KAJIAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM KIMIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN LOMBOK BARAT INDONESIA

Eka Junaidi, Saprizal Hadisaputra, Syarifa Wahidah Al Idrus

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan terhadap aktivitas praktikum kimia di Sekolah Menengah Atas Negeri se-Kabupaten Lombok Barat. Teknik survey (angket dan wawancara) digunakan untuk memperoleh data aktivitas praktikum kimia di sekolah target. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru kimia di SMA Negeri Se Kabupaten Lombok Barat yang terdiri dari 14 sekolah. Data yang bersifat kualitatif dianalisis melalui tiga alur yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa di SMAN se Kabupaten Lombok Barat; 1) keadaan sarana dan prasarana laboratorium berkategori ‘Baik’ dengan nilai rata-rata sebesar 79,20 %. 2) Tingkat motivasi guru kimia dalam melaksanakan kegiatan praktikum diketahui sekolah dengan kategori ‘sedang’ dengan nilai rata-rata sebesar 56,70. 3) Keterlaksanaan kegiatan praktikum dan relevansinya dengan materi ajar serta keberhasilan pelaksanaan praktikum berkategori ‘Sangat Baik’ dengan nilai rata-rata 81,50 %. 4) Korelasi antara keadaan sarana dan prasarana laboratorium dengan pelaksanaan kegiatan praktikum memiliki nilai koefisien korelasi pearson = 0,316 (rendah), dengan tingkat signifikansi 0,270 (lebih besar dari 0,05). Korelasi antara motivasi guru untuk melaksanakan praktikum dengan pelaksanaan kegiatan praktikum memiliki nilai koefisien korelasi pearson = 0,169 (Sangat rendah/hampir tidak ada hubungan), dengan tingkat signifikansi 0,560 (lebih besar dari 0,05)  5). Uji korelasi berganda antara sarana dan prasarana praktikum, motivasi pelaksanakan praktikum terhadap pelaksanaan praktikum dengan koefisien korelasi hanya sebesar 10,90 %. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan praktikum dipengaruhi oleh sarana dan prasarana praktikum serta motivasi pelaksanaan praktikum hanya sebesar 10,90 %, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain, dengan nilai signifikasinya sebesar 0,531 (lebih besar dari 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah antara sarana dan prasarana laboratorium dan motivasi pelaksanaan praktikum terhadap pelaksanaan praktikum di sekolah tidak berhubungan secara simultan dan signifikan.

The purpose of this research is to investigate the chemistry practicum activities at the State High School in West Lombok regency Indonesia. Survey techniques (questionnaires and interviews) were used to obtain data on chemical practicum activities in target schools. Samples are all chemistry teachers in SMA Negeri in West Lombok regency consisting of 14 schools. Qualitative data were analyzed through three paths: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that: 1) the condition of laboratory facilities and infrastructure categorized 'Good', with an average value of 79.20 %. 2) The level of motivation of chemistry teachers in carrying out practicum activities is known as 'Medium' school, with an average value of 56.70. 3) Implementation of practicum activities and their relevance to teaching materials as well as the success of practicum implementation categorized as 'Excellent', with an average value of 81.50 %. 4) The correlation between the state of laboratory facilities and infrastructure with the implementation of practicum activities has a correlation coefficient value of Pearson = 0.316 (low), with significance level of 0.270. The correlation between teachers' motivation to carry out practicum with the implementation of practicum activity has correlation coefficient value of Pearson = 0,169 (Very low / no relation), with significance level of 0,560. 5). Multiple correlation test between practicum facilities and infrastructure, practicum implementation motivation on the implementation of the lab with correlation coefficient of only 10.90%. This shows that the implementation of practicum activity is influenced by practicum facilities and practice motivation and practicum is only 10,90 %, while the rest is influenced by other factor, with the significance value equal to 0,531. In conclusion, there is no significant relationship between laboratory facilities and the level of motivation to carry out practicum on the implementation of lab work in school.

Full Text:

PDF

References

Junaidi, E., Hadisaputra, S., Hakim, A., & Al Idrus, S. W. (2017). Kajian Pelaksanaan Praktikum Kimia Di Sekolah Menengah Atas Negeri Se Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 2(1), 101-111.

Rahman, D., Adlim, A., & Mustanir, M. (2017). Analisis Kendala Dan Alternatif Solusi Terhadap Pelaksanaanpraktikum Kimia Pada Slta Negeri Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 3(2), 01-13.

Wiratma, I. G. L. (2015). Pengelolaan Laboratorium Kimia pada SMA Negeri di Kota Singaraja:(Acuan Pengembangan Model Panduan Pengelolaan Laboratorium Kimia Berbasis Kearifan Lokal Tri Sakti). JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 3(2).

Ningsyih, S., Junaidi, E., & Al Idrus, S. W. (2016). Pengaruh Pembelajaran Praktikum Berbasis Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Kimia Siswa. Jurnal Pijar Mipa, 11(1).

Aprianti, R., Wildan, W., & Muntari, M. (2011). Pengembangan Modul Pembelajaran Larutan Asam Basa Berbasis Pendekatan MMS (Makroskopik Mikroskopik Simbolik) dan Implementasinya dalam Pembelajaran. Jurnal Pijar Mipa, 6(1).

Hakim, A., Kadarohman, A., & Syah, Y. M. (2015). Making a natural product chemistry course meaningful with a mini project laboratory. Journal of Chemical Education, 93(1), 193-196.

Hakim, A., Liliasari, L., Kadarohman, A., & Syah, Y. M. (2016). Improvement of Student Critical Thinking Skills with the Natural Product Mini Project Laboratory Learning. Indonesian Journal of Chemistry, 16(3), 322-328.

Anwar, Y. A. S., & Senam, S. (2017). Effective Laboratory Work in Biochemistry Subject: Students’ and Lecturers’ Perspective in Indonesia. International Journal of Higher Education, 6(2), 100.

Coppola, B. P. (2008). Selamat datang di Indonesia: Learning about chemistry and chemistry education in Indonesia. Journal of chemical education, 85(9), 1204.

Hadisaputra, S., Savalas, L. R. T., & Hamdiani, S. (2017). Praktikum Kimia Berbasis Kimia Komputasi Untuk Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pijar Mipa, 12(1).

Anwar, Y. A. S., Senam, & Laksono, E. W. (2017, August). Identification of the students’ critical thinking skills through biochemistry laboratory work report. In AIP Conference Proceedings (Vol. 1868, No. 1, p. 030013). AIP Publishing.

Utomo, M. P. (2011). Adaptasi Pelaksanaan Praktikum Kimia Negara OECD. Makalah disampaikan Pada PPM Unggulan berjudul Adaptasi Kurikulum Kimia SMA Bertaraf Internasional terhadap Kurikulum dari Negara OECD, di FMIPA UNY, 4.

Suharsimi, A. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative data analysis: A sourcebook of new methods. In Qualitative data analysis: a sourcebook of new methods. Sage publications.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.