PENDAMPINGAN PEMBUATAN DESAIN PEMBELAJARAN BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILL(HOTS) BAGI GURU-GURU MGMP IPS KABUPATEN OGAN ILIR
DOI:
10.29303/jppm.v6i1.4044Published:
2023-02-01Downloads
Abstract
Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini berangkat dari analisis situasi yang mengidentifikasi mayoritas guru masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai bagaimana merancang pembelajaran yang berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) . Berdasarkan analisis situasi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mendesain Pembelajaran berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS). Metode dan bentuk kegiatan pengabdian berupa pendampingan dengan 3 langkah kegiatan yaitu pertama ; pelatihan terbimbing peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru tentang desain pembelajaran berorientasi HOTS (konsep, prinsip, karakteristik pembelajaran) , kedua ; simulasi pembuatan desain pembelajaran berorientasi HOTS, ketiga observasi dan evaluasi produk desain pembelajaran berorientasi HOTS. Setelah dilaksanakan kegiatan pendampingan pembuatan rancangan pembelajaran berorientasi HOTS dan hasil observasi terhadap produk kegiatan disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru tentang desain pembelajaran berorientasi HOTS yang ditandai hal sebagai berikut: pertama, guru-guru MGMP IPS peserta pelatihan sudah mememilki pengetahuan yang baik tentang rancangan pembelajaran berorientasi HOTS. Perbandingan hasil pre test an post test menunjukkan peningkatan yang signifikan, kedua guru-guru MGMP IPS peserta pelatihan sudah mampu membuat desain pembelajaran berorientasi HOTS yang diawali dengan analisis KD, menentukan target pengetahuan dan keterampilan, merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang berorientasi HOTS, dan menuliskan langkah- langkah pembelajaran yang didalamnya tergambar aktivitas yang memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS) ketiga guru-guru MGMP IPS peserta pelatihan sudah mampu membuat soal berorientasi HOTS.
Keywords:
desain pembelajaran HOTSReferences
Arends,R.I. (2012). Learning to Teach New York: McGraw-Hill Companies, Inc Ditjen GTK. Direktorat PGDikdas 207. Peningkatan Kompetensi Pedagogik Melalui PKB Guru Sekolah Dasar.
Fanani, A., & Kusmaharti, D. (2018). Pengembangan pembelajaran berbasis HOTS (higher order thinking skill) di sekolah dasar kelas V. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 1-11.
Jailani, J., & Retnawati, H. (2017). Keefektifan pemanfaatan perangkat pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan HOTS dan karakter siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP), 23(2), 111-123.
Lewis,A.,& Smith,D. (1993). Defining High Order Thinking. Theory into Practice,32(3): 131-137.
PISA.(2018).https://www.oecd.org/pisa/publications/PISA2018. Diakses 20 Juli 2022
Primayana, K. H. (2020). Menciptakan Pembelajaran Berbasis Pemecahan Masalah Dengan Berorientasi Pembentukan Karakter Untuk Mencapai Tujuan Higher Order Thingking Skilss (HOTS) Pada Anak Sekolah Dasar. Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya, 3(2), 85-92.
Safitri, S. (2018). Pengembangan dan Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasiskan Problem Basic Learning PBL) dan Efek Potensialnya Untuk Meningkatkan Kemampuan berfikir Kritis Siswa. Laporan Penelitian Dana PNBP FKIP UNSRI.
License
Copyright (c) 2023 Sani Safitri, Dwi Hasmidyani, Alian Sair, Siti Fatimah, Alfiandra Alfiandra, Dina Tiara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

