Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Keterampilan Mengembangkan Alat Peraga Edukasi Matematika Sekolah Dasar Berorientasi Budaya Betawi
DOI:
10.29303/jppm.v9i2.11636Published:
2026-05-15Downloads
Abstract
Pengembangan kompetensi guru dalam ruang akademik merupakan tuntutan kompetensi pedagogis menjadi salah satu hal yang harus terus menerus secara dinamis bisa ditingkatkan secara profesional. Pelatihan keterampilan mengembangkan alat peraga edukasi matematika sekolah dasar berorientasi Budaya Betawi yang dilaksanakan di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat, Jagakarsa Jakarta Selatan adalah sebuah pendekatan pelatihan dan pembelajaran yang mengintegrasikan alat peraga edukasi dengan Budaya Betawi. Pelatihan ini menjadi penting bagi Guru yang ada di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat, untuk mengenalkan beberapa alternatif alat peraga edukasi yang lebih dekat dengan aktivitas anak didik berorientasi pada Budaya Betawi. Metode dalam kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PkM) ini dibagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu: (1) tahap persiapan; (2) tahap pelaksanaan; dan (3) tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PkM) ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM ini berhasil meningkatkan keterampilan Guru dalam mengembangkan alat peraga edukasi yang berorientasi pada Budaya Betawi sehingga lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak didik di lingkungan SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat. Melalui pelatihan intensif yang dipadukan dengan simulasi praktik penggunaan alat peraga edukasi, Guru di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat, betul-betul mampu mengembangkan alat peraga edukasi berorientasi Budaya Betawi sekaligus mampu praktik mensimulasikan penggunaan alat peraga edukasi tersebut. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh Guru di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat, dapat mengintegrasikan Budaya Betawi ke dalam alat peraga edukasi yang mereka kembangkan untuk kegiatan belajar anak didik di di SDTQ Imam Syafii Jakarta, Tanjung Barat. Secara keseluruhan kegiatan PkM ini sudah berhasil mengintegrasikan Budaya Betawi dalam pembelajaran melalui alat peraga edukasi matematika sekolah dasar.
References
Annisah, S. (2014). Alat Peraga Pembelajaran Matematika. Jurnal Tarbawiyah, 11 (1); 1–15.
Binangun, H., H., & Hakim, A., R. (2016). Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Jam Sudut terhadap Hasil Belajar Matematika. JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika), 1(2); 204–214.
Fangestu, I. W. F. & Syahrizal, H. (2023). Digitalisasi Lembaga Pendidikan dalam Menghadapi Perkembangan dan Kemajuan Teknologi Informasi Dunia Pendidikan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 1(2), 26–38.
Farhan, M., dkk. (2025). Pengembangan Kompetensi Volunteer Melalui Pelatihan Penyusunan Modul Calistung Berorientasi Budaya Betawi Di Yayasan Swara Peduli Ceria. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 8(4), 710–718.
Hakim, A. R., dkk. (2025). Pelatihan Penyusunan Modul Ajar di Yayasan Swara Peduli Ceria untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dan Kompetensi Pengajar. Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 411–422.
Jagom, Y. O., Uskono, I. V., & Fernandez, A. J. (2020). Pemanfaatan Alat Peraga Matematika Sebagai Media Pembelajaran Di SD Oebola Di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Abdidas, 1(5), 339–344.
Khofsah, Z. A., Fatmawati, F. A., & Ifadah, A. S. (2023). Pengaplikasian Budaya Lokal Gresik dalam Kegiatan Pembelajaran PAUD. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(3), 462–469.
Khotimah, S., & Risan, R. (2019). Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Materi Bangun Ruang. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 3(1), 48–55.
Maolana, I., Darmiyanti, A., & Abidin, J. (2023). Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Yang Efektif Dalam Meningkatkan Kualitas Guru Di Lembaga Pendidikan Islam. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(4), 83–94. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/34
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sukandi, H., Rahayu, Y. N., Safitri, N. R., & Zain, I. A. (2024). Penggunaan Alat Peraga dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa. Jurnal Perspektif, 8(1), 70–80.
Sumarni, M. L., Jewarut, S., Silvester, S., Melati, F. V., & Kusnanto, K. (2024). Integrasi Nilai Budaya Lokal Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar. Journal of Education Research, 5(3), 2993–2998.
Suprapto. (2012). Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Media Pembelajaran Menggunakan Teknologi Informasi di Sekolah. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan. 3, 1 (Mar. 2012).
Suwardi., Firmiana, M., E., & Rohayati. (2014). Pengaruh Penggunaan Alat Peraga terhadap Hasil Pembelajaran Matematika pada Anak Usia Dini. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 2(4); 297–305.
Turmuzi, M., Kurniati, N., & Hikmah, N. (2021). Pelatihan Pembuatan dan Penggunaan Alat Peraga Matematika SD di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Publikasi Pendidikan, 11(3), 213–220.
Wafiqni, N., & Nurani, S. (2019). Model Pembelajaran Tematik Berbasis Kearifan Lokal. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 10(2), 255–270.
Witono, dkk. (2021). Penyediaan Alat Peraga dan Pelatihan Pengajaran Sains dan Matematika Bagi MI Mambaul Hidayah Desa Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(2), 282–291.
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Farhan, Arif Rahman Hakim, M. Tohimin Apriyanto, Napis Napis, Dellia Sabrina Marshanda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

