NUGET 4 BINTANG SEBAGAI MAKANAN BERGIZI UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BELANTING KECAMATAN SAMBELIA

Authors

  • Yusnita Damayanti Universitas Mataram
  • Atas Pracoyo Universitas Mataram
  • M. Ramdanil Abidin Universitas Mataram
  • Baiq Tina Apriana Universitas Mataram
  • Hanifatul Robiah Universitas Mataram
  • L. Muji Masrul Universitas Mataram
  • Nur Atimah Universitas Mataram
  • Rustomi Rifki Affandi Universitas Mataram
  • Salsabila Nirmala Asri Universitas Mataram
  • Sinta Wulandari Universitas Mataram
  • Yodhi Indra Hadi Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/jppm.v7i1.6356

Keywords:

ikan tongkol, stunting, nugget

Abstract

Stunting merupakan kurangnya gizi kronis balita, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan pertama. yang pada umumnya mempengaruhi pertumbuhan dan gangguan pada perkembangan otak. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi yang dapat menyebabkan balita akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadi lebih rentan terhadap penyakit, dan di masa depan dapat beresiko pada penurunan tingkat produktivitas. Pada tahun 2013 prevalensi stunting di Indonesia berada di urutan kelima. Sedangkan di provinsi NTB, pada tahun 2018 prevalensi stunting berada di urutan kedua. Salah satu desa di NTB yang menghadapi masalah kesehatan stunting adalah Desa Belanting, kecamatan Sambelia, NTB. Faktor yang menyebabkan stunting, yaitu kurangnya kurangnya pengetahuan orang tua tentang makanan bergizi dan angka pernikahan dini yang cukup tinggi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting, dilakukan penyuluhan pengolahan makanan bergizi nugget 4 bintang yang bahan utamanya ikan tongkol. Ikan tongkol merupakan salah satu hasil laut atau tambak yang merupakan komoditas utama di Desa Belanting. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan calon ibu terkait stunting, gizi seimbang, dan pengolahan makanan bergizi seimbang. Olahan nugget ini bisa menjadi salah satu kreasi makanan tambahan untuk anak-anak agar lebih menarik. Upaya ini dilakukan dengan metode parasipatif, melalui penyuluhan gizi seimbang untuk mencegah stunting dan demonstrasi pembuatan makanan. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan calon ibu terkait stunting dan cara pencegahannya, salah satunya melalui pemberian supan gizi yang cukup atau seimbang. Selain itu, masyarakat dapat meningkatkan kreativitasnya dengan mengolah makanan bergizi yang menarik. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian stunting di Desa Belanting.

References

Adriani, P. A., dkk. (2022). Stunting Pada Anak. Padang:Global Eksekutif Teknologi.

Anggryni, M., dkk. (2023). Pencegahan Stunting dengan Pola Asuh Pemberian Makan pada Golden Age Period. Pekalongan: NEM.

Aprianti, D. (2019). MP-ASI & Mom Sharing. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Fil'Izza, A. U., dkk. (2022). Penyuluhan Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting di Desa Manduro Manggung Gajah Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Mangente: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 11-23.

Hengky, H. K. dan Rusman, A. D. P. (2022). Model Prediksi Stunting. Pekalongan: NEM.

Kemenkes RI, 2018. Modul Pelatihan Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM-Stuting). Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Khoiridah, S., dkk. (2021). Persembahan Unitomo Untuk Negeri. Surabaya: Unitomo Press.

Neherta, M. dan Asri, M.N. (2023). Intervensi Pencegahan Stunting (Pendekatan Terpadu untuk Mencegah Gangguan Pertumbuhan pada Anak). Indramayu: Adanu Abimata.

Ningrum, N. P., Hidayatunnikmah, N., & Rihardini, T. (2020). Cegah stunting sejak dini dengan makanan bergizi untuk ibu hamil. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 11(4), 550-555.

RISKESDAS Prov.NTB. (2018). Laporan Provinsi Nusa Tenggara Barat RISKESDAS 2018. Mataram: Balitbangkes.

RISKESDAS. (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (STUNTING). Jakarta: TNP2K.

Windasari, D. P., Syam, I., & Kamal, L. S. (2020). Faktor hubungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Tamalate Kota Makassar. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 5(1), 27-34.

Downloads

Published

2024-01-10

How to Cite

Damayanti, Y., Pracoyo, A., Abidin, M. R., Apriana, B. T., Robiah, H., Masrul, L. M. ., … Hadi, Y. I. (2024). NUGET 4 BINTANG SEBAGAI MAKANAN BERGIZI UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA BELANTING KECAMATAN SAMBELIA. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 7(1), 17–21. https://doi.org/10.29303/jppm.v7i1.6356

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.