Identifikasi Kesalahan Siswa Kelas VII Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Geometri Dengan Newman’s Procedure

Fahrur Rozi Hadiyanto, Nourma Pramestie Wulandari

Abstract

Errors in solving geometry problems can be used as a reference to find out what difficulties are made by students. One of the efforts in helping students who have difficulty in solving geometry problems, is by identifying the results of students' completion of the given problem. The purpose of this study is to identify student errors in solving geometry problems using Newman’s Procedure. This study uses a mixed approach (fixed method) using test questions instruments. The subjects of this study were 29 students of class VII C of SMP Negeri 8 Kediri. The results of identification of student answers obtained data that errors in reading problems because students are confused about solving the geometry problems. Comprehension errors of what they read happens because students answer broadly when asked is that many tiles are needed. Transformation errors occur because students incorrectly write numbers while working. Errors in process skill in implementing strategies occur because students choose the wrong strategiy in solving problems. Errors in encoding when students write final answers occur because students do not know that writing down the distance unit while working on problems is not allowed and it’s wrong in counting.

Abstrak

Kesalahan dalam menyelesaikan soal geometri dapat dijadikan acuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan apa saja yang dilakukan oleh siswa. Salah satu upaya dalam membantu siswa yang kesulitan dalam menyelesaikan soal geometri, yaitu dengan mengidentifikasi hasil penyelesaian siswa terhadap soal yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal geometri dengan menggunakan Newman’s Procedure. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (fixed method) dengan menggunakan instrument soal tes. Subjek penelitian ini ada 29 siswa kelas VII C SMP Negeri 8 Kediri. Hasil identifikasi jawaban siswa diperoleh data bahwa kesalahan dalam membaca soal dikarenakan siswa bingung menyelesaikan soal geometri tersebut. Kesalahan dalam memahami apa yang dibaca terjadi dikarenakan siswa menjawab luas pada saat yang ditanyakan adalah banyak ubin yang dibutuhkan. Kesalahan transformasi terjadi dikarenakan siswa salah menulis angka saat mengerjakan. Kesalahan dalam menerapakan strategi terjadi karena siswa salah memilih strategi dalam menyelesaikan soal. Kesalahan menuliskan jawaban akhir terjadi karena siswa tidak tahu bahwa menuliskan satuan jarak saat mengerjakan soal tidak diperbolehkan dan salah dalam menghitung

 

 

Keywords

Identifikasi kesalahan, Geometri, Newman’s Procedure; Soal Cerita.

Full Text:

PDF

References

. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2011). Salinan Lampiran Permendikbud No. 68 Tahun 2013 Tentang Kurikulum SMP-MTs.Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

. Saini, M. (2015). A Diagnostic Study of Errors Commited by 8th Grade Students of Government School in Solving Problems of Geometry. International Journal in Management and Social Science. Vol.3 issue 7

. Usiskin, Z. (1982). Van Hiele Levels and Achievement in Secondary School Geometry.(Final Report of The Cognitive Development and Achievement in Secondary School Geometry Project). Chicago: University of Chicago

. Sugihartono, dkk. (2006). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta

. Young, R dan O’Shea, T.(1981). Errors in Children’s Subtraction. Cognitive Science, 5(2): 152-177.

. Sandhu, D. (2013). Does anyone have any information on the differences between misconceptions and errors in mathematics. Research Gate., (Online), (http://www.researchgate.net/post/Does_anyone_have_any_information_on_the_differences_between_misconceptions_and_errors_in_mathematics), diakses 6 Maret 2016

. Mirza, A. (1998). Analisis Kesalahan Belajar Matematika. Pontianak : FKIP UNTAN.

. Clements & Ellerton. (1996). The Newman Procedure for Analysis Errors on Written Mathematical Task. The University of Newcastle: Faculty of Education

. Ramadhani, A.N. (2015). Analisis Kesalahan Siswa Kelas VII pada Materi Aljabar serta Proses Scaffolding-Nya. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana UM.

. Noviyanti, M. (2014). Diagnosis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Aljabar serta Upaya Scaffolding Guru. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana UM.

. Pratama, S. (2014). Kesalahan Siswa Kelas VIII SMP dalam Aljabar dan Upaya Mengatasinya Menggunakan Scaffolding. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana UM.

. Anghileri, J. (2006). Scaffolding Pactices that Enhance Mathematics Learning. Journal of Mathematics Teacher Education, Vol.9, halaman 33-52

. Amiripour, P.,dkk. (2012). Scaffolding as Effective Method for Mathematics Learning. Indian Journal of Science and Technology. Vol.5, No.9

. Westwood, P. (2004). Learning and Learning Difficulties :A Handbook for Teachers. Australian Council for Educational Research: Acer Press

Refbacks

  • There are currently no refbacks.