Phytochemical Screening and Antibacterial Potency of Jeruk Kunci Fruit Waste (Citrus x microcarpa Bunge) Extract Against Propionibacterium acnes

Occa Roanisca, Rani Rani, Robby Gus Mahardika

Abstract

Pertumbuhan bakteri jerawat dapat diatasi dengan menggunakan senyawa antibakteri, tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai antibakteri jerawat adalah Citrus x microcarpa Bunge (jeruk kunci). Berdasarkan  kajian  literatur, genus Citrus mengandung steroid, flavonoid, terpenoid, tanin, dan saponin dengan bioaktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak limbah buah jeruk kunci terhadap Propionibacterium acnes. Pada penelitian ini ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Pengujian fitokimia dilakukan secara kualitatif dan uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil pengujian fitokimia mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, terpenoid, dan steroid. Berdasarkan data pengujian antibakteri ekstrak limbah buah jeruk kunci didapatkan bahwa kekuatan  antibakteri ekstrak terhadap P. acnes tergolong kuat. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak limbah buah jeruk kunci berpotensi untuk dikembangkan menjadi agen antibakteri.

Keywords

Acne, Antibacterial, Citrus x microcarpa Bunge, phytochemical, Propionibacterium acnes.

References

Roanisca, O., & Mahardika, R.G. (2020). Citrus x microcarpa bunge Fruit Extract as Antibacterial Against Staphylococcus aureus. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science ICoGEE 2020.

Sholih, M.G., Ahmad, M. dan Siti, S. (2015). Rasionalitas Penggunaan Antibiotik di Salah Satu Rumah Sakit Umum di Bandung Tahun 2010. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. 4(1) : 63-70.

Kumar, A., Narayani, M., Subanthini, A. & Jayakumar, A. (2011). Antimicrobial Activity and Phytochemical Analysis of Citrus Fruit peels-Utilization of Fruit Waste. International Journal of Engineering Science and Technology. 3(6): 5414-542.

Wijiastuti, L. (2011). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Jeruk Manis (Citrussinensis (L.) Osbeck) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Multiresisten serta Brine Shrimp Lethality Test. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Dungir, Stevi, G., Dewa, G., Katja, Vanda S. (2012). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik Dari Kulit Manggis (Garcinia mangostana L). Jurnal Mipa Unsrat. 1(1): 11-15

Roanisca, O. (2018). Skrining Fitokimia dan Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Pucuk Iding-iding (Stenochlaena palustris) Terhadap Bakteri Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Jurnal Kimia Mulawarman. 15 (2):99-105.

Jagessar, R.A., Mars, G., Gomes. (2008). Selective Antimicrobial Properties of Phyllanthus acidus Leaf Extract Against Candida albicans, Escherichia coli and Stapyloccocus aureus Stokes Disc Diffussion, Well Difuscion, Streak Plate and a Dilution Method. Nature and Science. (6): 24-38.

Maida, S., Lestari, K.A.P. (2019). Aktivitas Antibakteri Amoksisilin Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Bakteri Gram Negatif. Jurnal Pijar MIPA. 14 (3): 189-191.

Rahayu, S, Nunung, K, Vina, A. (2015). Ekstraksi Dan Identifikasi Senyawa Flavonoid Dari Limbah Kulit Bawang Merah Sebagai Antioksidan Alami. Al kimiya. 2(1):1-8.

Sangi, M, R, M, S, H. .(2008). Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat di Kabupaten Minahasa Utara. Chem, Prog. 1(1) :47-53.

Haryati, Nur. A, Chairul. S, Erwin. (2015). Uji Toksisitas dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Merah (Syzygium mytifolium Walp) Terhadap Bakteri Stapyloccocus aureus dan Eschericia coli. Jurnal Kimia Mulawarman. 13(1):35-39.

Marlinda, M., S, M, W, A. (2012). Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.). Jurnal Kimia Unsrat. 1(1):24-28.

Roanisca, O., & Mahardika, R. G. (2020). Citrus x microcarpa bunge fruit extract as antibacterial against Staphylococcus aureus. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 599(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/599/1/012043

Z, N. I., Norhayati, Y., Syara, K., & W, N. H. A. (2019). Qualitative Phytochemical Screening and Antioxidant Activities from Three Different Citrus Leaves ( Rutaceae ). Preprints, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.20944/preprints201908.0293.v1

Lou, S. N., & Ho, C. T. (2017). Phenolic compounds and biological activities of small-size citrus: Kumquat and calamondin. Journal of Food and Drug Analysis, 25(1), 162–175. https://doi.org/10.1016/j.jfda.2016.10.024

Rijayanti, R.K. (2014). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L) Terhadap Stapyloccocus Aureus Secara In 29 Vitro. Naskah Publikasi. Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura.

Supriyanto, M., I. (2005). Aktivitas Pemberian Ekstrak Temulawak (Curumae xanthoriza) dan Kunyit (Curcumae domestica) Terhadap Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Biologi. 11:15-23.

Sudarmi, K., Darmayasa, I.B.G., & Muksin, I.K. (2017). Uji Fitokimia dan Daya Hambat Ekstrak Daun Juwet (Syzygium cumini) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus ATCC. Jurnal Simbiosis. 2: 47-51.

Muchtaromaha, B., Safitrib, E.S., Fitriasaric, P.D., and Istiwandhanid, J. (2020). Antibacterial activities of curcuma mangga Val. extract in some solvents to Staphylococcus aureus and Escherichia coli. AIP Conference Proceedings, Chapter 2231 : 030005-1 -03005-6.

Othman, L., Sleiman, A., and Abdel-Massih, R.M. (2019). Antimicrobial activity of polyphenols and alkaloids in middle eastern plants. Frontiers Microbial. 10: 1-28.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.