Pengaruh Variasi pH Terhadap Kemampuan Bakteri dalam Dekolorisasi Limbah Cair Gula Rafinasi

Lailatus Sadiyah, Kinanti Ayu Puji Lestari

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri indigenus dalam mendekolorisasi limbah cair gula rafinasi dalam berbagai pH.Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan acak lengkap dengan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa: 1) jumlah bakteri indigenus pendekolorisasi limbah; 2) pengukuran nilai dekolorisasi; 3) nilai Log TPC; 4) identifikasi tiga bakteri dengan nilai dekolorisasi tertinggi. Hasil isolasi dan uji dekolorisasi menunjukkan bahwa terdapat sembilan bakteri indigenus yang mampu mendekolorisasi zat warna melanoidin. Sembilan bakteri indigenus tersebut yang memiliki kemampuan dekolorisasi terbaik secara berturut-turut yaitu DC2, DC4 dan DC1 dengan nilai dekolorisasi masing yaitu, 29,59±0,061, 23,68±0,055, dan 22,85±0,038. Adapun nilai Log TPC berkisar antara 9,2 – 4,5. Sedangkan pH terbaik untuk dekolorisasi ketiga bakteri tersebut adalah 11. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ketiga bakteri terbaik tersebut adalah Bacillus sp dan Pseudomona diminuta. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menguraikan melanoidin atau dekolorisasi limbah cair gula rafinasi dapat menggunakan bakteri indigenus yg bias diisolasi dari limbah itu sendiri.

Keywords

Biodegradasi; Dekolorisasi; Melanoidin; Gula rafinasi; Bacillus sp; Pseudomonas diminuta

Full Text:

PDF

References

. Naik, N. M., Jagadeesh, K. S., & Alagawadi, A. R. (2008). Microbial decolorization of spentwash: a review. Indian Journal of Microbiology, 48(1), 41-48.

. Garrity, G. (2007). Bergey's Manual® of Systematic Bacteriology: Volume 2: The Proteobacteria, Part B: The Gammaproteobacteria (Vol. 2). Springer Science & Business Media.

. Chandra, R., Bharagava, R. N., & Rai, V. (2008). Melanoidins as major colourant in sugarcane molasses based distillery effluent and its degradation. Bioresource Technology, 99(11), 4648-4660.

. Evershed, R. P., Bland, H. A., van Bergen, P. F., Carter, J. F., Horton, M. C., & Rowley-Conwy, P. A. (1997). Volatile compounds in archaeological plant remains and the Maillard reaction during decay of organic matter. Science, 278(5337), 432-433.

. Handrianto prasetyo. (2018). Mikroorganisme pendegradasi TPH (Total Petroleum Hydrocarbon) sebagai agen bioremediasi tanah tercemar minyak bumi : Review. Jurnal Sains Health, 2

. Kumar, P., & Chandra, R. (2006). Decolourisation and detoxification of synthetic molasses melanoidins by individual and mixed cultures of Bacillus spp. Bioresource Technology, 97(16), 2096-2102.

. Lestari K., 2016. Aktivitas Enzim Bakteri Potensial Yang Berperan Dalam Dekolorisasi Limbah Cair Pabrik Gula Rafinasi. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/29118

. Mohana, S., Desai C., Madamwar D., (2007). Biodegradation anddecolourisation of anaerobically treated distillery spent wash by anovel bacterial consortium. Bioresource Technology. 98, 333–339

. Pazouki, M., J. Shayegan dan A. Afshari, (2008). Screening of microorganisms for decolorizationof treated distillery wastewater. Iran. Journal Science Technology. 32: 53-60.

. Sa’diyah Lailatus. (2016). Isolasi bakteri indigenus limbah cair pabrik gula rafinasi dan potensinya dalam dekolorisasi melanoidin. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/29109

. Tiwari Soni, Rajeeva Gaur, Priyanka Rai dan Ashutosh Tripathi. (2012). Decolorization of Distillery Effluent by Thermotolerant Bacillus subtilis. American Journal of Applied Sciences 9 (6): 798-806.

. Seyis, I. and T. Subasing, (2009). Screening of differentfungi for decolorization of molasses. BrazilianJ. Microbiol., 40: 61-65.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.