PENGEMBANGAN ââ¬ÅCONTENTââ¬Â GOOGLE CLASSROOM UNTUK GURU DAN MAHASISWA BAHASA INGGRIS KOTA MATARAM
DOI:
10.29303/jppm.v2i4.1477Published:
2019-11-23Downloads
Abstract
Dalam era digitalisasi, setiap guru idealnya memiliki ââ¬Årumahââ¬Â bagi materi pembelajarannya masing-masing secara online. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakan (PKM) ini bertujuan untuk membekali guru dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam mengembangkan ââ¬Ëcontentââ¬Â pembelajaran Bahasa Inggris dalam akun Google Classroom. Khalayak sasaran strategis dari kegiatan ini adalah guru Bahasa Inggris SMP/SMA/SMK sederajat Kota Mataram dan mahasiswa PS Pendidikan Bahasa Inggris yang sedang mengembangkan penelitian Blended Learning dan mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Teaching Media. Kegiatan dilaksanakan dengan metode diskusi, praktik di kelas, dan pendampingan pengembangan yang dipandu oleh 4 orang dosen dari PS pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNRAM. Dari pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan antara lain (1) kegiatan PKM telah berjalan sesuai dengan perencanaan dengan melibatkan 20 orang guru dan mahasiwa dan difasilitasi oleh 4 orang tim pengabdian, (2) khalayak sasaran telah mampu mengisi konten GC mata kuliah masing-masing, dan (3) khalayak sasaran telah memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan Google Forms dalam menunjang pembelajaran dan survei.References
Banados, E. 2006. A blended-learning pedagogical model for teaching and learning EFL successfully through an online interactive multimedia environment. CALICO Journal 23/3. pp. 533-550.
Bell, K. 2015. The Teacherââ¬â¢s Guide to Google Classroom. Texas: Shake Up Learnig, LLC
Belmawa. 2019. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi di Era Industri 4,0. Jakarta: Direktorat Belmawa, Kemenristekdikti.
Fadel, C. 2012. What should students learn in the 21st century? accessed from https://k12.thoughtfullearning.com/FAQ/what-are-21st-century-skills on 24 January 2019
Friesen, N. 2012. Report: defining Blended Learning. Retrieved from http://learningspaces.org/papers/Defining_Blen ded_Learning_NF.pdf
GIHE. 2010. Getting Started with Blended Learning. Griffith: Griffith University
Johnson, c.P. & Marsh, D. 2014. Blended Language Learning: An Effective Solution but not Without Its Challenges. Higher Learning Researh Communication, 4(3), 23-41. http://dx.doi.org/10.18870/hlrc.v4i3.213
Kaur, M. 2013. Blended Learning- its challenges and future. Procedia: Social and Behavioural Sciences, 39, 612-617
Keeler, A. dan Miller, L. 2015. 50 Things You Can Do with Google Classroom. San Diego, CA: Dave Burgess Consulting, Ltd.
NCREL. 2003. enGauce 21st Century Skills: Lietracy in Digitas Age. Illinois: NCREL & Metiri Group. accessed on 23 January 2019 from file:///Revolusi%20Industri%204.0%20dan%2021%20Century%20Learning/engauge21st.pdf
Neumeier, P. 2005. A closer look at Blended Learning- parameter for designing a Blended Learning environment for language learning and teaching, ReCALL, 17/2, 163-178.
Singh, H. and Reed, C. 2001. A White Paper: Achieving Success with Blended Learning. Available online at www.p2paertner.co.uk
Sujana, I M., Arifuddin, Waluyo, U, & Soepriyanti, H. 2019. Workshop Pengembangan Blended Learning Berbasis Google Classroom (GC) sebagai Solusi Pembelajaran dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 2(1).
Whittaker, C. 2013. Introduction. In B. Tomlinson & C. Whitaker (Eds.). Blended Learning in ELT: Course Design and Implementation. London: British Council.
License
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

