LOKAKARYA PEMANFAATAN SUMBER PRIMER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KURIKULUM MERDEKA
DOI:
10.29303/jppm.v7i1.6068Published:
2024-02-28Downloads
Abstract
Salah satu aspek pedagogis yang perlu dikembangkan guru dalam pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka adalah penguatan keterampilan mengajar-belajar berbasis sumber primer. Berdasarkan hasil FGD dan Survey terbatas (2022), guru SMA di Surakarta masih mengalami kendala dalam penggunaan sumber primer dalam pembelajaran sejarah. Kondisi tersebut tentunya menghambat transisi dan trasformasi pembelajaran sejarah dari kerangka Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka. Solusi dari permasalahan tersebut adalah penguatan pedagogi guru dalam penggunaan sumber primer melalui kegiatan lokakarya. Lokakarya secara luring dan dilaksanakan dalam empat tahap yaitu persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi-refleksi. Materi yang disampaikan dalam lokakarya meliputi pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka, penggunaan sumber primer dalam pembelajaran sejarah, model pembelajaran sejarah berbasis sumber primer, dan penyusunan modul ajar berbasis sumber primer. Hasil pengabdian telah mendorong guru untuk memahami kerangka teoretik dalam memanfaatkan sumber primer dalam pembelajaran sejarah. Modul ajar yang telah dikumpulkan peserta lokakarya telah mengintegrasikan sumber primer dalam pembelajaran sejarah. Lebih lanjut, implmentasi dari perencanaan pembelajaran sejarah berbasis sumber primer perlu untuk dikaji secara lebih lanjut.
Keywords:
kurikulum merdeka keterampilan pedagogis sumber primerReferences
Abidin, N. F. (2020). PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SEKOLAH PEDESAAN DAN VOKASI. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.17977/um0330v3i1p88-99
Barton, K. C. (2005). Primary sources in history: Breaking through the myths. Phi Delta Kappan, 86(10). https://doi.org/10.1177/003172170508601006
Chalmers, D., & Gardiner, D. (2015). An evaluation framework for identifying the effectiveness and impact of academic teacher development programmes. Studies in Educational Evaluation, 46. https://doi.org/10.1016/j.stueduc.2015.02.002
Gupta, A., & Lee, G. L. (2020). The effects of a site-based teacher professional development program on student learning. International Electronic Journal of Elementary Education, 12(5). https://doi.org/10.26822/iejee.2020562132
Lee, H. (2005). Developing a professional development program model based on teachers’ needs. The Professional Educator, XXVII(1).
Reisman, A., & Mcgrew, S. (2018). Reading in History Education: Text, Sources, and Evidence. In The Wiley International Handbook of History Teaching and Learning. https://doi.org/10.1002/9781119100812.ch20
Sutimin, L. A., Joebagio, H., Sariyatun, Hum, M., & Abidin, N. F. (2018). The development of deconstructive learning history model to promote the higher order thinking skill of university students. New Educational Review, 51(1). https://doi.org/10.15804/tner.2018.51.1.01
Swan, K. O., & Locascio, D. (2008). Evaluating Alignment of Technology and Primary Source Use Within a History Classroom. Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 8.
Ullian, J. A., & Stritter, F. T. (1997). Types of faculty development programs. Family Medicine, 29(4). https://doi.org/10.2307/1979280
Veccia, S.H. (2004). Uncovering our History: Teaching with Primary Soruce. American Library Association
Westhoff, L. (2009). The use of primary source in teaching history. The Teaching American History Project: Lessons for history educators and historians, 67-77
Wineburg, S. (2010). Thinking like a historian. Teaching with primary source quarterly, 3(1), 2-4
License
Copyright (c) 2024 Sariyatun, Nur Fatah Abidin, Akhmad Arif Musadad, Leo Agung S, Tri Yuniyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

