Menumbuhkan Kesadaran Literasi Digital pada Anak melalui Strategis Komunikasi Guru Efektif
DOI:
10.29303/jppm.v9i2.11211Published:
2026-05-08Downloads
Abstract
Transformasi digital di Indonesia meningkat pesat, pengguna aktif internet mencapai 209,3 juta pada 2023. Laporan State of Mobile 2024 Indonesia merupakan negara dengan rata-rata pengguna perangkat mobile terlama di dunia, mencapai 6,05 jam per harinya tahun 2023. Anak-anak usia sekolah dasar turut terdampak oleh intensitas penggunaan gadget, baik secara positif maupun negatif. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital sejak dini melalui pendekatan yang dekat dengan mereka, yakni guru. Permasalahan yang muncul yaitu kurangnya pemahaman mengenai gadget, dampak gadget pada perkembangan anak, pengetahuan mengenai literasi digital dan strategi menumbuhkan kesadaran digital serta pemahaman mengenai prinsip komunikasi efektif. Kegiatan PKM ini bertujuan memberdayakan guru di Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Majalengka agar mampu menanamkan kesadaran bijak dalam menggunakan gadget kepada anak. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa peserta memiliki pengetahuan yang tinggi mengenai materi literasi digital yang disampaikan, namun demikian pemberikan materi yang disampaikan tetap memberikan penambahan pengetahuan peserta mengenai materi PKM.
Keywords:
anak gadget literasi digital pemberdayaan strategi komunikasiReferences
Adler, R. & Rodman. (2006). Understanding Human Communication, Ninth Edition. New York: Oxford University Press.
Amahorseya, M. Z. F. A., & Mardliyah, S. (2023). Implikasi Teori Konstrutivisme Vygotsky Dalam Penerapan Model Pembelajaran Kelompok Dengan Sudut Pengaman Di Tk Anak Mandiri Surabaya. Jurnal Buah hati, 10(1), 16 - 28.
Amri, M. I. U., Bahtiar, R. S., & Pratiwi, D. E., (2020). Dampak Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Interaksi Anak Sekolah Dasar pada Situasi Pandemi Covid-19. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2), 14 - 23.
Bandura, A. (1997). Self Efficacy: The Exercise of Control. New York: W. H. Freeman.
Cynthia, R. E., & Sitohang, H. (2023). Melangkah Bersama di Era Digital: Pentingnya Literasi Digital Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7, 31721-31723.
Devito, J. A. (2013). The Interpersonal Communication Book (Edition 13). United States: Pearson Education.
Gabriela, J., & Mau, B. (2021). Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Perilaku Anak Remaja Masa Kini. Jurnal Excelsis Deo, 5(1), 99 – 110
Hudi, I., Noviola, D. S., & Matang M. (2020). Globalisasi dan Gadget Dikalangan Anak Usia Dini: Dampak Penggunaan, Peran Orang Tua dan Guru. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 14837 - 14844.
Khotimah, K., Saputra, A., Khair, B. N., & Rahayu, S. (2021). Pendidikan Geosista Sebagai Upaya Meminimalkan Penggunaan Gadget Pada Anak: Seminar-Workshop untuk Guru dan Orang Tua. Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 60 – 65.
Kiral, B. (2025). Teacher Empowerment as a Structure Supporting Teachers’ Development : Principals’ Practices and Ideal Empowerment. SAGE Open, 15(2), 21582440251339309.
Nur, R., & Elan, D. M. S. (2021). Analisis Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia: Jurnal PAUD Agapedia, 5(2), 202 - 210.
Silvana, H., & Darmawan, C. (2018). Pendidikan Literasi Digital di Kalangan Usia Muda di Kota Bandung. Pedagogia, 16(2), 146-156.
License
Copyright (c) 2026 Oji Kurniadi, Dedeh Fardiah, Rini Rinawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

