Peningkatan Literasi Konservasi melalui Edukasi Spesies Dilindungi bagi Siswa SMA Kristen Ekklesia Nanga Pinoh Kabupaten Melawi
Authors
Adityo Raynaldo , Etha Marista , Muftiah Yasi Dwi Wahyuni , Elpe Bibas , Fitriyan Kurnia , Riza LindaDOI:
10.29303/jppm.v9i1.10538Published:
2026-01-18Issue:
Vol. 9 No. 1 (2026): FebruariKeywords:
konservasi, spesies dilindungi, literasi lingkungan, siswa SMA, Kalimantan BaratArticles
Downloads
How to Cite
Abstract
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia, namun tingginya ancaman terhadap spesies dilindungi akibat deforestasi, perburuan, dan rendahnya literasi konservasi di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan utama dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi konservasi dan pemahaman siswa terhadap spesies dilindungi di Kalimantan Barat melalui edukasi interaktif di SMA Kristen Ekklesia Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2025 dengan melibatkan 39 siswa kelas XII IPA 1 dan IPA 2. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi berupa pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Materi difokuskan pada konsep megabiodiversitas Indonesia, dasar hukum perlindungan spesies, serta pengenalan spesies dilindungi seperti Helarctos malayanus, Manis javanica, dan Nepenthes clipeata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konservasi, dengan rata-rata kenaikan nilai kognitif sebesar 25,64% dan tingkat partisipasi diskusi mencapai lebih dari 80%. Hal ini menandakan bahwa pendekatan literasi berbasis konteks lokal efektif dalam membangun kesadaran ekologis dan rasa tanggung jawab lingkungan. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya program lanjutan yang berkelanjutan di sekolah melalui kerja sama antara perguruan tinggi, sekolah, dan lembaga konservasi daerah guna memperluas dampak edukatif dan membentuk generasi muda yang peduli terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). 2001. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. Longman, New York.
Ballantyne, R., & Packer, J. 2009. Introducing a fifth pedagogy: Experience‐based strategies for facilitating learning in natural environments. Environmental Education Research, No.15, Vol.2, 243–262.
BRIN & BAPPENAS. 2025. Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024. BRIN & BAPPENAS, Jakarta.
Chanvin, M. 2023. Ten years of positive impact of a conservation education program (Tangkoko Conservation Education, TCE). Animals, No.13, Vol.9, 1425.
Convention on Biological Diversity (CBD). 2009. Indonesia: Country Profile – Biodiversity Facts, https://www.cbd.int.
Husin, A. 2025. Environmental education in schools: Sustainability and hope. Discover Sustainability, Vol.6, 73.
International Union for Conservation of Nature (IUCN). 2025. The IUCN Red List of Threatened Species, https://www.iucnredlist.org.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. 2015. Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya, https://web.archive.org/web/20131105194649/http://www.dephut.go.id/uploads/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bukitbaka.htm.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 2018. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. KLHK, Jakarta.
Margono, B. A., Potapov, P. V., Turubanova, S., Stolle, F., & Hansen, M. C. 2014. Primary forest cover loss in Indonesia over 2000–2012. Nature Climate Change, Vol.4(8), 730–735.
Mittermeier, R. A., Turner, W. R., Larsen, F. W., Brooks, T. M., & Gascon, C. 2011. Global biodiversity conservation: The critical role of hotspots. Dalam Zachos, F. E., & Habel, J. C. (Eds.), Biodiversity Hotspots (pp. 3–22). Springer, Berlin.
Monroe, M. C., Plate, R. R., Oxarart, A., Bowers, A., & Chaves, W. A. 2019. Identifying effective climate change education strategies: A systematic review of the research. Environmental Education Research, Vol.25(6), 791–812.
Myers, N., Mittermeier, R. A., Mittermeier, C. G., da Fonseca, G. A., & Kent, J. 2000. Biodiversity hotspots for conservation priorities. Nature, Vol.403(6772), 853–858.
Pemerintah Republik Indonesia. 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Pemerintah RI, Jakarta.
Prayogo, W., Marhaeni, A., & Nugroho, A. 2021. Environmental education practices in Indonesia: A review. Sustainability in Environment, Vol.6(1), 45–56.
Tilbury, D. 1995. Environmental education for sustainability: Defining the new focus of environmental education in the 1990s. Environmental Education Research, Vol.1(2), 195–212.
United Nations. 2015. Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. United Nations, New York.
UNESCO. 2017. Education for Sustainable Development Goals: Learning Objectives. UNESCO, Paris. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000247444
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jakarta: Pemerintah RI.
Author Biographies
Etha Marista, Program Studi Biologi Universitas OSO
Dosen Program Studi Biologi Universitas OSO
Muftiah Yasi Dwi Wahyuni, Program Studi Biologi Universitas OSO
Dosen Program Studi Biologi Universitas OSO
Elpe Bibas, Program Studi Biologi Universitas OSO
Dosen Program Studi Biologi Universitas OSO
Fitriyan Kurnia, Program Studi Biologi Universitas OSO
Program Studi Biologi Universitas OSO
Riza Linda, Jurusan Biologi, Universitas Tanjungpura
Dosen Jurusan Biologi, Universitas Tanjungpura
License
Copyright (c) 2026 Adityo Raynaldo, Etha Marista, Muftiah Yasi Dwi Wahyuni, Elpe Bibas, Fitriyan Kurnia, Riza Linda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).


