Pelatihan Penyusunan Asesmen Kreativitas IPA Bagi Guru-Guru MGMP IPA Kabupaten Trenggalek
DOI:
10.29303/jppm.v9i2.10950Published:
2026-05-07Downloads
Abstract
Kreativitas siswa penting dideteksi sejak dini dan ditumbuh kembangkan di dalam diri siswa melalui proses belajar mengajar di dalam kelas. Alat deteksinya berupa instrumen asesmen kreativitas. Guru yang akan melakukan penilaian kreativitas siswanya setelah dilakukan pembelajaran, sehingga perlu dilatih untuk membuat, mendesain asesmen kreativitas dengan indikator: fluency, flexibility, originality, elaboration. Masalahnya masih kurangnya asesmen kreativitas yang relevan dengan keperluan guru dalam proses pembelajaran menjadi masalah yang perlu dicarikan solusi. Menumbuhkan pribadi kreatif, proses kreatif, lingkungan kreatif untuk menghasilkan produk kreatif penting dibiasakan dalam pembelajaran yang berkualitas dalam pembangunan yang berkelanjutan (SDGs: quality education). Target peserta kegiatan adalah guru-guru yang tergabung dalam MGMP IPA di Kabupaten Trenggalek. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan PKM ini adalah dengan melatihkan keterampilan guru dalam menyusun asesmen kreativitas yang akan digunakan dalam pembelajaran inovatif yang digunakan di kelas masing-masing. Tahap pelaksanaan PKM adalah diskusi analisa kebutuhan yang melibatkan tim PKM dan guru-guru MGMP IPA, menyusun program pelatihan, melaksanakan pelatihan pembuatan asesmen kreativitas IPA. Untuk isi asesmen maka digunakan peristiwa disajikan secara konstektual melalui fenomena yang terjadi serta mencari informasi dari berbagai sumber dengan topik IPA. Hasil pelatihan guru memberikan respon positif, antusias dalam pelatihan, bermanfaat meningkatkan kemampuan dalam pembuatan asesmen kreativitas.
Keywords:
pelatihan asesmen kreatifitasReferences
Adams, K. (2006). The sources of innovation and creativity: a paper commissioned by the National Center on Education and the Economy for the New Commission on the Skills of the American Workforce. Washington, DC: National Center on Education and the Economy.
Amabile, T. (1987). The motivation to be creative. Frontiers of creativity research: Beyond the basics, 223-254.
Collette, A. T., & Chiappetta, E. L. (1984). Science Instruction in the Middle and Secondary Schools. The CV Mosby Company, 11830 Westline Industrial Drive, St. Louis, MO 63146.
Coughlan, A. (2007). Learning to learn: Creative thinking and critical thinking. DCU Student Learning Resources.
Dwikoranto, Admoko, S., Dzulkiflih, Setiani, R., Khansa, I. H., Putra, D. A., & Widiasih. (2024). Profile analysis of students’ creative thinking ability in physics learning based on problem-based essay question instruments. Journal of Physics: Conference Series, 2900(1), 012045. DOI: 10.1088/1742-6596/2900/1/012045
Dwikoranto, D., Lintangesukmanjaya, R. T., Surasmi, W. A., Suparti, S., Putra, D. A., Khansa, I. H., & Dewi, P. A. R. (2025). Development of content MOOCs: Designing a creativity assessment for elementary school students in a learning management system (LMS) with a self-paced instruction model. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika), 10(3), 2885-2891.
Simonton, D. K. (2012). Taking the US Patent Office criteria seriously: A quantitative three-criterion creativity definition and its implications. Creativity research journal, 24(2-3), 97-106.
Guilford, J. P. (1968). Intelligence, Creativity, and Their Educational Implications. San Diego, CA: R. R. Knapp.
Guilford, J. P. (1977). Way beyond the IQ Buffalo. NY: Creative Education Foundation.
Nur, M., Yuanita, L., Prahani, B. K., & Jatmiko, B. (2018). Effectiveness of creative responsibility based teaching (CRBT) model on basic physics learning to increase student's scientific creativity and responsibility. Journal of Baltic Science Education, 17(1), 136-151.
Robinson, K., & Lee, J. R. (2011). Out of our minds. New York: Tantor Media, Incorporated.
Setiani, R., Syafi'ah, R., Hartanto, S., Arifianti, E. R., Dwikoranto. (2024). Science creativity assessment instruments in the merdeka curriculum in elementary schools. At-Thullab: Journal of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, 8(2): 135-148.
Simonton, D. K. (2007). Featured article: The creative process in Picasso's Guernica sketches: Monotonic improvements versus nonmonotonic variants. Creativity Research Journal, 19(4), 329-344.
Trisnayanti, Y., Khoiri, A., Miterianifa, & Ayu, H. D. (2019). Development of Torrance test creativity thinking (TTCT) instrument in science learning. AIP Conference Proceedings, 2194(1), 020129.
Torrance, E. P. (1969). Creativity. What Research Says to the Teacher, Series, No. 28.
Torrance, E. P. (2019). Forms a and b – Figural tests, forms a. Lexing-ton: Personal Press Inc.
Torrance, E. P. (1976). Future careers for gifted and talented students. Gifted Child Quarterly, 20(2), 142-156.
Torrance, E. P. (1974). Norm-technical manual torrance test of creative thinking, verbal test, form a and b. figural test, form a and b. Lexing-ton: Personal Press Inc.
Torrance, E. P. (1972). Predictive validity of the torrance tests of creative thinking. The Journal of creative behavior.
Torrance, E. P. (2019). The psychology of teaching for thinking and creativity. Columbus, ERIC.
Zulkarnaen, S., & Jatmiko, B. (2017). Feasibility of creative exploration, creative elaboration, creative modeling, practice scientific creativity, discussion, reflection (C3PDR) teaching model to improve students’ scientific creativity of junior high school. Journal of Baltic Science Education, 16(6), 1020.
License
Copyright (c) 2026 Dwikoranto Dwikoranto, Budi Jatmiko, Eko Hariyono, Binar Kurnia Prahani, Nurita Aridiana Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

