STABILITAS ANTI MOLUSKA DARI TANAMAN JAYANTI {Sesbania sesban (L.) Merr.}

Suripto Suripto

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas anti moluska dari ekstrak daun  jayanti {Sesbania sesban (L.) Merr.} menurut variasi lama waktu penyimpanan simplisia sebelum diekstraksi, lama waktu penyimpanan ekstrak sebelum diaplikasi, dan stabilitasnya dalam air selama aplikasi. Serbuk kering daun S. sesban diekstraksi secara bertingkat untuk menghasilkan fraksi ekstrak-etanol. Fraksi ekstrak-etanol daun S. sesban dilakukan uji hayati terhadap keong mas secara ex situ dengan rancangan acak lengkap dalam tiga unit percobaan menurut variasi tersebut di atas di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Mataram. Data mortalitas keong mas setiap unit uji hayati diolah dengan analisis probit untuk menentukan LC50. Hasil menunjukkan, bahwa aktivitasanti moluska dari fraksi ekstrak-etanol  daun S. sesban terrhadap keong mas menurun tajam akibat penyimpanan serbuk kering daun selama satu tahun sebelum diekstraksi, namun penurunan toksisitasnya kecil akibat penyimpanan ekstrak selama satu bulan sebelum diaplikasi. Setelah 24 jam berada dalam air, bahan anti moluska dari daun S. sesban tidak aktif  lagi, yaitu mortalitas keong mas 0% pada masing-masing  perlakuan konsentrasi ekstrak.

 

Kata-kata kunci: Stabilitas anti moluska, keong mas, tanaman jayanti (Sesbania sesban).

 

Abstract: The research  intended to evaluate anti-mollusk feature stability  of  S. sesban leaf extract fraction-ethanol according to variation on storage duration of dry matters previous to be extracted and extract  previous to be applied,  and its stability after 24 hours in water. Dry matter of S. sesban leafs extracted successively so that produces the extract fraction-ethanol. The exsitu bioassays of the extract on the golden snail carried out with randomized design in three experiment units based on the variation mentioned.  Each unit data of golden snail mortalities was analyzed by probit analysis to determine LC50. The result saw that storage of  S. sesban leaf dry matter during one year previous to be extracted resulted  in drastic decreasing toxicity on the golden snails, but decreasing toxicity weakly come from storage the extract during a month previous to be applied. The moluscicidal feature of the extract was inactive after 24 hours in water during application, i.e. mortality of   golden snails was 0% in each of extract treatment concentrations. 

 

 

Key words: stability of molluscicidal performance, golden snail, jayanti plant (Sesbania sesban).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.