Pendampingan Reflektif Berbasis PDIA untuk Penguatan Pendidikan Karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Sekolah Dasar
DOI:
10.29303/jppm.v9i2.11272Published:
2026-05-07Downloads
Abstract
Pendidikan karakter merupakan agenda strategis dalam kebijakan pendidikan nasional, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Namun, dalam praktiknya, implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kecenderungan programatis, rendahnya konsistensi pembiasaan, serta terbatasnya ruang refleksi praktik bagi pendidik. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik pendidikan karakter di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pendampingan reflektif berbasis Problem-Driven Iterative Adaptation (PDIA) dalam penguatan pendidikan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di sekolah dasar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pendampingan kepada pengawas sekolah dan satuan pendidikan binaannya di Kabupaten Lombok Tengah. Pendekatan PDIA digunakan sebagai kerangka pendampingan yang menekankan identifikasi masalah nyata di sekolah, pengembangan strategi pembiasaan sederhana, refleksi praktik secara berkala, serta adaptasi berkelanjutan. Data pengabdian dikumpulkan melalui refleksi pengawas, narasi praktik baik sekolah, diskusi reflektif, dan dokumentasi kegiatan, serta diperkaya dengan data kuantitatif yang bersifat deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan terjadinya transformasi praktik pendidikan karakter di sekolah binaan. Refleksi rutin guru dan pengawas yang sebelumnya tidak terstruktur mulai dilakukan secara berkala di seluruh sekolah dampingan. Pembiasaan karakter yang semula bersifat insidental berkembang menjadi praktik yang lebih konsisten, terutama pada aspek disiplin, religiusitas, kepedulian, dan relasi sosial. Selain itu, pengawas menunjukkan peningkatan kesadaran kritis dalam memaknai perannya, dari pengawas administratif menjadi pendamping reflektif. Pendekatan PDIA memungkinkan sekolah beradaptasi ketika strategi awal kurang efektif, sehingga perubahan praktik dapat terus disesuaikan secara kontekstual. Artikel ini berkontribusi dengan menawarkan model pendampingan reflektif yang adaptif dan berpotensi direplikasi dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Keywords:
pendidikan karakter pendampingan reflektif PDIA 7 KAIH sekolah dasarReferences
Anantama, R. (2024). Character development of elementary school students through values education: A literature review. SMART: Jurnal Literasi dan Pendidikan Anak, 2(1), 585.
Andrews, M., Pritchett, L., & Woolcock, M. (2017). Building state capability: Evidence, analysis, action. Oxford University Press.
Arifin, S., Ndraha, L. D. M., Djara, J. I., Nitiasih, P. K., & Riastini, P. N. (2024). Pendidikan karakter pada sekolah dasar di Indonesia dan Amerika. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 5(4), 471–478.
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What works in character education: A research-driven guide for educators. Character Education Partnership.
Biesta, G. (2010). Good education in an age of measurement: Ethics, politics, democracy. Routledge.
Biesta, G. (2015). Good education in an age of measurement. Educational Assessment, Evaluation and Accountability, 27(2), 141–145.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE.
Fullan, M. (2016). The new meaning of educational change (5th ed.). Teachers College Press.
Isnaini, H., & Fanreza, R. (2024). Pentingnya pendidikan karakter di sekolah. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 2(4), 279–297.
Kemendikbudristek. (2022). Profil Pelajar Pancasila. https://pusatkurikulum.kemdikbud.go.id
Kemendikdasmen. (2024). Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. https://www.kemendikdasmen.go.id
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lickona, T. (2012). Character matters: How to help our children develop good judgment, integrity, and other essential virtues. Simon & Schuster.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE.
Nucci, L. P., Narvaez, D., & Krettenauer, T. (2014). Handbook of moral and character education (2nd ed.). Routledge.
Saputri, S., Ardivanto, A., & Rofian, R. (2025). Penanaman pendidikan karakter pada peserta didik di sekolah dasar. Journal of Education Research, 6(1), 166–173.
Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner: How professionals think in action. Basic Books.
Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press.
License
Copyright (c) 2026 Marzoan Marzoan, Lalu Hamdian Affandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

