STRUKTUR VEGETASI MANGROVE ALAMI DAN REHABILITASI PESISIR SELATAN PULAU LOMBOK

Laily Hunawatun Sani, Dining Aidil Candri, Hilman Ahyadi, Baiq Farista

Abstract

Abstrak : Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi laju kerusakan hutan mangrove di Indonesia salah satunya di kawasan Teluk Gerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mangrove hasil rehabilitasi di Teluk Gerupuk dengan mebandingkan struktur vegetasi mangrove di kawasan tersebut dengan ekosistem mangrove alami. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan April-Juni 2019 di dua kawasan hutan mangrove di pesisir selatan pulau Lombok yaitu hutan mangrove alami desa Pemongkong dan hutan mangrove rehabilitasi Teluk Gerupuk. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode transek berpetak dengan ukuran petak 10 x 10 m untuk tipe pohon, sub petak 5 x 5 m untuk tipe pancang, dan petak semai berukuran 2 x 2 m. Terdapat 11 spesies mangrove ditemukan di dalam plot penelitian dengan persebaran spesies yaitu 8 spaesies ditemukan di hutan mangrove alami Pemongkong dan hanya 7 spesies ditemukan di hutan mangrove rehabilitasi Gerupuk. Spesies mangrove yang dimaksud termasuk ke dalam 4 famili yaitu Avicenniaceae (Avicennia alba, A. marina, A. lanata), Rhizophoraceae (Ceriops decandra, C. tagal, Rhizophora apiculata, R. mucronata, R. stylosa), Rubiaceae (Scyphiphora hydrophyllaceae) dan Sonneratiaceae (Sonneratia alba, S. casiolaris). Struktur vegetasi kedua ekosistem sangat berbeda terlihat pada vegetasi penyusunnya. Hutan mangrove alami Pemongkong didominasi oleh jenis Sonneratia alba dan Avicennia alba yang memiliki Indeks nilai penting (INP) untuk tipe pohon dan pancang dengan nilai masing-masing 132,37 dan 141,52, sedangkan hutan mangrove rehabilitasi didapatkan INP tertinggi pada tipe pohon dan pancang yaitu jenis R. apiculata dan R. stylosa dengan INP berturut-turut 140,5 dan 116,41. Rehabilitasi hutan mangrove dengan metode yang selama ini dilakukan telah mengubah struktur vegetasi hutan mangrove di Pulau Lombok yang juga dapat mempengaruhi fauna asosiasi dan ekosistem sekitar mangrove. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan serta analisis terlebih dahulu terhadap lokasi tujuan rehabilitasi mangrove agar untuk terbentuknya hutan mangrove rehabilitasi yang lebih sesuai dengan biota asosiasi dan ekosistem sekitar yang telah ada sebelumnya.

Kata Kunci : Struktur Komunitas, Mangrove, Alami, Rehabilitasi

Abstract : Rehabilitation of mangrove vegetation was an effort in order to decrease the rate of mangrove ecosystem destruction. This research aimed to determine the vegetation structure and the community status of natural and rehabilitation mangrove forest at South Lombok seashore. This research held on March – June 2019 at two types of mangrove ecosystem such as natural ecosystem at pemongkong, East Lombok and rehabilitation ecosystem at Gerupuk bay, Central Lombok. Data collection used plotted transect method by placed a plot sized 10x 10 m alternately. There are 11 species of mangrove found which belong to 4 families such as Avicenniaceae (Avicennia alba, A. marina, A. lanata), Rhizophoraceae (Ceriops decandra, C. tagal, Rhizophora apiculata, R. mucronata, R. stylosa), Rubiaceae (Scyphiphora hydrophyllaceae) and Sonneratia (Sonneratia alba, S. casiolaris). Vegetation structure in these 2 location was different based on the composition each vegetation and it proportion. Natural mangrove forest in pemongkong dominated by Sonneratia alba with importance value reached 132,37, meanwhile the rehabilitation area of mangrove ecosystem Gerupuk dominated by Rhizophora apiculata with number of importance value reached 140,5. These differences drove the value of persent of similarity (PS) between these ecosystem only reached 10.41% which categorized as low similarity. Mostly of rehabilitation of mangrove ecosystem conducted cause the alteration of vegetation structure of mangrove in Lombok coastal and affect the mangrove associated fauna and ecosystems. In that case, it really important to analys the condition of mangrove rehabilitation plan location to determine the mangrove species to plant in order to formed a rehabilitiation of mangrove area which more compatible to its associated biota and ecosystems.

Keyword : Structure, Mangrove, Natural, Rehabilitation

 

 

Keywords

Structure, Mangrove, Natural, Rehabilitation

Full Text:

PDF

References

Ahyadi, H. & I. W. Suana. (2018). Kajian Biodiversitas Mangrove dan Burung di The Mandalika, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Lombok.

