Upaya Penanggulangan Dinas Sosial dalam Penanganan Gelandangan dan Pengemis di Wilayah Kota Mataram
DOI:
10.29303/jppm.v8i3.9205Published:
2025-06-30Downloads
Abstract
Permasalahan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Mataram merupakan isu sosial yang kompleks dan terus berkembang seiring urbanisasi. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk mengkaji peran Dinas Sosial Kota Mataram dalam menangani gepeng melalui pendekatan humanis, rehabilitatif, dan preventif. Salah satu program unggulan yang dikaji adalah GIGI PEMULA (Giat Pagi Pengawalan Pemulung dan Pengemis), yang dilaksanakan secara rutin dengan fokus pada penertiban, edukasi, asesmen sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi kegiatan lapangan yang melibatkan pemetaan titik rawan gepeng, penyaluran bantuan sosial berbasis keluarga, dan pemberdayaan kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa strategi penanggulangan yang bersifat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan dapat meningkatkan efektivitas program dan memperkuat integrasi sosial kelompok marginal. Model intervensi ini diharapkan menjadi acuan bagi daerah lain dalam membangun solusi sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Keywords:
gelandang pengemis dinas sosial praktik kerja lapanganReferences
Fauzi, L. M., Jenderal, U., Yani, A., & Sosial, D. (2025). Peran Dinas Sosial dalam Menaggulangi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( Pmks ) di Kota Bandung. 02(01).
Hairani Siregar, Fajar Utama Ritonga, R. P. K. S. (2022). Penanganan Anak Jalana di Kota Medan Menggunakan Sistem Pelayanan Panti dan Non Panti. Jurnal Pembangunan Perkotaan, 10, 13–20.
Idza, A. A. (2023). Gelandangan Dan Pengemis Dalam Konteks Ketenteraman Dan Ketertiban Umum. Jurnal Tatapamong, 145-161.
Lailiyah, I., Wulandari, R., & Anam, M. S. (2025). Peran Dinas Sosial Dalam Menangani Kemiskinan Di Kabupaten Jember Menulis : Jurnal Penelitian Nusantara. 1(2015), 683–690.
Mahdiyah, N. (2023). Studi Literatur Kebudayaan Kemiskinan Pada Pengemis Di Perkotaan. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(1), 47.
Marpaung, A., Simanullang, R., Saragih, B., Sinaga, E., & Batu Bara, D. (2022). Analisis Faktor Penyebab Gelandangan Dan Pengemis Di Kota Medan. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 45-58.
Mulyati, Y., Ridwan Caesar, M., Purnama, E., Studi, P., & Negara, A. (2022). Analisis Manajemen Strategi Program Penanggulangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung. Res Publica, 1(1), 49–60.
Ramadhan, R. (2024). STIGMA DAN KAPITALISASI KEMISKINAN: STUDI KEHIDUPAN SOSIAL KOMUNITAS PENGEMIS DI DESA SEI BULUH KECAMATAN PERBAUNGAN. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 7(1), 161-177.
License
Copyright (c) 2025 Nurfitrianingsih Nurfitrianingsih, Maulina Garim Nugraha, Endry Gunawan, Siti Atika Rahmi, Rahmad Hidayat, Muhammad Aprian Jailani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

