Bioadsorben Salinitas Sederhana berbasis Limbah Lingkungan

Eka Junaidi, Jeckson Siahaan, Aliefman Hakim

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi serta rekomendasi ilmiah upaya mengurangi kadar NaCl pada air laut yang berpotensi menjadi air layak minum secara sederhana, berbiaya murah dengan memanfaatkan limbah sekitar tempat tinggal (Batang Pisang, Enceng Gondok dan Abu Gosok). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium. Untuk menentukan kadar NaCl sebelum dan sesudah dilewatkan adsorben dapat dilakukan menggunakan teknik analisa argentometri. Teknik analisa argentometri tergolong mudah dilakukan, tidak membutuhkan waktu yang lama dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan material limbah sebagai adsorben dengan berat total sebanyak 20 gram dengan berbagai variasi komposisi. Konsentrasi NaCl yang digunakan sebagai larutan yang dilewatkan sebesar 0,1 M, bervolume 150 mL dengan waktu perendaman sekitar 10 menit. Setelah perendaman selesai, larutan NaCl diambil sebanyak 20 mL, dilanjutkan dengan proses titrasi dengan dua kali pengulangan untuk dianalisis konsentrasi NaCl yang tertinggal pada adsorben. Berdasarkan hasil ekperimen diperoleh komposisi adsorben paling optimal mengurangi kadar NaCl adalah Batang Pisang 5 gram, Enceng Gondok 5 gram dan Abu Gosok 10 gram. Pada komposisi tersebut kemampuan adsorben mengadsorpsi NaCl rata – rata sebesar 0,08525 M atau NaCl yang teradsorpsi sebesar 85,25%. Sedangkan untuk uji coba menggunakan sampel air laut (Pantai Gading Lombok) digunakan komposisi adsorben paling optimal mengurangi kadar NaCl dan diperoleh kemampuan adsorben mengadsorpsi sebesar 56,36%.

Keywords

Batang Pisang, Enceng Gondok, Abu Sekam, Adsorben, Limbah, Argentometri, Salinitas

Full Text:

PDF

References

Alma’arif, A. L., Wijaya, A., & Murwono, D. (2012). Penghilangan racun asam sianida (HCN) dalam umbi gadung dengan menggunakan bahan penyerap abu. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 1(1), 14-20.

Anonim, Statistik Pertanian, 2007, Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Asip, F., Afrizal, R., & Rosa, S. S. (2008). Pembuatan Oil Adsorbant dari Eceng Gondok. Jurnal Teknik Kimia, 15(4).

Becker, H., Matos, R. F., Souza, J. A. D., Lima, D. D. A., Souza, F. T. C. D., & Longhinotti, E. (2013). Pseudo-stem banana fibers: characterization and chromium removal. Orbital: The Electronic Journal of Chemistry, 5(3), 164-170.

Bhattacharya, A., & Kumar, P. (2010). Water hyacinth as a potential biofuelcrop. Electron J Environ Agric Food Chem, 9(1), 112-122.

Buasri, A., Chaiyut, N., Tapang, K., Jaroensin, S., & Panphrom, S. (2012). Biosorption of heavy metals from aqueous solutions using water hyacinth as a low cost biosorbent. Civil Environ Res, 2(2), 17-25.

Cordeiro, N., Belgacem, M. N., Torres, I. C., & Moura, J. C. V. P. (2004). Chemical composition and pulping of banana pseudo-stems. Industrial Crops and Products, 19(2), 147-154.

Chen, X., Chen, X., Wan, X., Weng, B., & Huang, Q. (2010). Water hyacinth (Eichhornia crassipes) waste as an adsorbent for phosphorus removal from swine wastewater. Bioresource Technology, 101(23), 9025-9030.

Day, R. A., Underwood, A. L., & Kuantitatif, A. K. (2001). VI, Alih bahasa Iis Sopyan, Editor Hilarius Wibi&Lameda Simarmata. Jakarta: Erlangga.

Fernández-Jiménez, A., & Palomo, A. (2005). Composition and microstructure of alkali activated fly ash binder: Effect of the activator. Cement and concrete research, 35(10), 1984-1992.

Gunnarsson, C. C., & Petersen, C. M. (2007). Water hyacinths as a resource in agriculture and energy production: A literature review. Waste Management, 27(1), 117-129.

Hakim, L. N., Syarifudin, A., & Hamzani, S. (2016). Efektifitas Abu Sekam Padi Dan Poly Aluminium Chloride Dalam Menurunkan Zat Warna Limbah Cair Industri Sasirangan. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 13(2), 346-354.

