Pengaruh Bokashi Terhadap Pertumbuhan Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.)

Ahmad Raksun, I Wayan Merta, I Gde Mertha, Mohammad Liwa Ilhamdi

Abstract

Bayam adalah bahan  sayuran  yang bergizi tinggi. Pertumbuhan bayam ditentukan oleh ketersediaan unsur hara pada lahan pertanian. Pemupukan  merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara. Telah dilakukan penelitian tentang aplikasi bokashi untuk meningkatkan pertumbuhan bayam cabut di Desa Bajur Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh bokashi terhadap pertumbuhan  bayam cabut, (2) Dosis optimum bokashi untuk meningkatkan pertumbuhan bayam cabut. Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 ulangan. Perlakuan bokashi  terdiri atas 6 level, yaitu: B0 = tampa pemberian  bokashi (kontrol),  B1 = pemberian 0,4 kg bokashi10 kg tanah, B2 = pemberian 0,8 kg  bokashi/10 kg tanah, B3 = pemberian 1,2 kg bokashi/10 kg tanah, B4 = pemberian 1,6 kg bokashi/10 kg tanah, B5 = pemberian 2,0 kg bokashi/10 kg tanah. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi batang, panjang daun, lebar daun, jumlah daun dan diameter batang yang diukur pada  umur 18 hari setelah tanam Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemberian bokashi berpengaruh  nyata terhadap tinggi batang, panjang daun, lebar daun dan diameter batang  tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun bayam cabut, (2) dosis optimum bokashi untuk meningkatkan pertumbuhan bayam cabut  adalah 1,6 kg per 10 kg tanah.

Keywords

Bokashi, pertumbuhan bayam cabut

Full Text:

PDF

References

Alfionita,R., R.R. Paranoan dan R. Kusumaningwati. (2018). Pemberian Bokashi Kotoran Walet Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.). Agroekoteknologi Tropika Lembab. Vol. 1 (1): 43 - 52

Gomez K.A. dan A.A. Gomez. (1995). Prosedur Statistik Untuk penelitian Pertanian. Edisi Kedua Penerjemah: Endang Syamsudin dan Justika S. Baharsyah. UI Press. Jakarta.

Hasibuan, S., Mawarni, R., Hendriandri, R. (2017). Respon Pemberian Pupuk Bokashi Ampas Tebu dan Pupuk Bokashi Eceng Gondok terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai. Bernas 13(2) p. 59 – 64

Knox, B., P. Ladiges, B. Evans. (1994). Biology. McGraw-Hill Book Company Australia Pty Limited. Australia.

Mulyana, D., Sahidin dan Iqbal, A. (2011). Pengaruh Dosis Bokashi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Padi. Agrin Vol 15(1) p. 18 - 26

Mulyanti, S.S., Made, U. dan Wahyudi, I. (2015). Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bokashi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays Saccarata). Agrotekbis 3(5): 592 – 601

Nismawati, R. Wulan dan Irmasari. (2013). Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Bokashi terhadap Pertumbuhan Semai Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd.). Warta Rimba. Vol 1 (1): 1-8

Raksun, A dan L. Japa (2019). Pengaruh Bokashi dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang panjang. Pijar MIPA Vol 20 (20): 8 – 11

Raksun, A dan L. Japa (2019). Pengaruh Jenis Mulsa dan Dosis Bokashi terhadap Pertumbuhan Kacang Panjang. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 5 (1): 34 - 38

Raksun, A dan I.G. Mertha. 2017. Pengaruh Bokashi Terhadap Produksi Cabai Rawit (Capsicum annuum). Biologi Tropis Vol: 17 (2): 45 - 50

Rakun, A. dan Santoso D. 2010. Pemanfaatan Bokashi untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tomat (Lycopersicum esculentum). Biologi Tropis 11 (1): 44 - 50

Raksun .A. Mahrus dan I.G. Mertha. 2019. Pengaruh Jenis Mulsa dan Dosis Bokashi Terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Penelitian Pendidikan IPA. Vol:6 (1): 57 – 62

Sahetapy, M. M., Pongoh, J., Tilaar, W. 2017.Analisis Pengaruh Beberapa Dosis Pupuk Bokashi Kotoran Ayam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Tomat (Solanum lycopersicum L.) Di Desa Airmadidi. Agri-SosioEkonomi Unsrat. Vol. 13 (2): 70 – 82

Setyastika, U.S. dan R. Suntari. 2019. Pengaruh Aplikasi Bokashi terhadap Dinamik Ketersediaan N, P dan S pada Inceptisol Karangploso Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. Vol. 6 (2): 1291 – 1299.

Sunarjono, 2006. Kunci Bercocok Tanam Sayur- Sayuran Penting Di Indonesia. Sinar Baru. Bandung.

Teutenburg, H. and Shalabh. 2009. Statistical Analysis of Designed Experiment. Third Edition. Springer. New York

Yuliatri, N. 2009. Cara Menghasilkan Pupuk Organik. Lily Publisher. Yogyakarta.

Zulkarnain. H. 2014. Dasar-Dasar Hortikultura. Bumi Aksara. Jakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.