TANGGAP BENCANA GEMPA BUMI BAGI SISWA DAN GURU SDIT ANAK SHOLEH MATARAM
DOI:
https://doi.org/10.29303/jppm.v1i1.514Abstract
Beberapa tahun terakhir ini terjadi banyak peristiwa gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia. Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang belum dapat diprediksi terjadinya sehingga dapat menimbulkan kerugian material dan merenggut nyawa manusia. Oleh karena itu gempa bumi harus diinformasikan kepada seluruh lapisan masyarakat dan mereka perlu dibekali berbagai teknik penyelamatan diri yang merupakan bagian dari kesiapsiagaan. Melalui teknik penyelamatan diri yang tepat masyarakat dapat terhindar dari resiko menjadi korban jika tiba-tiba terjadi gempa bumi. Langkah strategis yang dapat dilakukan adalah memberi pelatihan pada lembaga pendidikan terutama komunitas sekolah. Apabila gempa bumi terjadi pada jam belajar di sekolah, maka dibutuhkan suatu tindakan yang tepat untuk melindungi siswa resiko akibat gempa bumi. Terlebih pada siswa yang memiliki kerentanan tinggi, misalnya siswa sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi yang dikembangkan oleh proyek DAPS (Disaster Awareness in Primary School). Kegiatan tanggap bencana ini melibatkan 18 orang siswa kelas V dan 2 orang guru SDIT anak sholeh Mataram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dan guru mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, baik dalam bentuk mendengarkan informasi yang diberikan maupun dalam latihan-latihan yang dipraktekkan. Namun demikian, mereka mengalami hambatan dalam memahami teknik penyelamatan diri dari gempa bumi dan pertolongan pertama pada korban bencana gempa bumi. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar siswa dan guru melatih diri secara kontinu dan berkelanjutan supaya kesadaran akan bencana dan penyelamatan diri dari bencana betul-betul melekat pada diri mereka.References
Anton, W. 2012 Pakar: Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Pendidikan. http:www.aktual.co/sosial/144525pakar-mitigasi-bencana-masuk-kurikulum-pendidikan. Diunduh 16 juni 2013.
Antara News. 2010. Pendidikan Penanggulangan Bencana di Sekolah DIY. http:www.antaranews.com/berita/233563/pendidikan-penanggulangan-bencana ââ¬âdi-sekolah-diy. Diunduh 16 juni 2013.
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (tt) Pengenalan Gempabumi Vulcanological Survey of Indonesia (VSI).
Joko Martono 2011. Mitigasi Bencana dalam Perspektif Komunikasi Berkearifan Lokal. Artikel kompasiana http://wwwsosbud.kompasiana.com.
Lilik Kurniawa, Ridawan Yunus, Mohd.Robi Amri, dan Narwawi
Pramudiarta. 2011. Indek Rawan Bencana Indonesia.Bandang Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Suara Karya. 2010. Selenggarakan Penanggulangan Bencana di sekolah.http//www.suararya-online.com/news.htmi?id=258643.Diunduh 16 juni 2013.
Subagia, I Wayan dan I G.L Wiratma. 2013. Mitigasi Becana Alam Gempa Bumi Makalah. Disampaikan dalam Seminar Nasional Research Inovatif (Seminar-1) yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian UNDIKSHA.
Subagia, I Wayan dan I G.L Wiratma. 2012. Kurikulum Mitagasi Bencana Alam Gempa Bumi Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Bali. Makalah. Disamapikan dalam Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA.
Subagia, I Wayan dan I G.L. Wiratma, dan I Ketut Sudita. 2014. Materi Peltihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Bali. Singaraja: Undiksha Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

