RESPON STEK PUCUK TANAMAN MIANA (COLEUS ATROPURPUREUS (L.) BENTH) TERHADAP PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH

Eltis Panca Ningsih, Imas Rohmawati

Abstract

Abstrak : Tanaman miana saat ini dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Perbanyakan Tanaman miana dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Stek pucuk merupakan cara perbanyakan vegetatif tanaman miana yang relatif mudah dilakukan. Pembibitan dengan cara ini merupakan salah satu cara cepat dalam memenuhi kebutuhan bahan tanaman skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Zat Pengatur Tumbuh terhadap stek pucuk tanaman miana (Coleus atropurpureus (L.) Benth. Penelitian dilaksanakan di di laboratorium agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtyasa. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan pada bulan Maret sampai Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang yang terdiri dari empat perlakuan dan diulang tiga kali. Perlakuan yang diuji dalam percobaan ini adalah: kontrol (Tanpa ZPT), IAA 750 ppm, Growtone 500 ppm, dan air kelapa 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh berpengaruh terhadap jumlah tunas dan jumlah akar. Jumlah tunas terbanyak terdapat pada perlakuan Growtone sebesar 7.50 tunas. Jumlah akar terbanyak terdapat pada perlakuan IAA sebesar 91.00 buah. Rekomendasi budidaya tanaman miana dengan cara stek dapat menggunakan IAA 750 ppm maupun Growtone 500 ppm.

Kata Kunci : miana, stek, zat pengatur tumbuh

Abstract : Miana plant is currently used as an ornamental plant. The multiplication of miana crops can be done in a generative and vegetative way. Cuttings is a vegetative way of reproduction of miana plant which is relatively easy to do. Breeding in this way is one of the quick ways in meeting the needs of large-scale plant materials. This research aims to determine the effect of giving Plant Growth Regulator to the shoots cuttings of Miana (Coleus atropurpureus (L.) Benth). Research conducted in the Agroecological laboratory, Faculty of Agriculture, University of Sultan Ageng Tirtyasa. The research will be held in the month of March to May 2017. The study conducted by randomized block design (RBD) which consists of four treatments and is repeated three times. The treatment tested in this experiment was: control (without plant growth regulator), IAA 750 ppm, Growtone 500 ppm, and 10% coconut water. The results showed that the treatment of plant growth regulator affected in the number of shoots and the number of roots. The most number of shoots is in the Growtone treatment of 7.50 shoots. The highest number of roots is in the IAA treatment of 91.00 pieces. Recommendations for cultivation of miana crops with cuttings can use IAA 750 ppm maupun Growtone 500 ppm.

Keyword : Miana, cuttings, growing regulatory substances 

Keywords

Miana, cuttings, growing regulatory substances

Full Text:

PDF

References

Arinasa, IBK, Sujarwo, W & Peneng, IN (2015). The effect of Growtone concentrations and type of culm cuttings on growth of black petung bamboo (Dendrocalamus asper (Schult.) Backer ex Heyne cv. Black)’, Bamboo Journal, Japan Bamboo Society, vol. 29, pp. 1-9.

Bawoleh, N. A., Yuda, I. P. & L. Yulianti, I. M. (2017). Etnobotani tumbuhan pangan dan obat masyarakat suku arfak di Kampung Warmare, Kab. Manokwari. Universitas Atmajaya Yogyakarta. 15 hlm.

Davies, P.J. (1995). Plant Hormones. Kluwer Academic Publishers. Netherlands.

DPKP Malang kota (2017). http://dpkp.malang kota.go.id/2017/08/warna-warni-ceria-miana-iler/. Diakses pada tanggal 11 Mei 9018.

Hartman HT, Kester DE, Davies Jr FT & Geneve RL. (2002). Plant propagation: Principles and practices. 7th ed. Pearson Education INC., New Jersey

Hartmann, H. T, D. E. Kester & f.T. Davies (1990). Plant Propagation and Practice. 5* Ed. Prentice Hall Intemational. New Jersey.

Hartmann, H. T. & D. E. Kester. (1975). Plant Propagation Principle and 'Practices. London: Prentice Hall Inc.

Hartmann, H.T., D. E. Kester & F. T. Davies Jr. (1990). Plant propagation, princples and pracies.Fithh edition.Prentice Hall, Inc. Engle Wood Cliff.New Jersey.578 p.

Haryati ES, F. Diba & Wahdina (2015). Etnobotani tumbuhan berguna oleh masyarakat sekitar kawasan KPH model Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari 3 (3): 434—445.

Hidayat, Y. (2010). Pertumbuhan Akar Primer, Sekunder Dan Tersier Stek Batang Bibit Surian (Toona sinensis Roem) Wina Mukti Forestry research jurnal, 10 (2): 1- 8.

Lingga (1986). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta. 163 hal

Pakadang & Sesilia Rante (2015). Pengaruh Perbedaan Varietas Daun Miana (Coleus Scutellarioides [L.] Benth) Sebagai Antibakteri Terhadap Streptococcus pneumonia. Media Farmasi, XIV (23) : 113-117.

Salisbury, F.B & C.W Ross. (1995). Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Penerbit Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Shahab S, Ahmed N & Khan NS. (2009). Indole acetic acid production and enhanced plant growth promotion by indigenous PSBs. African J Agric Res 4: 1312-1316.

Suswita D, Syamsuardi & A. Arbain (2013). Studi etnobotani dan bentuk upaya pelestarian tumbuhan yang digunakna dalam upacara adat kendurisko di beberapa kecamatan di Kab. Kerinci, Jambi. Jurnal Biologika 2 (1): 67-80.

Uanikrishnan, K. & J. P. Rajeeve. (1990). On germination of Indian teak (Tectonagrandis L.f.). Indian Forester. 102 (10): 650-658.

Wattimena, G.A. (1988). Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Laboratorium Kultur Jaringan. Tanaman PAU Bioteknologi IPB. Bogor. 145 hlm.

Wattimena, G.A. (2000). Pengembangan propagul kentang bermutu dan kultivar kentang unggul dalam mendukung peningkatan produksi kentang di Indonesia. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Ilmu Horti-kultura. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Wudianto, R. (2001). Membuat Stek, Cangkok dan Okulasi. Penebar Swadaya. Jakarta. 72 hal.

Zhao, Y. (2010). Auxin biosynthesis and its role in plant development. Ann Rev Plant Biol 61: 49-64.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.