Vol. 14 No. 1 (2019): Maret
Open Access
Peer Reviewed

Perhitungan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Emisi Karbon Dioksida

Authors

Taufik Abdullah , Rachmat Boedisantoso

DOI:

10.29303/jpm.v14i1.997

Published:

2019-03-28

Downloads

Abstract

Kota Surabaya banyak mengalami perkembangan dibidang transportasi dan industri. Perkembangan ini menyebabkan meningkatnya emisi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan ruang terbuka hijau yang dikeluarkan tiap-tiap area khusus di Kota Surabaya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan metode perhitungan ruang terbuka hijau berdasarkan total emisi karbon dioksida yang dikeluarkan tiap-tiap area di sektor transportasi dan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran emisi total CO2 di Surabaya Utara adalah 30.500,07 ton CO2/bulan dengan luas ruang terbuka hijau kira-kira 6,16 km2. Surabaya Timur sebaran emisi total CO2 adalah 115.653,46 ton CO2/bulan dengan luas ruang terbuka hijau kira-kira 23,24 km2. Untuk Surabaya Pusat, total emisi CO2 adalah 23.256,46 ton CO2/bulan luas ruang terbuka hijau kira-kira 4,75km2. Surabaya Utara memiliki total emisi CO2 adalah 865.709,04 ton CO2/bulan dengan luas ruang terbuka hijau kira-kira 14,54à km2. Sedangkan di Surabaya Barat, total emisi CO2 adalah 89.203,81 tonCO2/bulan dengan luas ruang terbuka hijau kira-kira 17,73 km2. Jadi kebutuhan ruang terbuka hijau di Surabaya Timur lebih besar dibandingkan dengan area lain karena memiliki total emisi CO2 yang tinggi.

Keywords:

ruang terbuka hijau emisi CO2 surabaya

References

Kusuma, W, P., ââ¬ÅContribution study of Transportation Activities Toward Carbon Emission in Western Surabayaââ¬Â in Paper of Institute Technology of Sepuluh Nopember, (2010) pp.8-21

Data and Information Center of Energy and Mineral Resources Ministry of Energy and Mineral Resources, ââ¬ÅAssessment of Greenhouse Gas Emissions Transportation Sectorââ¬Â, Jakarta (2012)

Widyanadiari, S,R, ââ¬ÅAdequasy Analysis of Green Open Space as CO2 Emission Absorber in Urban by Using Stella Program (Case Study: Central and South of Surabaya)ââ¬Â in Paper of Institute Technology of Sepuluh Nopember (2011) pp. 1-27.

Dahlan, E. N. Forest City : for Management and Quality Improvement of the Environmen. Jakarta: Association of Indonesian Forest Concessionaires. (1992)

The Law No. 26 Year 2007 on Spatial Planning. [Online]. Available:http://www.bkprn.org/peraturan/the_file/UU_No26_2007.pdf

Frankie Chiarly Rawung. The effectiveness of green open space in Reducing Greenhouse Gas Emissions in Urban Area Boroto. Jurnal 12 (2) (2015) 1858 ââ¬â 1137.

Pradiptiyas, Driananta.Ade quacy Analysis of Green Open Space as CO2 Emission Absorber in Urban by Using Stella Program (Case Study : North and East of Surabaya) in Paper of Institute Technology of Sepuluh Nopember, (2011) pp.1-28.

The Law No. 38 Year 2004 on Spatial Planning. [Online]. http://www.sanitasi.net/undang-undang-no-38-tahun-2004-tentang-jalan.pdf

Author Biographies

Taufik Abdullah, Program Studi Teknik Lingkungan, Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Mataram

Author Origin : Indonesia

Rachmat Boedisantoso, Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknolodi Sepuluh Nopember Surabaya

Author Origin : Indonesia

Downloads

Download data is not yet available.

How to Cite

Abdullah, T., & Boedisantoso, R. (2019). Perhitungan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Emisi Karbon Dioksida. Jurnal Pijar Mipa, 14(1), 95–99. https://doi.org/10.29303/jpm.v14i1.997