Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA dengan Model Problem Based Learning Berbasis Outdoor Learning

Dwi Supriyantoro, Meini Sondang Sumbawati, Nurmida Catherine Sitompul

Abstract

Pengembangan perangkat pembelajaran digunakan sebagai salah satu cara dan upaya mengatasi permasalahan belajar. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan di sekolah khusunya di Sekolah Menengah Pertama pada akhir-akhir ini banyak yang menyelenggarakan kegiatan belajar di luar kelas atau yang lebih dikenal dengan Outdoor Learning. Kenyataan di lapangan ternyata banyak sekolah penyelenggara yang mengadakan kegiatan Outdoor Learning belum menggunakan perangkat pembelajaran yang mendukung dan identik dengan pembelajaran di luar kelas. Seperangkat pembelajaran yang dirancang khusus untuk keperluan proses pembelajaran. Prosedur pengembangan ini menurut 10 tahapan model pengembangan Borg & Gall. Perangkat pembelajaran ini berupa produk silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), diharapkan dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, membantu guru sebagai fasilitator dan lebih mengoptimalkan pembelajaran. Hasil penilaian ahli isi mata pelajaran terhadap perangkat pembelajaran rerata dalam kualifikasi sangat baik, hasil penilaian ahli desain terhadap perangkat pembelajaran rerata dalam kualifikasi sangat baik, hasil uji coba perorangan terdapat koreksi diantaranya: 21 kesalahan pengetikan, 7 kesalahan penggunaan tanda baca, 6 kesalahan penulisan huruf kapital dan huruf kecil, dan 2 pemakaian kata yang sulit dipahami. Hasil uji lapangan peserta didik kualifikasi baik dan respon positif peserta didik 82% kategori baik, hasil penilaian dan tanggapan guru mata pelajaran kualifikasi sangat baik. Hasil antara pre tes dan pos tes menggunakan derajat kebebasan 29 dan taraf signifikansi 0,05 ,diperoleh melalui uji-t taraf korelasi data pretes dan pos tes 0,547 dan tingkat signifikansi 0,001 dan uji t = -6,733, df = 35.  Nilai signifikasi 0,001 < 0,05; maka terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre tes dan pos tes. Dan nilai signifikasi (2-tailed) = 0,000 dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan mean yang signifikan antara pre tes dan post tes siswa kelas VIII B sebelum dan sesudah menggunakan perangkat pembelajaran IPA model PBL berbasis outdoor learning. Hal ini menunjukkan perangkat pembelajaran IPA model PBL berbasis outdoor learning efektif untuk digunakan.

Keywords

Perangkat Pembelajaran; Pembelajaran IPA; Model Problem Based Learning; Outdoor Learning

Full Text:

PDF

References

Atmojo, S.E. 2013. “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Peningkatan Hasil Belajar Pengelolaan Lingkungan”. Jurnal Kependidikan,43(2), 134-143.

Chodijah, S., Fauzi, A., & Wulan, R. 2012. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Guided Inquiry Yang Dilengkapi Penilaian Portofolio Pada Materi Gerak Melingkar”. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika 1-19 Universitas Negeri Padang

Darojah, Z. 2016. “Pengembangan bahan ajar IPA berbasis Outdoor learning pada Materi Sumber Energi Dan kegunaannya kelas II MI Nahdlatul Ulama Kedung cangkring”. Jurnal etheses.uin-malang.ac.id/3765/

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar Dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Eko Putro Widoyoko, S. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Eny Suryani, 2015. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Belajar di Lingkungan (Outdoor learning ) untuk Mata Kuliah Morfologi Tumbuhan”. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram.

Djojosoediro, W. 2010. “Pengembangan Dan Pembelajaran IPA”. Jakarta: Rineka Cipta. http://hakikatipadanpembelajaranipasd.go.id/index.php,

Hamzah. B. Uno. (2013). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor:Ghalia Indonesia.

Husamah, 2013. “Pembelajaran Luar Kelas (Outdoor Learning)”. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya Publisher.

Kemendikbud. 2014. Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tahun Ajaran 2014/2015. Jakarta:Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013a. Implementasi Kurikulum 2013SMP/MTs: Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Dirjen Dikdas Kemdikbud RI.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013b. Model Penilaian Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dirjen Dikdas Kemdikbud RI.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Salinan Permendikbud No.22 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Komariyah, S., & Manoy, J.T. 2014. “Penerapan Problem-based Learning (PBL) dengan Metode Creative Problem Solving (CPS) pada Materi Barisan dan Deret Aritmatika Kelas X”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, III (2),187-194.

Kosasih, E. 2015. Strategi Belajar dan Pembelajaran, Implementasi Kurikulum 2013 , Bandung: Yrama Widya.

Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mudjiono dan Dimyati. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Muhson, A. 2009. “Peningkatan Minat Belajar dan Pemahaman Mahasiswa melalui Penerapan Problem-based Learning”. Jurnal Kependidikan, 39(2), 171-182.

Mutia, dkk. 2013. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Sma Berbasis Problem Based Learning Sebagai Implementasi Scientific Approach Dan Penilaian Authentic”. Jurnal Penelitian Pengembangan Fisika, PF-51, 172-173.

Nur, M. 2011. Model Pembelajaran Berbasis Masalah dilengkapi Contoh Perangkat RPP Keterampilan Berpikir dan Pendidikan Karakter. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah Universitas Negeri Surabaya.

Nurhadi, Y. B., dan Senduk. 2003. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Poerwodarminto. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Depdiknas.

Rusdi, A. 2008 “Perangkat Pembelajaran”. https: //anrusmath.wordpress.com /2008/09/29/perangkat-pembelajaran

Rusman. 2013. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Sardiman A. M. 2013. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:Rajawali Pers.

Sugiyono. 2013. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Suharia, M., Lisdianab, & Widiyaningrum, P. 2013. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Zat Adiktif danPsikotropika dengan Problem-based Learning di SMP”. Journal of Innovative Science Education, II (1), 8-13

Sulistyarini, M.M., & Santoso, G.I. 2015. ”Pengaruh Kecerdaasan Visual-Spasial terhadap Hasil Belajar Matematika dalam Problem-based Learning pada Siswa SMA Kelas X”. Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM), I(1), 56-72.

Susanto. (2016). Teori Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group

Syaiful Bahri Djamarah. 1994. Hasil Belajar Mengajar . Jakarta : Rineka Cipta

Tian A, .2010. Pembelajaran Konvensional. Jakarta:Rajawali Pers.

Trianto. 2009. Mendesain Model-model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep,Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Wena, M. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.

Yuliarto, H. 2010. Aktivitas Luar Sekolah. http://blog.uny.ac.id/hariyuliarto/ 2010/01/25/aktivitas-luar-sekolah/.

Zuhdan, dkk. (2011). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sains Terpadu Untuk Meningkatkan Kognitif, Keterampilan Proses, Kreativitas serta Menerapkan Konsep Ilmiah Peserta Didik SMP. Program Pascasarjana UNY

Refbacks

  • There are currently no refbacks.