Edukasi Hipertensi melalui Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Brucea Javanica (L) Merr pada Masyarakat Pesisir Lingkungan Bangsal Tanjung Karang
DOI:
10.29303/jppm.v9i2.11320Published:
2026-05-09Downloads
Abstract
Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Tingginya angka kejadian hipertensi umumnya terjadi pada masyarakat pesisir, khususnya di pulau Lombok, yang memiliki kebiasaan pola konsumsi garam yang tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi serta pemanfaatan tanaman herbal Brucea javanica (L.) Merr sebagai alternatif terapi antihipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Mataram, dengan desain quasi-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Peserta berjumlah 20 orang masyarakat pesisir dengan mayoritas perempuan dan rata-rata usia 52 tahun. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi pemanfaatan Brucea javanica. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest yang telah tervalidasi. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 91 dan meningkat menjadi 98 pada posttest, dengan nilai p < 0,05, yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah sosialisasi. Sebanyak 7 peserta mengalami peningkatan nilai, sementara 13 peserta mempertahankan nilai yang sudah tinggi, dan tidak terdapat penurunan nilai. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi dan berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi pada masyarakat pesisir.
Keywords:
hipertensi Brucea javanica masyarakat pesisir sosialisasi kesehatanReferences
Adiatman, A. Y. N. (2020). Efektivitas edukasi dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11(1), 228–232.
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2020). Profil kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2020. Mataram: Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Firman, F. (2024). Hubungan konsumsi natrium/garam dengan status hipertensi: Studi cross sectional di Kota Makassar. Multidisciplinary Journal of Education, Economic and Culture, 2(1), 43–49.
Harahap, R., Siregar, D., & Nasution, L. (2021). Pola konsumsi garam dan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 85–92.
Nurroniyyah, I., Fatah, M. Z., & Mandagi, A. M. (2024). Peningkatan pengetahuan peserta pengajian mengenai hipertensi melalui edukasi di Kelurahan Tukangkayu. Community Development Journal, 5(1), 1270–1274.
Pradipta, I. S., Aprilio, K., Febriyanti, R. M., Ningsih, Y. F., Pratama, M. A. A., Indradi, R. B., Gatera, V. A., Alfian, S. D., Iskandarsyah, A., & Abdulah, R. (2023). Traditional medicine users in a treated chronic disease population: A cross-sectional study in Indonesia. BMC Complementary Medicine and Therapies, 23, 120.
Sulastri, S., Rahmawati, R., & Handayani, D. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan hipertensi dengan kejadian komplikasi kardiovaskular. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 9(1), 45–52.
Taderera, B. H. (2025). Barriers to anti-hypertensive medication adherence among patients in private healthcare in Edenvale, South Africa. Healthcare, 13(18), 2267.
World Health Organization. (2023, March). Hypertension. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact sheets/detail/hypertension
License
Copyright (c) 2026 Sabita Tarinda, Siti Maesarah, Zaskia Rizky Maulana, Vania Aisyah Aulia Syahda Haris, Candra Dwipayana Hamdin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

