Optimalisasi Penetasan Telur Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) dengan Flotein (Flow Through Egg Incubator) pada Kelompok Pembenihan di Kecamatan Badas
DOI:
10.29303/jppm.v9i1.10214Published:
2026-01-05Downloads
Abstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penetasan telur ikan nila (Oreochromis niloticus) melalui penerapan teknologi flow through egg incubator pada kelompok pembenihan di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan tahapan observasi lokasi, perencanaan bersama mitra, FGD, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan inkubator sederhana mampu menekan tingkat mortalitas benih hingga 80% dibandingkan dengan metode alami menggunakan induk betina sebagai mouthbreeder. Inkubator dengan sistem flow through terbukti menjaga kualitas air lebih stabil, khususnya kandungan oksigen terlarut (DO), yang berperan paling besar terhadap keberhasilan penetasan. Selain meningkatkan daya tetas dan kelulushidupan larva, teknologi ini juga memberikan efisiensi waktu, memungkinkan induk betina segera dipijahkan kembali sehingga produktivitas benih meningkat secara berkelanjutan. Transfer teknologi ini dapat dioperasikan dengan mudah oleh pembudidaya karena berbahan lokal, praktis, dan ekonomis. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberikan solusi nyata terhadap rendahnya tingkat penetasan telur ikan nila di tingkat pembenihan rakyat, serta meningkatkan kapasitas mitra dalam penerapan teknologi budidaya sederhana yang modern dan berkelanjutan.
Keywords:
ikan nila flow through egg incubator daya tetas pembenihanReferences
Boyd, C. E. (2019). Water Quality: An Introduction. Springer Nature.
Boyd, C. E., & Tucker, C. S. (2012). Pond Aquaculture Water Quality Management. Springer Science & Business Media.
Darmadi, R., Sunaryo, & Nurhayati, E. (2022). Pengaruh kualitas air dan kekeruhan terhadap daya tetas telur ikan nila. Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan, 5(2), 45–53.
Firmansyah, H. (2019). Pengaruh pergerakan air terhadap penetasan telur ikan air tawar. Jurnal Akuakultur Indonesia, 18(2), 112–120.
Froese, R., & Pauly, D. (2023). FishBase. World Wide Web electronic publication.
Ismail, M., et al. (2023). Comparative study of recirculating thermostatic and traditional hatching systems in tilapia hatchery. Fishes, 3(2), 88–96.
Jumriani, A., Hidayat, & Syahrul. (2022). Pengaruh suhu, pH, dan DO terhadap daya tetas telur ikan nila. Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan, 4(1), 12–19.
Kawaguchi, R., et al. (2024). Neuroendocrine control of fish hatching: Role of TRH in embryonic development. Nature Communications Biology, 7(1), 112–119.
Muthmainnah, S. (2020). Manajemen pemijahan dan pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 15(1), 25–33.
Putri, A., Suryana, & Hidayati, N. (2021). Dampak limbah cair kelapa sawit terhadap penetasan telur ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Akuakultur Tropis, 6(2), 34–42.
Rukmana, R. (2007). Budidaya Ikan Nila. Yogyakarta: Kanisius.
Satria, Y., Pratama, A., & Rahayu, D. (2024). Effect of egg density on tilapia hatchery performance in peatland area. BIO Web of Conferences, 55, 01005.
License
Copyright (c) 2026 Diana Aisyah, Supriyadi Supriyadi, Ayu Winna Ramadhani, Mentari Puspa Wardhani, Muhammad Ilham Ar-rosyid, Yoan Naomi Malau

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

