Pengembangan Modul Perubahan Lingkungan dan Daur Ulang Limbah Berbasis Discovery Learning Melalui Media Google Classroom

Ainul Muttaqin, Achmad Noor Fatirul, Hartono Hartono

Abstract

Pembelajaran biologi lebih diorientasikan pada pembelajaran yang mengutamakan pengalaman belajar bagi peserta didik. Hal ini bisa diperoleh melalui rangkaian kegiatan interaksi aktif teman sejawat dan lingkungan belajar peserta didik. Pembelajaran biologi perlu dikembalikan pada pembelajaran yang sebenarnya yaitu pendekatan produk dan proses pembelajaran dengan cara melibatkan secara aktif seluruh peserta didik dalam mengelola serta mengembangkan keterampilan berfikir kritis, keterampilan proses, mengembangkan pengetahuan maupun pengalaman peserta didik seperti pengembangan pembelajaran berbasis discovery learning. Sehingga pembuatan modul ini dirasa sangat penting untuk dikembangkan. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui tingkat karakteristik, kelayakan dan keefektifan modul pembelajaran biologi berbasis Discovery Learning pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah sesuai dengan kebutuhan peserta didik di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik melalui media google classroom. Dalam pengembangan produk ini menggunakan teori Borg and Gall yang terdiri dari (1) Penelitian pendahuluan dalam rangka mengidentifikasi masalah dan potensinya. (2) Proses pengumpulan data. (3) Pembuatan desain produk. (4) Validasi desain. (5) Revisi desain. (6) Uji coba produk. (7) Revisi produk. Sedangkan model pengembangannya menggunakan model pengembangan produk diadaptasikan dari model ADDIE, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement and Evaluate. Berdasarkan pada hasil data kajian analisis yang diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan modul pembelajaran biologi SMA kelas X pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah sangat layak untuk diaplikasikan dalam pembelajaran pada peserta didik SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Dasar kelayakan ini diambil dari hasil penilaian para ahli baik ahli media, ahli isi materi, dan penilaian teman sejawat. Selain memang layak, modul ini dikembangkan menggunakan pendekatan pembelajaran discovery learning dan dilakukan melalui aplikasi online google classroom dengan tujuan utama adalah pembelajaran yang aktif dan kreatif dari peserta didik.

Keywords

Modul, Biologi, Perubahan Lingkungan; Daur Ulang Limbah; Discovery Learning; Google Classroom.

Full Text:

PDF PDF

References

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Pusat Pelatihan Pertanian, 2015, Pelatihan Teknis Budidaya Jagung Bagi Penyuluh Pertanian dan Babinsa, Jakarta, Pusat Pelatihan Pertanian.

Balim, A. G. (2009). The effects of discovery learning on students’success and inquiry learning skills. Eurasian Journal of Educational Research. 35: 1-20.

Howard L. Kingskey dalam Rusman et.al, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Mengembangkan Profesionalitas Guru, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012: 8.

Ivanto, R. E. (2015). Penerapan model pembelajaran discovery learning pada kurikulum 2013 terhadap hasil belajar passing bawah. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 03(02): 330-336.

Ishak, dkk. (2017). Pengaruh Penerapan Pendekatan Saintifik Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Dan Kooperatif Tipe Stad Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik SDN 13 Ampenan. Jurnal PIJAR MIPA. Vol XII (1): 5-10.

Kamaliyah. (2016). Mendesain dan melaksanakan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2): 118-125.

Maflukha, D., dkk., 2017. Pengembangan Modul Biologi Pembelajaran Discovery Learning yang Dipadu Survey Lapangan Dengan Memanfaatkan Potensi Lokal Pada Materi Fungi SMA Kelas X Kurikulum 2013. Jurnal Inkuiri. 6(2): 147-156.

Mahmoud, A. K. A. (2014). The effect of using discovery learning strategy in teaching grammatical rules to first year general secondary student on developing their achievement and metacognitive skills. International Journal of Innovation and Scientific Research. 5(2): 146-153

Mahyaeny, (2016). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Strategi Pembelajaran Discovery Pada Mata Pelajaran Ipa Biologi Kelas Vii-5 SMPN 4 Mataram. Jurnal PIJAR MIPA. Vol 11 (1): 39-46.

Marjan, J., Arnyana, I. B. P, Setiawan, I. G. A. N. (2014). Pengaruh pembelajaran pendekatan saintifik terhadap hasil belajar biologi dan keterampilan proses sains siswa ma mu’allimat nw pancor selong kabupaten lombok timur nusa tenggara barat. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA, 4.

Martaida, T., Bukit, N., Ginting, E.M. (2017). The effect of discovery learning model on student’s critical thinking and cognitive ability in junior high school. IOSR Journal of Research & Method in Education, 7(6): 01-08.

Ratnanto, F. dan Utama, W.Y, 2014, Optimisasi Tingkat Persediaam Bahan Baku Batu Kapur di PT Semen Indonesia Unit Tuban I, Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 2014, Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Saab, N., Jolingen, W. R. (2005). Communication in collaborative discovery learning. British Journal of Educational Psychology. 75: 603–621.

Setiyadi, M.W., dkk. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didk. Journal of Educational Science and Technology. 3(2): 102-112.

Surya dalam Rusman, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Mengembangkan Profesionalitas Guru, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2012: 7.

Zuchrufa, M., 18 Oktober 2017, Karst, Kerusakan Lingkungan, dan Kelangsungan Hidup, Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.