ICE BREAKER GAMES: MENCIPTAKAN MOTIVASI BELAJAR SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 1 SUMBER JAYA LAMPUNG BARAT
DOI:
10.29303/jppm.v6i2.4819Published:
2023-05-30Downloads
Abstract
Ice Breaker Games: Menciptakan Motivasi Belajar Seni Budaya Di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat” merupakan salah satu tridarma dosen untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, merealisasikan program kerja Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas PGRI Palembang, memberikan kumpulan permainan penggugah semangat belajar siswa melalui pemanfaatan ice breaking sebagai permainan edukasi dalam mengadakan keterampilan memberi penguatan, dan memberikan pengalaman kepada siswa sebagai Ice breaker gamer dalam system pembelajaran masa kini. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa pemateri terampil dalam memberi penguatan kepada peserta dan mampu mengubah suasana kebekuan dalam kelompok PkM melalui ice breaking games untuk pembelajaran seni budaya di sekolah menengah atas. Keberhasilan strategi pendahuluan pada pembelajaran ditunjukkan pada meningkatnya motivasi dan peserta kompak dapat mengikuti Ice Breaking Games dalam pola Bunga Rampai, Pengamatan, dan Kursi Goyang dengan sangat antusias sehingga suasana PkM berjalan dengan sangat kondusif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui Ice Breaker Games Dapat Menciptakan Motivasi Belajar Seni Budaya Di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat.
Keywords:
Ice Breaking Motivasi Pembelajaran SeniReferences
Pembelajaran Budaya dengan Basis Ice Breaking dan Fun Game. Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen dan Mahasiswa, 1(1), 34-36.
Daryanto, Drs. (2013). Inovasi Pembelajaran Efektif. Bandung: CV. Yrama Widya.
Faisal, dkk. (2022). Ice Breaking Berbasis Tari Pada Pembelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan Sebagai Daya Semangat Dan Motivasi Belajar Peserta Didik. Nuansa Journal of Arts and Design Volume 6 Nomor 2.63-68.
Hartono, Rudi. (2013). Ragam Model Mengajar yang Mudah di Terima Murid. Yogyakarta. Diva Press.
Isnaini Bizurah Sholikhah Binti. (2019). Penerapan Icebreaking dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Sosiologi Di X IIS 3 SMAN 1 Pundong. Jurnal Pendidikan Sosiologi, 1-15.
Rochayati, R., Heldani, S. H., Hera, T., Diah, N., Mainur, M., & Elvandari, E. (2018). Pelatihan dan Workshop Unsur-Unsur Pendukung Karya Seni Tari Tradisi Sumatera Selatan Pada Siswa-Siswi Se-Kota Palembang. Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan, 1(2).
SaidM. (2010). Ice Breaker Games (Kumpulan Permainan Penggugah Semangat). Yogyakarta: CV. ANDI OFFSET.
License
Copyright (c) 2023 Treny Hera, Nurdin, Rully Rochayati, Deria Sepdwiko, Efita Elvandari, Rio Eka Putra, Auzi Madona Adoma, Nofroza Yelli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

