Hubungan Kemelimpahan Fitoplankton dengan Faktor Lingkungan di Perairan Pantai Desa Madayin Lombok Timur

Sucika Armiani, Baiq Muli Harisanti

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kemelimpahan fitoplankton dengan faktor lingkungan di perairan pantai Desa Madayin Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret -  Juni 2018. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 6 titik sampling yaitu 3 titik (stasiun 4, 5 dan 6) diambil dari muara outlet pembuangan limbah tambak udang, 1 titik (stasiun 3) diambil dari muara sungai, dan 2 titik (stasiun 1 dan 2). Sampel air yang diambil (50 liter) disaring mengunakan jaring plankton ukuran 25µm. Air hasil saringan dimasukkan ke dalam botol dan diberi formalin 4%. Analisis fitoplankton dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram. Pengukuran terhadap variabel kualitas fisik-kimia air yaitu: suhu, kecerahan, salinitas, pH, DO dilakukan secara in-situ. Sementara pengukuran terhadap kadar nitrat dan fosfat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan metode spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan nilai kualitas perairan berupa suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan, Nitrat dan Fosfat masih tergolong baik dan mendukung untuk kehidupan aquatik khususnya fitoplankton. Diantara faktor lingkungan tersebut, faktor suhu dan fosfat memiliki korelasi yang tinggi terhadap kemelimpahan fitoplankton dengan nilai r sebesar 0,57.

 

Kata Kunci : Kemelimpahan, Fitoplankton, Lingkungan

Keywords

Abundances, phytoplankton, environmental

Full Text:

PDF

References

Akbar S dan Sudaryanto. 2002. Pembenihan dan Pembesaran Ikan Kerapu Bebek. Jakarta: Penebar Swadaya

Armiani S. 2012. Studi Kulitas Lingkungan Perairan di Lokasi Tambak Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat [Thesis]. Denpasar : PPS-UNUD.

Barus TA. 2004. Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan. Medan: USU Press.

Bayurini DH. 2006. Hubungan Antara Produktivitas Primer Fitoplankton Dengan Distribusi Ikan Di Ekosistem Perairan Rawa Pening Kabupaten Semarang (skripsi). Semarang: Universitas Semarang.

Botes L. 2003. Phytoplankton Identification Catalogue – Saldana Bay, South Africa. London: Programme Coordination Unit Global Ballast Water Management Programme, International Maritime Organization

Dahuri R. 2005. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: Pradnya Paramita.

Davis CC. 1955. The Marine and Freshwater Plankton. USA: Michigan State University Press.

Effendi H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya. Dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.

Facrul M.F, Herman H., Listiari, CS. 2005.Komunitas Fitoplankton Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Teluk Jakarta: Makalah Seminar MIPA 2005. (internet), [cited 2010 May 8]. Available from: URL: http://api.ning.com/files/zsqyxDFQyLipkNg8HVR0a25dw*Z mljIkQdZDlQ65k44/KomunitasFitoplanktonsbgBioindikatorPerairandiTelukJakarta.pdf.

Handayani S dan Tobing ISL. 2008. Keanekaragaman Fitoplankton di Perairan Pantai Sekitar Merak Banten dan Pantai Penet Lampung. Jurnal Vis Vitalis 01 [1] : 29 – 33.

Ichsan, Mahmudi M, Nuddin H. 2013. Daya Dukung Lingkungan Perairan Berbasis Blue-Economy Terhadap Produksi Budidaya Tambak Udang Vanname di Wilayah Pesisir Probolinggo [internet]. [Diunduh pada 2018 Juli 27]. Tersedia pada http://digilib.umg.ac.id/download.php?id=2764

Irfan A, Yanuarita D, Weworelangi S. 1996. Kriteria Teknis Pemanfaatan Ruang Untuk Budidaya Air Payau dan Budidaya Perairan. Kertas Kerja dalam Diskusi Penataan Ruang Pesisir. Ujungpandang: PSDAL, LP Unhas.

Irfanalwi, 2009. Parameter Oseanografi (internet), [diunduh 2012 February 10]. Tersedia pada URL http://mspunhas.wordpress.com/2009/11/01/ parameter-oseanografi/

.

Michael P. 1994. Metoda Ekologi untuk Penyelidikan Lapangan dan Laboratorium. Jakarta: UI Press.

Nontji A. 2006. Tiada Kehidupan Di Bumi Tanpa Keberadaan Plankton. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi.

Pirza A.M., Pong-Masak PR. 2008. Hubungan Keragaman Fitoplankton Dengan Kualitas Air Di Pulau Bauluang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Jurnal Biodiversitas. 9 [3] : 217-221.

Poernomo A. 1992. Pemilihan Lokasi Tambak Udang Berwawasan Lingkungan. Jakarta Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian-United State Agency for International Development Fisheries Research and Development Project.

Silalahi J. 2010. Analisis Kualitas Air dan Hubungannya dengan Keanekaragaman Vegetasi Akuatik di Perairan Balige Danau Toba (Thesis). Medan : Sekolah Pascasarjana USU.

Sunarti. 2000. Kelimpahan Plankton pada Tambak Bandeng Tambak Layah Desa Tambakharjo Kabupaten Semarang (skipsi). Semarang: FMIPA UNNES.

Taqwa A, Supriharyono, Ruswahyuni. 2009. Produktivitas Primer Fitoplankton dan Keanekaragaman Jenis Fauna Makrozoobenthos Berdasarkan Kerapatan Mangrove . Jurnal Harpodon Borneo. 3 [1]; 36-45.

Widigdo, B., 2000. Diperlukan Pembakuan Kriteria Eko-biologis untuk Menentukan “Potensi Alami” Kawasan Pesisir Untuk Budidaya Udang. Prosiding. Pelatihan Untuk Pelatih Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. PKSPL-IPB. Bogor, 21- 26 Februari 2000.

Yamaji J. 1976. Illustration of Marine Plankton. Osaka: Hoikush Publishing Co. Ltd.

Yazwar, 2008. Keanekaragaman Plankton dan Keterkaitannya dengan Kualitas Air di Prapat Danau Toba (Thesis). Medan : Sekolah Pascasarjana USU

Refbacks

  • There are currently no refbacks.