Edukasi Budidaya Kelulut untuk Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Pada Siswa SMA Kristen Ekklesia Nanga Pinoh
DOI:
10.29303/jppm.v9i2.11730Published:
2026-05-16Downloads
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan siswa SMA Kristen Ekklesia Nanga Pinoh melalui edukasi biologi dan budidaya kelulut (Heterotrigona itama), salah satu spesies lebah lokal bernilai ekologis dan ekonomis. Pemilihan topik ini penting karena rendahnya pemahaman siswa terhadap spesies lokal serta belum adanya media pembelajaran kontekstual di sekolah. Metode pelaksanaan mencakup pretest, penyampaian materi melalui presentasi dan video, demonstrasi langsung kotak budidaya kelulut, posttest, serta evaluasi respon siswa. Pretest dan posttest digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan, sedangkan observasi dan angket digunakan sebagai evaluasi keterlibatan serta penerimaan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata siswa naik dari 6,67 menjadi 9,62 setelah mengikuti edukasi. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap media pembelajaran berbasis spesies lokal, dan seluruh peserta menyatakan kegiatan ini perlu diadakan kembali di sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis pengalaman langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian lingkungan. Program ini membuka peluang pengembangan kegiatan serupa sebagai media pendidikan lingkungan yang berkelanjutan berbasis potensi hayati lokal.
Keywords:
Apidae budidaya edukasi lebah MeliponiniReferences
A’yunin, Q., Rauf, A., & Harahap, I. S. (2019). Foraging Behaviour and Pollination Efficiency of Heterotrigona itama (Cockerell) and Tetragonula laeviceps (Smith) (Hymenoptera: Apidae) on Chayote. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 24(3), 247–257.
Azmi, W. A., Samsuri, N., Hatta, M. F. M., Ghazi, R., & Seng, C. T. (2017). Effects of stingless bee (Heterotrigona itama) pollination on greenhouse cucumber (Cucumis sativus). Malaysian Applied Biology, 46(1), 51–55.
Barbiéri, C., & Francoy, T. M. (2020). Theoretical model for interdisciplinary analysis of human activities: Meliponiculture as an activity that promotes sustainability. Ambiente e Sociedade, 23.
Caro, T., Rowe, Z., Berger, J., Wholey, P., & Dobson, A. (2022). An inconvenient misconception: Climate change is not the principal driver of biodiversity loss. Conservation Letters, 15(3), 1–6.
Dantas, J. A., Scudeller, V. V., & Barbosa, S. M. (2025). NATIVE BEES AS A TOOL FOR ECO-LITERACY IN A PUBLIC SCHOOL IN MANAUS - AMAZONAS. 1–15.
Eladawiyah, S., Mulyani, S., Holle, M. H., Patrianti, T., & Mawar, M. (2023). Potensi Pengembangan Madu Kelulut (Trigona spp) Desa Wisata Kelulut Kalimantan Barat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 871–878.
Faisal, M., Suyatno, A., & Suharyani, A. (2023). Analisis Kelayakan Usahatani Madu Kelulut (Trigona sp) di Desa Nanga Kebebu Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension, 3(2), 130–139.
Franco, J. T., Barbosa, E. P., & Wobeto, C. (2022). Thematic Approach to Awareness of the Importance of Stingless Bees in the Early Years of Elementary School. REnCiMa, 13(6), 1–20.
Gavrilakis, C., Stamouli, E., & Liarakou, G. (2024). Primary school students’ awareness of and attitudes toward local threatened animals. Human Dimensions of Wildlife, 29(2), 159–175.
Härtel, T., Randler, C., & Baur, A. (2023). Using Species Knowledge to Promote Pro-Environmental Attitudes? The Association among Species Knowledge, Environmental System Knowledge and Attitude towards the Environment in Secondary School Students. Animals, 13(6), 1–18.
Hidayat, M. R., Endris, W. M., & Dwiyanti, Y. (2018). Effect of a rubber plantation on termite diversity in Melawi, West Kalimantan, Indonesia. Agriculture and Natural Resources, 52(5), 439–444.
Nuraina, I., Fahrizal, F., & Prayogo, H. (2018). Analisa Komposisi dan Keanekaragaman Jenis Tegakan Penyusun Hutan Tembawang Jelomuk di Desa Meta Bersatu Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi. JURNAL HUTAN LESTARI, 6(1), 137–146.
Price, J., Warren, R., & Forstenhäusler, N. (2024). Biodiversity losses associated with global warming of 1.5 to 4 °C above pre-industrial levels in six countries. Climatic Change, 177(47), 1–15.
Putra, A., Budhi, S., & Darwati, H. (2017). Keanekaragaman Vegetasi Pada Hutan Adat Bukit Tunggal Di Desa Batu Nanta Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi. JURNAL HUTAN LESTARI, 5(2), 234–240.
Ramadiana, Sofwan Anwari, M., & Yani, A. (2018). Etnozoologi untuk Ritual Adat dan Mistis Masyarakat Dayak Ella di Desa Sungai Labuk Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari, 6(3), 630–636.
Rozman, A. S., Hashim, N., Maringgal, B., & Abdan, K. (2022). A Comprehensive Review of Stingless Bee Products: Phytochemical Composition and Beneficial Properties of Honey, Propolis, and Pollen. Applied Sciences (Switzerland), 12, 1–27.
Xu, J., & Jiang, A. (2022). Effects of nature contact on children’s willingness to conserve animals under rapid urbanization. Global Ecology and Conservation, 38(August), e02278.
Yamaguchi, K. K. de L., Yamaguchi, H. K. de L., & Rebelo, K. S. (2023). The Use Of Meliponiculture As an Environmental Education Tool for Early Childhood Education in Amazonas Countryside. RealizAção, 10, 175–187.
License
Copyright (c) 2026 Elpe Bibas, Adityo Raynaldo, Fitriyan Kurnia, Muftiah Yasi Dwi Wahyuni, Etha Marista, Riza Linda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

