EDUKASI PENCEGAHAN PENULARAN DAN PENGOBATAN SKABIES PADA SANTRI DAN SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN X KABUPATEN LOMBOK TIMUR
DOI:
10.29303/jppm.v6i3.5758Published:
2023-10-17Downloads
Abstract
Skabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Prevalensi skabies biasanya meningkat 3,6 kali lebih tinggi pada tempat dengan jumlah penghuni padat seperti asrama, panti asuhan, pondok pesantren, dan penjara. Belum pernah ada penyuluhan dan penelitian mengenai skabies di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas NW Desa Sajang, Kecamatan Sembalun. Berdasarkan informasi dari Kepala Sekolah dan Pemilik Pondok angka kejadian skabies cukup tinggi dan hampir menjangkit seluruh santri. Program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilakukan dalam bentuk penyuluhan edukasi kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan memberikan edukasi kepada santri dan santriwati mengenai pencegahan penularan dan pengobatan skabies. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2023. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 61 peserta dengan rangkaian kegiatan meliputi pre-test, pemutaran video edukasi, gambaran kasus skabies, dan penyampaian materi mengenai skabies. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dengan instrumen penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta penyuluhan. Hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan santri termasuk kategori cukup baik sebanyak 21 orang (34,43%), kurang baik sebanyak 30 orang (49,18%), dan baik sebanyak 10 orang (16,39%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas santri termasuk dalam katagori kurang baik 49,18%.
Kata kunci: Skabies, Sajang, Pencegahan, Pengobatan, Pondok Pesantren
Keywords:
Skabies pencegahan pengobatan pondok pesantrenReferences
Aminah, P., Sibero,H., Ratna, M., (2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Santri dengan Kejadian Skabies, J Mayority.vol 4(5), hal 54-59.
Arlian, L.G. , Morgan, M.S., (2017). A Review of Sarcoptes Scabei : Past present future. Parasite and Vectors, vol 10 (1), hal 1-22.
Departemen Kesehatan Republik Indonesi. (2017). Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Pos Kesehatan Pesantren. Diakses di: htt//perpustakaan.depkes.go.id pada tanggal 3 Februari 2023.
Hidayat, H., et al. (2020). Peningkatan Pengetahuan dan Pemeriksaan Skabies Santri Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbele. Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol 16 (2), hal 213-222.
Ihtiaringtyas, S., et al, 2019, Faktor Risiko Penularan Penyakit Skabies pada Santri di Pondok Pesantren An Nawawi Berjan Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Jurnal Balaba., vol 15(1), hal 83-88.
Kurniawan E., et al, 2019, Penyuluhan Penanganan Penyakit Skabies di Yayasan Pondok Pesantren MA Ishlahi Athfal Rumak Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, vol 2(1), hal 22-24.
Notoadmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Sungkar (2016). Skabies, Etiologi, Patogenesis, Pengobatan, Pemberantasan, dan Pencegahan. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.
License
Copyright (c) 2023 Diana Ayu Savitri, Dian Fathita Dwi Lestari, Ahmad Noval, Auliza Nesty Putri Ardini, Jumratul Aulia, M. Tata Aulia Rahman, Muhammad Rizky Anugrah Putra, Nirma Laila Fakhira, Rifkah Hashifah Syahadatina, Tia Saskia, Lalu Muhammad Azharuddin, Ni Wayan Sri Suliartini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

