Inovasi Pembelajaran IPA (Fisika) di SD dengan Pemanfaatan Kit Alternatif dan Alat Sederhana yang Berasal dari Lingkungan

Syahrial Ayub, Muh Makhrus, Sutrio Sutrio, I Wayan Gunada, Muhammad Taufik

Abstract

Telah dibuat Kit IPA Alternatif untuk inovasi pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD). Kit IPA ini dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan dari lingkungan sekitar dan sangat mudah mendapatkan. Kit IPA ini dapat menjadi pilihan bila di suatu sekolah tidak mempunyai Kit-Kit yang dari pabrik (Kit INPRES dan Kit SEQIP) sehingga tidak ada alasan bagi guru untuk tidak mengajar dengan variatif. Ada beberapa manfaat yang didapat dengan dibuat dan diterapkannya Kit IPA alternatf ini dalam pembelajaran di sekolah, yaitu: (1) Kegiatan belajar mengajar akan lebih bermakna jika melibatkan seluruh indera. Dengan melihat, mendengar, merasakan, mengamati dan mengalami atau mempraktekkan sendiri, siswa akan mengalami internalisasi konsep pemebalajaran IPA secara mendalam, (2) Akan lebih menyenangkan dan mengesankan bagi siswa jika alat yang ada di Kit ini dikemas oleh guru dalam bentuk permainan, dan suasana kompetisi yang sehat untuk maju bersama, (3) percobaan-percobaan IPA yang didesain dengan menggunakan Kit ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan dan melatih sikap ilmiah siswa dan menemukan konsep IPA seperti: proses letusan gunungapi, pembentukan batuan beku, kapal selam sederhana, aliran air, kalorimeter sederhana, lampu stopan sederhana, pembangkit listrik tenaga angin, tekanan hidrostatis, dan lainnya. Kit IPA Alternatif ini juga dilengkapi dengan buku petunjuk yang berisi: Kelas/Semester, Indikator, Tujuan Pembelajaran, Saran penerapan dalam pembelajaran, Alat dan bahan, Prosedur, Pertanyaan dan Penjelasan. Respon peserta didik terhadap inovasi pembelajaran IPA dengan Kit IPA alternatif sangat baik (78,06%).

Keywords

Science Learning Innovation; Alternative Science Kit; Simple Tools; Environment;

Full Text:

PDF

References

. Klinger, Walter. 1997. Survey of Teaching Methods in Natural Sciences Erziehungswiss. Fakultat der Universtat: Erlangen-Nurnbe.

. Syahrial A. (2001). Studi Penggunaan Kit IPA SD di Kodya Mataram. Mataram : Lembaga Penelitian Universitas Mataram.

. Klinger. (1997). Survei Metoda Pengajaran dalam Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : SEQIP

. Semiawan, dkk. (1988). Pendidikan Keterampilan Proses. Jakarta: PT Gramedia.

. Irawan, P. (1997). Teori Belajar. Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.

. Merriem Webster. (1953). Webster’s Dictionary. Miamy Florida: PSI and Ass Inc.

. Winataputra. (1996). Belajar dan Pembelajaran MIPA. Jakarta : Universitas

. Syahrial A. (2003). Peningkatan Kualitas Proses Belajar Mengajar IPA Melalui Optimalisasi Penggunaan Kit IPA di SLTP Negeri 6 Mataram. Mataram: Lembaga Penelitian Universitas Mataram.

. Syahrial A. (2003). Optimalisasi Pembelajaran Fisika di SLTP dengan Menggunakan Model Pembelajaran yang Berorientasi Kepada Siswa (Student Oriented). Mataram: Lembaga Penelitian Universitas Mataram

. Syahrial A. (2005). Peningkatan Kualitas Pembelajaran Fisika di SMA Negeri 2 Mataram Melalui Implementasi Kurikulum 2004 dalam Skenario Pembelajaran yang Berorientasi kepada Pendekatan Keterampilan Proses. Mataram: Lembaga Penelitian Universitas Mataram.

. Borg.WR & Gall. MD. (1983). Educational Reseach. New York: Longman

. Nurkencana, dkk. (1986). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Usaha Offset Print

. Auliya, M., & Kosim, K. (2017). Pengembangan Modul Fisika Materi Optik Dengan Pendekatan Saintifik Berbasis Fenomena Alam Untuk Meningkatkan Efektivitas Belajar Siswa Sma. Jurnal Pijar Mipa, 12(2), 71-80.

. Hikmawati, H., & Azmi, S. (2011). Model Peraga Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Sains Dan Matematika Di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pijar Mipa, 6(1).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.