Papuan ’ s Livelihood Papua : Centre of Biodiversity and Cultural Diversity Native Papuans and Forests.” In Institute of Foresters of Australia National Conference, 207–15.

Pattiselanno, F. & JF Koibur (2008). “Cuscus ( Phalangeridae ) Hunting by Biak Ethnic Group in Surrounding North Biak Strict Nature Reserve , Papua.” Hayati Journal of Biosciences 15 (3): 130–34. https://doi.org/https://doi.org/10.4308/hjb.15.3.130

Pattiselanno, F, J Manusawai, AYS Arobaya & H Manusawai (2015). “Pengelolaan Dan Konservasi Satwa Berbasis Kearifan Tradisional Di Papua.” J. Manusia Dan Lingkungan 22 (1): 106–12.

Pattiselanno, F. & G Mentansan (2010). “Perburuan Satwa Sebagai Penunjang Pelestarian Satwa.” Makara, Sosial Humaniora 14 (2): 75–82. https://doi.org/10.7454/mssh.v14i2.664.

Prabowo, A, I Dewantara & H. Prayogo (2019). “Keanekaragaman Avifauna Diurnal Pada Kawasan Mempawah Mangorve Park Dan Sekitarnya Di Desa Pasir Kabupaten Mempawah.” JUrnal Hutan Lestari 7 (1): 316–26. http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfkh/article/view/31845.

Rahadian, R, H Wiradarma, A Kurniawan & I.M Tamar. (2019). “The Species Diversity of Avifauna in Bukit Cinta Klaten in Supporting the Development of Birdwatching Area of Gunung Gajah Village Klaten The Species Diversity of Avifauna in Bukit Cinta Klaten in Supporting the Development of Birdwatching Area of Gunung.” In INSPINSA 2018, 9. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1217/1/012164.

Salosa, Susan Trida, San Afri Awang, Priyono Suryanto, Hadi Purwanto, Bulaksumur Yogyakarta, Fakultas Kehutanan & Universitas Gadjah Mada. (2014). “ALAM PEGUNUNGAN ARFAK ( Forest in Hatam Community Live on Arfak Mountains Natural Reserve Environment ) Program Doktoral Program Studi Ilmu Kehutanan , Universitas Gadjah Mada ,.” J. Manusia Dan Lingkungan 21 (3): 349–55. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jml.1856.

Sileuw, A., D.R. Muhtaman, H. Arief, K. Santoso, L.B. Prasetyo, P. Nurwata & I. Mansyur (2013). “Panduan Pengelolaan Dan Pemantauan Nilai Konservasi Tinggi.” Jakarta.

Sunarmi, S. (1998). “Melestarikan Keanekaragaman Hayati Melalui Pembelajaran Di Luar Kelas Dan Tugas Yang Menantang.” Jurnal Pendidikan Biologi 6 (1): 38–49. http://journal.um.ac.id/index.php/jpb/article/view/7824/0.

Utami-Atmoko, S S, Saputra F, Suwarso, H Z Husein, K Triandika & D Fahrizal (2017). “Keanekaragaman Hayati Blok Sembakung Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.”

Walujo, E.B. (2011). “Keanekaragaman Hayati Untuk Pangan.” In KIPNAS X. LIPI, 1–9.

Weyah, Wes, HJ Keiluhu & AK Karim (2018). “Wildlife Use in Lapua Community of Kaureh, Papua.” Jurnal Biologi Udayana 22 (2): 51–58. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/JBIOUNUD.2018.v22.i02.p01.

Widjaya, E.A., Y. Rahayuningsih, J.S. Rahajoe, R. Ubaidillah, I. Maryanto, W. Walujo & G. Semiadi (2014). Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014. LIPI.

Yin, RK. (2000). Studi Kasus; Desain Dan Metode. Penerbit PT. Radja Grafindo Persada. Jakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.