Penguasaan Konsep Sains Peserta Didik SMP Berdasarkan Dimensi Proses Kognitif dan Dimensi Pengetahuan

Lalu Tomi Tatma Wijaya, Jamaluddin Jamaluddin, Gito Hadiprayitno

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menguasai konsep sains berdasarkan Taxonomy Bloom's yang telah direvisi oleh Anderson dan Kratwhol, dan penguasaan konsep sains peserta didik dalam dimensi pengetahuan tentang fakta, konsep, dan pengetahuan prosedural. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah 5.917 peserta didik yang tersebar di kelas VIII di 89 SMP Lombok Tengah. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 511 peserta didik yang tersebar di 18 kelas. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari 40 item dengan satu jawaban benar dari 4 jawaban alternatif. Analisis data menggunakan rumus persentase untuk menentukan proporsi kemampuan peserta didik dalam menguasai konsep sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kemampuan peserta didik dalam dimensi proses kognitif adalah kemampuan mengingat (C1) 60,2%, kemampuan memahami (C2) 44,5%, kemampuan menerapkan (C3) 38,8%, dan kemampuan untuk menganalisis (C4) 37,2%. Penguasaan konsep sains peserta didik dalam dimensi pengetahuan adalah, pengetahuan faktual 47%, pengetahuan konseptual 43%, dan pengetahuan prosedural 39%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya strategis diperlukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menguasai konsep sains di sekolah menengah pertama di Kabupaten Lombok Tengah.

Keywords

Penguasaan konsep sains, Dimensi Proses Kognitif, Dimensi Pengetahuan

References

Andriani, Y., & Riandi. (2015). Peningkatan Penguasaan Konsep Siswa Melalui Pembelajaran Argument Driven Inquiry pada Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Kelas VII. Edusain, 2, 114-120.

Assidiq, I., Sudding, & Side, S. (2017). Analisis Kemampuan Peserta Didik Kelas XI MIA SMA Di Kabupaten Enrekang Dalam Menyelesaikan Soal-Soal Berdimensi Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural dan Metakognitif. Journal Education Chemistry, 1, 91-99.

Binethara, P., Achmad, A., & Yolida, B. (2017). Identifikasi UTS dan UAS Mata Pelajaran Biologi Berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson. Bioterdidik, 5.

Budiati, H. (2015). Analisis Soal Ujian Nasional Tahun 2013/2014 berdasarkan Dimensi Pengetahuan dan Dimensi Proses Kognitif. Biologi,Sains, Lingkungan dan Pembelajaran, 22, 1199.

Gunawan, I., & Palupi, A. R. (2012). Taksonomi Bloom Revisi Ranah Kognitif: Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Penilaian. Jurnal Pendidikan Dasar dan Pemebelajaran, 98-116.

Herlanti, Y., & Nopithalia. (2010). Meneropong Kualitas Soal Tes Buatan Guru Biologi MTs Negeri Se-Jakarta Selatan. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidik, 2.

Kemendikbud. (2016). Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan.

Konicek, Moran, and Keely, 2015. Teaching for Conceptual Understanding in Science.NSTAPress.

Puspendik. (2017). Pandual Penulisan Soal. Jakarta.

Puspendik. (2019). Laporan Hasil Ujian Nasional. diakses dari http://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un.

Sudjana, N. (2004). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rosdakarya.

Sugiyono. (2013). Metodelogi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Taufiq, A. U. (2015). Pengembangan Tes Kognitif Berbasis Taksonomi Bloom Pada Materi Sistem Reproduksi Untuk Siswa SMA. Jurnal Biotek, 1-17.

Widodo, A. (2006). Revisi Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir Soal. Journal Pendidikan dan Pembelajaran, 3, 18-29.

Widoretno, S., Sajidan, Ramli, M., & Ariyanto, J. (2016). Penguasaan Fakta, Konsep, Prosedur dan Metakognitif melalui Pertanyaan Di Pembelajaran Problem Bassed Learning Biologi. Bioedukasi, 9, 18-22.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.