Pengembangan Bahan Ajar Berbasis SETS (Science, Environment, Technology, Society) Untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik

Fera Hardianti, Dadi Setiadi, Abdul Syukur, I Wayan Merta

Abstract

Literasi sains (scientific literacy) merupakan indikator keberhasilan dalam proses pendidikan, dan salah satu unsur pendukungnya adalah proses pembelajaran yang terintegrasi science, environment, technology, dan society (SETS). Penelitian ini bertujuan  mengembangkan bahan ajar terintegrasi SETS untuk meningkatkan  literasi sains peserta didik kelas VIII di MTsN 1 Mataram. Desain penelitian menggunakan Pre-test post-test Control Group Design dengan metode penelitian adalah Research and Development (R&D). Populasi penelitian seluruh peserta didik kelas VIII MTsN 1 Mataram yang terdiri dari 5 kelas, dengan sampel kelas VIII-2 dan VIII-8 yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu tes pengetahuan literasi sains dan uji hipotesis menggunakan uji MANOVA. Hasil uji coba terbatas menunjukan skor rata-rata literasi sains pada pre-test sebesar 54,86 sedangkan post-test sebesar 82,05. Hasil uji MANOVA menujukan nilai signifikan literasi sains yaitu 0,009. Data  tersebut lebih kecil dari 0,05 (< 0,05), artinya H0ditolak, sehingga bahan ajar berbasis SETS dapat meningkatkan literasi sains

Keywords

Pengembangan Bahan Ajar, SETS, Literasi Sains

Full Text:

PDF

References

Endah, W.R.N., Apit, F., & Sardianto M.S. (2016). Analisis Buku Siswa Mata Pelajaran IPA Kelas VIII SMP/MTs Berdasarkan Kategori Literasi Sains. Jurnal Inovasi Pendidikan. ISSN: 2355-7109.

Rustaman, N, Dirjosoemarto, S, Yudianto, SA, Achmad, Y, Subekti, R, Rochintaniawati, D, dan K. Nurjhani, M. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: UPI Press

Gucluer, E., & Kesercioglu, T. 2012. The Effect of Using Activities Improving Scientific Literacy on Students’ Achievement in Science and Technology Lesson. International Online Journal of Primary Education, 1 (1):8-13.

Shofiyah, Noly. (2015). Deskripsi Literasi Sains Awal Mahasiswa Pendidikan Ipa Pada Konsep Ipa. Journal Pedagogia. 4( 2).

Rifqiyati. (2013). Analisis Literasi dan Kemampuan Melakukan Mini Riset mahasiswa Biologi Universitas pendidikan Indonesia. Tesis tidak diterbitkan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Sulistiwati. (2015). Analysis Understanding of Science Literacy Students Who Took A Course Using Sample Problem PISA 2009. Jurnal Sainteks. 7 (1):21-40.

Diana, S. (2015). Penerapan Strategi Peer Assisted Learning (PAL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa dalam Perkuliahan Fisiologi Tumbuhan. Laporan Penelitian Tidak Dipublikasi. Bandung: Departemen Pendidikan Biologi UPI.

Kurnia ,F., Zulherman, Apit,.F.(2014). Analisis Bahan Ajar Fisika SMA Kelas Xi di Kecamatan Indralaya Utara Berdasarkan Kategori Literasi Sains. Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika. 1 (1).

Adisendjaja, Y.H., dan Oom R. (2009). Analisis Buku Ajar Biologi SMA kelas X di kota Bandung Berdasarkan Literasi Sains. Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Setadi, Dadi. 2018. Model Pembeljaran Berbasis Peningkatan Literasi Sains Dan Implementasinya Dalam Kurikulum Sains SMP 2013. J. Pijar MIPA, 9(10).

Gunawan, G., Harjono, A., Hermansyah, H., & Herayanti, L. 2019. Guided Inquiry Model Through Virtual Laboratory to Enhance Students'science Process Skills on Heat Concept. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 38 (2), 259-268.

Yuniastuti, E. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran SETS (Science, Environment, Technology and Society) Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII SMP Kartika V-1 Balikpapan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Sains Terapan, 2(1).

Rosario, B. (2009). Science, Technology, Society, and Enviroment (SETS) Approach in Enviromental Science for Nonscience Student in a Local Culture. Liceo Jurnal of Higher Education Research Sciene and Technology Section. 6 (1), 262-283.

Ningtyas, E, A. Sumarni, W. & Christijanti, W. (2014). Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis SETS Dengan Tema Hujan Asan Untuk Kelas VII SMP. Unnes Science Education Journal. 3(1):438-444.

Rohmawati, E.R.,Wahono,.W., Rudiana, A. (2018). Membangun Kemampuan Literasi Sains Siswa Melalui Pembelajaran Berkonteks Socio-Scientific Issues Berbantuan Media. Jurnal Penelitian Pendidikan.3 (1).

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Odja, A.H. & Payu, C. S. (2014). Analisis Kemampuan Awal Literasi Sains Siswa Pada Konsep IPA. Jurnal Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya. 40-47.

Zoller, U. (2013). Science, Technology, Environment, Society (STES) Literacy for Sustainability: What Should it Take in Chem .Science Education Educ.quim. 24 (2): 207-21.

Sukarjo. (2006). Desain Peserta didik: Evaluasi Peserta didik. Hand-Out Perkuliahan: PPS Universitas Negeri Yogyakarta.

Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). (2016). PISA 2015 Result in Focus. Paris: PISA OECD Publishing.

Toharudin, U., Hendrawati, S., dan Rustaman, A. (2011). Membangun Literasi Sains Peserta Didik. Bandung: Humaniora

Balmsam,M.S.(2009). Cosmetic Science, Technology, Seceond Edition. London: Jhon Willy and Son,Inc.

Suryani, A.I., Jufri, A.W, Dadi, S. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran 5e Terintegrasi Pendekatan Saintifik Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa SMPN 1 Kuripan Tahun Ajaran 2016/2017 . Jurnal.Pijar Mipa.12 (1).

Chiapetta, E.L., D.A.Fillman & G.H.Sethna. (1991). A Method to Quantify Major Themes of Scientific Literacy in Science Textbooks. Journal of Research in Science Teaching. 28 (8), 713-725.

Hasanah, J., Jamaludin, J., & Prayitno, G. H. (2019). Bahan Ajar IPA Berbasis Inkuiri Terstruktur Untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik SMP. Jurnal Pijar MIPA, 14(2), 18-24.

Jufri, A. W. (2017). Belajar dan Pembelajaran Sains Modal Dasar Menjadi Pendidik Profesional. Bandung: Pustaka Rineka Cipta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.