Hasanah, A. N., Rizkiana, F., & Rahayu, D. (2012). Banana Peels and Stem (Musa x paradisiaca Linn.) as Biosorbent of Copper in Textile Industry Wastewater. Research Journal of Pharmaceutical Biological and Chemical Sciences, 3(3), 1171.

Herawati, N. (2013). Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Zat Penyerap Warna Pada Industri Tekstil Sebagai Upaya Mengurangi Pencemaran Air. Berkala Teknik, 3(2), 554-562.

Hidayah, N., Deviyani, E., & Wicakso, D. R. (2012). adsorpsi logam besi (Fe) sungai barito menggunakan adsorben dari batang pisang. Konversi, 1(1), 19-26.

https://www.mongabay.co.id/2017/03/24/warga-pesisir-masih-kesulitan-akses-air-bersih-kenapa-masih-terjadi/

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/tak-boleh-minum-air-laut/

https://ngraho.wordpress.com/tag/tanaman-pisang/

https://id.wikipedia.org/wiki/Produksi_pisang_di_Indonesia

Ikhwan, Z. (2017). Efektifitas Bio Sorben Keladi, Eceng Gondok dan Batang Pisang pada Kandungan Fosfat Limbah Laundry. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), 45-51.

Kanawade, S. M., & Gaikwad, R. W. (2011). Removal of methylene blue from effluent by usingactivated carbon and water hyacinth as adsorbent. International Journal of Chemical Engineering and Applications, 2(5), 317.

Li, K., Fu, S., Zhan, H., Zhan, Y., & Lucia, L. (2010). Analysis of the chemical composition and morphological structure of banana pseudo-stem. BioResources, 5(2), 576-585.

Megawati, N. M. S., Putra, A. A. B., & Sibarani, J. (2013). Pemanfaatan Arang Batang Pisang (Musa Paradisiacal) Untuk Menurunkan Kesadahan Air. Jurnal Kimia, 7.

Muchtar, Z. (2013). Pengaruh Enceng Gondok Dan Kapur Terhadap Unit Pengolahan Air Gambut. Pilar, 9(2).

Murray, J.W., 2004, Chapter 2 - Mass Balance - The Cornerstone of Chemical Oceanography (handout), Univ. of Washington

Nurhasni, N., Hendrawati, H., & Saniyyah, N. (2014). Sekam Padi untuk Menyerap Ion Logam Tembaga dan Timbal dalam Air Limbah. Jurnal Kimia Valensi, 4(1).

Poddar, K., Mandal, L., & Banerjee, G. C. (1991). Studies on water hyacinth(Eichhornia crassipes)- chemical composition of the plant and water from different habitats. Indian Veterinary Journal, 68(9), 833-837.

Setyaningtyas, T., & Sulaeman, U. (2007). Pengaruh pH Larutan Dan Ukuran Partikel Abu Sekam Padi Terhadap Penurunan Kadar Congo Red. Molekul, 2(1), 7-12.

Suryati, T. (2011). Eliminasi logam berat kadmium dalam air limbah menggunakan tanaman air. Jurnal Teknologi Lingkungan, 4(3).

Tangio, J. S. (2013). Adsorpsi logam timbal (Pb) dengan menggunakan biomassa enceng gondok (Eichhorniacrassipes). Jurnal Entropi, 8(01).

Tudjuka, M. D., Walanda, D. K., & Hamzah, B. Arang Eceng Gondok (Eichornia crassipes) sebagai Adsorben Fenol pada Limbah PLTU Palu. Jurnal Akademika Kimia, 6(2), 119-124.

Wardalia, W. (2016). Karakterisasi Pembuatan Adsorben Dari Sekam Padi Sebagai Pengadsorp Logam Timbal Pada Limbah Cair. Jurnal Integrasi Proses, 6(2).

Widihati, I. A. G., Suastuti, N. G. A. M. D. A., & Nirmalasari, M. Y. (2012). Studi kinetika adsorpsi larutan ion logam kromium (Cr) menggunakan arang batang pisang (Musa paradisiaca). Jurnal Kimia, 6(1), 8-16.

www.sas.rochester.edu/ees/ees217/Drever5.pdf

Yustinah, Y., Rahayu, R. A. N., & Cardosh, S. R. (2014). Pengaruh Massa Bioadsorben dari Enceng Gondok pada Proses Pemurnian Minyak Sawit Mentah (CPO). Prosiding Semnastek, 1(1).

Yusuf, M. A. (2013). Adsorpsi Ion Cr (VI) oleh Arang Aktif Sekam Padi (Adsorption Ions Of Cr (VI) By Active Rice Husk Charcoal). Unesa Journal of Chemistry, 2(1).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.