PENGOLAHAN MANDIRI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN ORGANIK LAHAN SEMPIT

Saprini Hamdiani, Nurul Ismillayli, Siti Raudhatul Kamali, Surya Hadi

Abstract


Desa Lembuak adalah salah satu desa di Kecamatan Narmada. Desa ini, terdiri dari 8 dusun dengan jumlah penduduk 5209 jiwa dan luas 118 ha/m2. Lebih dari 70% penduduk terkonsentrasi dalam 3 dusun yaitu Lembuak Timur, Lembuak Barat dan Lembuak Kebon (Profil Desa Lembuak, 2016). Hal ini menjadikan ketiga dusun tersebut terbentuk menjadi perkampungan yang sangat padat. Permasalahan utama di 3 dusun terpadat adalah sampah yang mencemari lingkungan. Limbah-limbah organik rumah tangga memenuhi selokan saluran air, menimbulkan bau dan menjadi sarang penyakit. Limbah ini dapat diolah dengan proses fermentasi dengan EM4 menjadi pupuk organik. Pupuk organik yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai media tanam untuk pengembangan pertanian organik lahan sempit di Desa Lembuak Kecamatan Narmada. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan keluarga melalui pengolahan limbah organik dan aplikasi hasil pada pengembangan berbagai tanaman sayuran di pekarangan.


Keywords


biology: chemistry

Full Text:

PDF

References


Wardi, I. N. (2011). Pengelolaan sampah berbasis sosial budaya: Upaya mengatasi masalah lingkungan di Bali. Bumi Lestari, 11(1), 167-177.

Marliani, N. (2015). Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Sampah Anorganik) Sebagai Bentuk Implementasi Dari Pendidikan Lingkungan Hidup. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 4(2).

Wahyono, S. (2011). Pengolahan sampah organik dan aspek sanitasi. Jurnal Teknologi Lingkungan, 2(2).

Putra, Y. (2004). Pengelolaan Limbah Rumah Tangga (Upaya Pendekatan Dalam Arsitektur). Pengelolaan Limbah Rumah Tangga (Upaya Pendekatan Dalam Arsitektur).

Riswan, R., Sunoko, H. R., & Hadiyarto, A. (2011). Pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(1), 31-38.

Mulasari, S. A., Husodo, A. H., & Muhadjir, N. (2014). Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah domestik. Kesmas: National Public Health Journal, 8(8), 404-410.

Artiningsih, N. K. A. (2008). Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga (Studi kasus di Sampangan dan Jomblang, Kota Semarang) (Doctoral dissertation, program Pascasarjana Universitas Diponegoro).

Setiadi, A. (2015). Studi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas pada Kawasan Permukiman Perkotaan di Yogyakarta. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 3(1), 27-38.

Sulistyorini, L. (2005). Pengelolaan sampah dengan cara menjadikannya kompos. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(1).

Novi Rahmawanti dan Novrian Dony., 2014., Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Penambahan Aktivator EM4 di Daerah Kayu Tangi., Ziraa’ah, Vol.39., No.1., Halaman 1-7.

Amir Hamzah dan Sri Umi Lestari., 2016., Rumah Pangan Lestari Organik sebagai Solusi Peningkatan Pendapatan Keluarga., J.Akses Pengabdian Indonesia., Vol.1, No.1., Hal 65-72.

Marlinda., 2015., Pengaruh Penambahan Bioaktivator EM4 dan Promi dalam Pembuatan Pupuk Cair Organik dari Sampah Organik Rumah Tangga., Konversi., Vol.4., No.2., Hal 1-6.

R.D.M Simanungkalit., Didi Ardi Suriadikarta, Rasti Saraswati, Diah Setyorini dan Wiwik Hartatik., 2006., Pupuk Organik dan Pupuk Hayati (Organik Fertilizer dan Biofertilizer)., Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.

SNI 19-7030-2004., Spesifikasi kompos dari sampah organik domestic., ICS 12.030.40 Badan Standardisasi Nasional




DOI: http://dx.doi.org/10.29303/jpm.v13i2.793

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/

Indexed By


                                 

Creative Commons License

Jurnal Pijar MIPA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View Jurnal Pijar MIPA Stats

View My Stats