Pelatihan Media Sosial Pelajar NU
DOI:
https://doi.org/10.29303/jppm.v8i4.10185Keywords:
Desain Grafis, Pelajar NU, Literasi Digital, Media Sosial, PelatihanAbstract
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan meningkatkan literasi digital pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Bungurasih melalui pelatihan media sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 18 dan 25 Agustus 2024 dengan peserta 20 orang dari Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, pelatihan, serta pendampingan. Survei menunjukkan pengurus masih kesulitan dalam perencanaan konten, desain grafis, dan konsistensi publikasi. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu motivasi dan teknis. Pada sesi motivasi, peserta didorong untuk menjadikan media sosial sebagai ruang aktualisasi diri. Pada sesi teknis, peserta mempraktikkan penyusunan kalender konten, desain grafis menggunakan Canva, dan pembuatan video sederhana dengan CapCut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam desain, editing video, dan manajemen konten. IPNU–IPPNU Bungurasih berhasil menyusun kalender konten, membagi peran tim media, dan menghasilkan karya yang dipublikasikan di akun resmi organisasi. Evaluasi pascapelatihan memperlihatkan peningkatan signifikan: unggahan lebih konsisten (2–3 kali per minggu), konten lebih variatif, interaksi audiens meningkat hingga 106%, serta jumlah pengikut TikTok bertambah dari 900 menjadi 1.001. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas digital pelajar NU, tidak hanya dalam keterampilan teknis, tetapi juga keberanian berinovasi, sehingga relevan untuk menyiapkan generasi yang adaptif di era digital.
References
APJII. (2023). Laporan survei internet APJII 2023. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Publishing.
Mills, A. J., & Plangger, K. (2015). Social media strategy for managing content online. Business Horizons, 58(6), 567–575.
Nasrullah, R. (2016). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Nugroho, A. (2022). Literasi digital dan daya saing generasi muda di era transformasi digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 45–53.
Partnership for 21st Century Skills. (2019). Framework for 21st century learning. Battelle for Kids. http://www.battelleforkids.org/networks/p21
Pratama, R. (2020). Pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah di kalangan remaja. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 15(1), 34–45.
Putri, D. A. (2021). Literasi digital pelajar sebagai upaya peningkatan kompetensi abad 21. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(1), 12–20.
Sofyan, A. (2018). Media digital dan pengembangan industri kreatif di Indonesia. Jurnal Komunikasi, 12(2), 101–112.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Atha Nadia Nasiriyah, Fahmul Hikam Al Ghifari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

