Pelatihan Pembuatan Hidroponik sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kesejahteraan Melalui Kolompok Dasawisma
DOI:
https://doi.org/10.29303/jppm.v8i4.10095Keywords:
hidroponik, kangkung, pengetahuan, kesejahteraan, dasawismaAbstract
Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji yang terletak di Kabupaten Malang memiliki masyarakat yang variatif dalam mata pencaharian. Ada yang bekerja sebagai tukang bangunan, guru, pegawai negeri, pedagang, karyawan pabrik rokok, ibu rumah tangga dan lainnya. Dalam satu keluarga mayoritas suami yang bekerja sehingga istri berperan sebagai ibu rumah tangga yang otomatis pendapatan hanya berasal dari penghasilan suami. Kondisi demikian akan menjadi bermanfaat dengan adanya kegiatan pelatihan pembuatan hidroponik yang awalnya belum dipahami oleh warga dan menghasilkan produk sayuran yang dapat dijual untuk menghasilkan pemasukan bagi suatu keluarga. Adanya kumpulan dasawisma di desa ini menjadi salah satu wadah yang tepat untuk melatih ibu ibu mengenai hidroponik kangkung yang bertujuan dapat menambah ilmu pengetahuan dan pemasukan. Pelatihan pembuatan hidroponik ini dilakukan dalam waktu bertahap dengan cara edukasi metode ceramah, mengadakan alat dan bahan secara nyata dan mempraktikkan bersama oleh ibu dasawisma yang bernama Cempaka 2 ini. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa ibu ibu dasawisma sangat antusias, mulai memahami dan menerapkan pembuatan hidroponik sayur dan mampu menganalisis kelemahan yang terjadi serta mencari solusi agar pembuatan hidroponik sayur kangkung ini berhasil
References
Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji yang terletak di Kabupaten Malang memiliki masyarakat yang variatif dalam mata pencaharian. Ada yang bekerja sebagai tukang bangunan, guru, pegawai negeri, pedagang, karyawan pabrik rokok, ibu rumah tangga dan lainnya. Dalam satu keluarga mayoritas suami yang bekerja sehingga istri berperan sebagai ibu rumah tangga yang otomatis pendapatan hanya berasal dari penghasilan suami. Kondisi demikian akan menjadi bermanfaat dengan adanya kegiatan pelatihan pembuatan hidroponik yang awalnya belum dipahami oleh warga dan menghasilkan produk sayuran yang dapat dijual untuk menghasilkan pemasukan bagi suatu keluarga. Adanya kumpulan dasawisma di desa ini menjadi salah satu wadah yang tepat untuk melatih ibu ibu mengenai hidroponik kangkung yang bertujuan dapat menambah ilmu pengetahuan dan pemasukan. Pelatihan pembuatan hidroponik ini dilakukan dalam waktu bertahap dengan cara edukasi metode ceramah, mengadakan alat dan bahan secara nyata dan mempraktikkan bersama oleh ibu dasawisma yang bernama Cempaka 2 ini. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa ibu ibu dasawisma sangat antusias, mulai memahami dan menerapkan pembuatan hidroponik sayur dan mampu menganalisis kelemahan yang terjadi serta mencari solusi agar pembuatan hidroponik sayur kangkung ini berhasil
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Primadya Anantyarta, Asri Putri Anugraini, Wilyati Agustina Bangun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

