Pola Pembelajaran Biologi dengan Model Discovery Learning di Kelas X Madrasah Aliyah

Dewa Ayu Citra Rasmi, Husna Tuhura

Abstract

Kegiatan ini fokus pada implementasi model discovery learning pada pembelajaran Biologi di Kelas X MIA 2 MAN 2  Mataram. Implementasi model ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, spikomotor dan afektif siswa. Penguasaan keterampilan dan proses kognitif siswa berhasil ditingkatkan setelah siswa dibantu guru dalam menganalisis informasi dan data untuk merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya. Peningkatan kemampuan kognitif siswa dalam model discovery learning ini ditunjukkan dari perolehan skor hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari sub pokok bahasan 1 di mana di antara 31 siswa, hanya 1 siswa yang mencapai KKM (80), sedangkan 30 siswa belum mencapai KKM dan pada sub pokok bahasan 2 mengalami peningkatan menjadi 16 siswa mencapai KKM dan 15 siswa belum mencapai KKM. Adapun peningkatan nilai afektif siswa terlihat dari peningkatakan persentase siswa yang termasuk kategori sangat baik dari 45,7% menjadi 58,3%, siswa dengan kategori baik 34,3% menjadi 27,6%, siswa dengan kategori cukup baik dari 5,7% menjadi 11,1% dan penurunan persentase siswa dengan kategori kurang baik dari 14,3% menjadi 2,8%.  Peningkatan psikomotor  dengan katagori baik dari 45,7% menjadi 58,3%, katagori cukup dari 34,3% menjadi 36,1% dan katagori kurang mengalami penurunan dari 20% menjadi 5,6%. Nilai penting dan kebaruan best practice  dalam penerapan pembelajaran discovery learning ini adalah siswa kelas X MIA 2 MAN 2  Mataram Tahun 2018 masih sangat membutuhkan bantuan guru melakukan  analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses untuk merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya. Sehingga dapat mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan proses kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Hasil impementasi model discovery learning pada Pembelajaran Biologi dapat meningkatan kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa Kelas X MIA 2 MAN 2 Mataram Tahun 2018.

Keywords

discovery learning; pembelajaran biologi; kognitif; afektif; analisis sendiri; generalisasi

References

Aoun, J.E. (2017). Robot-proof: higher education in the age of artificial intelligence. US: MIT Press.

In’am, A. dan Hajar, S. 2017. Learning Geometry through Discovery Learning Using a Scientific Approach. International Journal of Instruction. Vol.10, No.1. diakses dari https://eric.ed.gov/?id=EJ1125137 pada tanggal 25 Oktober 2018.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum 2013: Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA). Jakarta: TP.2013.

Martaida, T., Bukit, N., dan Ginting, E.M. 2017. The Effect of Discovery Learning Model on Student’s Critical Thinking and Cognitive Ability in Junior High School. Journal of Research & Method in Education. Vol 7, No.1. Diakses dari http://www.iosrjournals.org/iosr-jrme/papers/Vol-7%20Issue-6/Version 1/A0706010108.pdf pada tanggal 25 Oktober 2018.

Rahman, M. 2017. Using Discovery Learning to Encourage Creative Thinking. International Journal of Social Sciences & Educational Studies. International Journal of Social Sciences & Educational Studies. Vol.4, No.2. diakses dari http://ijsses.org/wp-content/uploads/2017/10/Using-Discovery-Learning-to-Encourage-Creative-Thinking.pdf pada tanggal 25 Oktober 2018.

Schwab, C. 2016. The Fourth Industrial Revilution. Switzerland: Worls Economic Forum.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.