Ahyadi, H., Sani. L. H., Riandinata, S. K. & S. Hadi. (2018). The Condition of Mangrove Ecosystem Around Shipyard Project Site at Lembar Bay, Lombok. Dipresentasikan pada seminar 1st International Conference and Workshop of Bioscience and Biotechnology, Mataram, 27 November 2018.

Aji, L. P. & A. Widyastuti. (2017). Molluscs Diversity in Coastal Ecosystem of South Biak, Papua. Oseanologi dan Limnologi Di Indonesia, 2 (1), pp. 25 – 37.

Al Idrus, Agil. (2014). Mangrove Gili Sulat Lombok Timur. Arga Puji Press, Mataram.

Anwar, H. & Mertha, I. G. (2017). Komposisi Jenis Mangrove Di Teluk Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Sangkareang Mataram, 3 (2): 25-31.

Budhiman, S., R. Dewanti, C. Kusmana & N. Puspaningsih. (2001). Kerusakan Hutan Mangrove Di Pulau Lombok Menggunakan Data Landsat-TM dan Sistem Informasi Geografis (SIG), Warta LAPAN, 3 (4), pp. 200 – 210.

Hidayatullah, M. & Pujiono Eko (2014). Struktur dan Komposisi Jenis Hutan Mangrove Di Golo Sepang-Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat, Bandung. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 3: pp. 151-162.

Indriyanto (2006). Ekologi Hutan. Bumi Aksara, Jakarta.

Kordi K., M. Ghufran H. (2012).Ekosistem Mangrove: Potensi, Fungsi, dan Pengelolaan, PT. Rineka Cipta, Jakarta

Molles Jr., Manuel C. & A. A. Sher. (2019). Ecology: Concepts and Applications, 8th Edition. McGraw-Hill Education, New York.

Mujiono, N. (2016). Gastropoda Mangrove dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 1 (3), pp.39-50.

Ningsih S.S. (2008). Inventarisasi Mangrove Sebagai Bagian dari Upaya Pengelolaan Wilayah Pesisir Kabupaten Deli Serdang. Thesis, Universitas Sumatera Utara.

Noor, Y. R., M. Khazali & I N. N. Suryadiputra. (2012). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetland International, Bogor.

Poedjirahajoe, E., Marsono D. & Wadhani FK. (2017). Penggunaan Principal Component Analyisis dalam Distribusi Spasial Vegetasi Mangrove di Pantai Utara Pemalang. Ilmu Kehutanan,11 : 29-42.

Pradnyawati, Putu (2018). Struktur dan Analisis Vegetasi Mangrove Di Teluk Ekas Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Skripsi. Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram.

Sani, Laily Hunawatun (2019). Komposisi Moluska Asosiasi Mangrove Alami dan Rehabilitasi Pesisir Lombok Selatan. Skripsi. Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram.

Sidiyasa, K. (2007). Vegetasi dan Keanekaragaman Tumbuhan di Sekitar Areal Tambang Batubara Daeng Setuju dan Tanah Putih Pulau Sebuku Kalimantan Selatan. Info Hutan, 4 : 111-121.

Smith, T. M. & R. L. Smith. (2012). Element of Ecology 8th Edition. Pearson Education Inc., USA.

Sulastini, Dian (2012). Seri Buku Informasi dan Potensi Mangrove Taman Nasional Alas Purwo. Balai Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.

Sulistiyowati, H. (2009). Biodiversitas Mangrove di Cagar Alam Pulau Sempu. Saintek, 8 : 59─61.

Supriharyono (2009). Konservasi Ekosistem Sumber Daya Hayati di Wilayah Pesisir dan Laut Tropis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Wijaya, Nirmalasari Idha & Muhammad Huda (2018). Monitoring Sebaran Vegetasi Mangrove yang Direhabilitasi Di Kawasan Ekowisata mangrove Wonorejo Surabaya. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10 (3): pp. 747-755. DOI: http://dx.doi.org/10.29244/jitkt.v10i3.21271.

Yolanda, R., Asiah & B. Dharma (2016). Mudwhelks (Gastropoda: Potamididae) in Mangrove Forest of Dedap, Padang Island, Kepulauan Meranti District, Riau Province, Indonesia. Journal of Entomology and Zoology Studies, 4 (2), pp. 155 – 161.

Zvonareva, S., Y. Kantor, X. Li & T. Britayev (2015). Long-term Monitoring of Gastropoda (Mollusca) Fauna in Planted mangroves in Central Vietnam. Zoological Studies (DOI 10.1186/s40555-015-0120-0), pp. 1 – 16.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.