PSIKOEDUKASI PENGENALAN GAYA BELAJAR PADA SISWA/I DAYAH SIRAJUL MUNA LHOKSEUMAWE DITINJAU BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAAN UNTUK MENCAPAI SUBJECTIVE WELL BEING SISWA YANG OPTIMAL
DOI:
10.29303/jppm.v6i1.4762Published:
2023-02-18Downloads
Abstract
Salah satu permasalahan yang dialami oleh siswa/I Dayah Sirajul Muna adalah cenderung mersa jenuh dan sulit memahami pelajaran karena padatnya aktivitas setiap hari. Padatnya kegiatan santri untuk menimba ilmu di pondok pesantren, semata-mata disebabkan karena adanya keinginan untuk mecapai tujuan, yaitu menjadi manusia yang memiliki ilmu, mandiri dan dihadapkan dengan situasi dan kondisi menuju kedewasaan. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan bagi siswa/I untuk memahami gaya belajar masing-masing sehingga dapat memaksimalkan hasil belajar mereka. Maka perlu diadakan edukasi pengenalan gaya belajar siswa/I berdasarkan tipe kepribadian agar mereka dapat mengetahui gaya belajar sesuai dengan tipe kepribadian dengan karakteristik mereka masing-masing (auditori, visual, kinestetik) untuk mencapai subjective well being yang optimal. Hal ini kan memudahkan siswa/I dalam memahami pelajaran meskipun dengan banyaknya kegiatan setiap hari. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa dapat mengenali gaya belajar masing-masing yang sesuai dengan tipe kepribadian tipe kepribadian masing-masing untuk mencapai subjective well being yang optimal.
Keywords:
gaya belajar tipe kerpibadian Subjective Well BeingReferences
Budiarti., I., & Jabar, A. (2016). Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 2 Banjarmasin Tahun Ajaran 2015/2016.
Diener, E., Suh, E.M., Lucas, R.E., dan Smith, H.L., 1999. Subjective Well being : decades of progress. Psychological Bulletin.
Giyati, & Wardani, I.R.K. (2016). Ciri-ciri Kepribadiaan dan Kepatutan Sosial Sebagai Prediktor Subjective Well-Being (Kesejahteraan Subjektif) pada Remaja Akhir. Jurnal Analitik. Vol 8. No 1.
Gultom, O. (2020) Keberhasilan Penguasaan Bahasa Inggris Menurut Gaya Belajar dan Tipe Kepribadian Peserta Didik. Vol 3. No.2.
Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara , 2003.
Hanggoro, Y, (2015. Penelitian deskriptif: Subjective Well-Being Pada biarwati di Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. (skripsi).
Kurniawan., D.R., & Akbar, S. N. (2018). Hubungan Interaksi teman Sebaya dengan Kejenuhan Belajar Pada Santri Aliyah Pondok PesantrenAl-Falah Putra Banjarbaru. Jurnal Kognisia, vol 1. No 1.
Maulita, E.S., 2012. Pengaruh pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap subjective well being pada remaja. Tesis. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.
Salami, S.O., 2010. Emational intelligence, self efficacy, psychological well being and student’s attitudes : implication for quality education. European Journal of Educational Studies, 2 (3).
Wiedarti, Pangesti, (2018) . Seri Manual GLS : Pentingnya Memahami Gaya Belajar. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dsar dan Menengah.
Windura, S. 2016. Brain Management Series for Learning Strategy Be An Absolute Genius !, Jakarta : PT Elex Media Kompurindo.
Yayasan Pengembangan Anak Indonesia. (2013). Kenapa Gaya Belajar Penting Untuk Kita Ketahui? https://bimba-aiueo.com/kenapa-gaya-belajar-penting-untuk-kita-ketahui/
License
Copyright (c) 2023 Nur Afni Safarina, Safuan Safuan, Cut Ita Zahara, Ika Amalia, Taufik Hidayat, Nurul Hafnati, Winna Dwi Gorlyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan Jurnal Pendidikan dan Pengembangan (JPPM) setuju dengan ketentuan sebagai berikut:
- Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike License 4.0 (Lisensi CC-BY-SA). Lisensi ini memungkinkan penulis untuk menggunakan semua artikel, kumpulan data, grafik, dan lampiran dalam aplikasi penambangan data, mesin pencari, situs web, blog, dan platform lain dengan memberikan referensi yang sesuai. Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan akan mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (JPPM).
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).

