PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA TERHADAP KINERJA DOSEN DALAM PROSES PERKULIAHAN

Nani Kurniati, Baidowi Baidowi, Nurul Hikmah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa pendidikan matematika terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan dan untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki maupun dikembangkan dalam proses perkuliahan berdasarkan persepsi mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan tahun akademik 2015/2016. Untuk mencapai tujuan tersebut peneltian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif, untuk pengambilan data dilakukan melalui penyebaran angket, dengan populasi mahasiswa pendidikan matematika yang aktif pada tahun akademik 2015/2016. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah angket tertutup, dimana responden tinggal memilih jawaban yang sudah tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram terhadap kinerja dosen berkategori baik dengan prosentase skor 69,50 %. Artinya lebih dari 50 % dan kurang dari atau sama dengan 75 % dari jumlah dosen yang aktif di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unram sudah melaksanakan proses perkuliahan dengan baik. Berdasarkan hasil prosentase skor untuk setiap indikator kinerja menurut persepsi mahasiswa ada beberapa hal yang harus dipertahankan dan dikembangkan oleh dosen yaitu 1). Memberikan apersepsi diawal perkuliahan yaitu dosen menjelaskan kaitan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. 2). Dosen menggunakan metode mengajar yang bervariasi dalam pekuliahan. 3). Dosen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 4). Dosen memberikan tugas yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. 5). Dosen memberikan tambahan nilai bagi mahasiswa atau kelompok yang mampu menyelesaikan tugas dengan baik. 6). Dosen menyusun soal ujian sesuai dengan materi yang telah diajarkan. 7). Dosen menhargai pendapat atau jawaban mahasiswa meskipun dipandang kurang tepat. 8). Dosen bersikap obyektif dalam penilaian, dan 9). Dosen dapat dijadikan contoh baik sikap maupun prilaku. Namun ada juga beberapa hal yang harus diperbaiki yaitu masih banyak dosen yang tidak membagikan hasil ujian kepada mahasiswa, dosen tidak membahas soal ujian, dan dosen tidak mengadakan remedial untuk mahasiswa yang belum tuntas.

This study aims to determine the perception of mathematics education students on the performance of lecturers, and to evaluate aspects that need to be improved and developed in the lecture process based on student perceptions of lecturer's performance in the academic year 2015/2016. This research is conducted by descriptive research method. Data was collected by questionnaires toward the population of active mathematics students. Closed questionnaire was applied as instrument whereas respondents just choose the answers that are already available. The results show that the perception of students of mathematics education FKIP Mataram University on the performance of their lecturers is categorized “good” with the percentage score of 69.5 %. This means that more than 50 % and less than or equal to 75 % of the number of active lecturers in the mathematics education  FKIP Mataram University has done the lecture well. The percentage score result indicates that for each performance indicator according to student perception there are some aspects that must be maintained and developed by lecturer: 1). Giving apperception at the beginning of lecture, whereas lecturer explain relation of previous topic with topic to be studied. 2). Lecturers use teaching methods that varied in lecturer. 3). Lecturers give students the opportunity to ask questions. 4). Lecturers provide tasks in accordance with the topics that has been taught. 5). Lecturers provide appreciation for students or groups who are able to complete the task well. 6). Lecturers compile test questions in accordance with the topics that have been taught. 7). Lecturers appreciate the opinions or answers of the students, although considered inappropriate. 8). Objective in the assessment, and 9). Lecturers acts as role model for both attitude and behavior. However, there are also some things that must be fixed: many lecturers do not share the exam results to students, lecturers do not discuss the exam, and lecturers do not hold remedial for students who have not completed.

Full Text:

PDF

References

Danim, S. (1995). Media komunikasi pendidikan: pelayanan profesional pembelajaran dan mutu hasil belajar (proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi). Bumi Aksara.

Sani, R. A. (2013). Inovasi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Rai, I Gusti Agung. 2008. Audit Kinerja pada Sektor Publik: Konsep, Praktik, Studi Kasus. Jakarta: Salemba Empat.

Fikriadi, F., Rusdiawan, R., & Wilian, S. (2017). Kontribusi Kinerja Komite Sekolah Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMAN 1 Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 2(1), 45-54.

Cahyono, A. (2012). Analisa Pengaruh Kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja Dosen dan Karyawan di Universitas Pawyatan Daha Kediri. Jurnal Ilmu Manajemen Revitalisasi, 1(1), 283-298.

Pramudyo, A. (2010). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dosen negeri pada kopertis Wilayah V Yogyakarta. Jurnal Bisnis Teori & Implementasi, 1(1), 1-11.

Uno, H. B., & Lamatenggo, N. (2012). Teori kinerja dan pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Slameto. 2010. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.